Tuesday, 30 August 2016

MANFAAT BUAH STROBERI

Pemanfaatan Buah Stroberi
Buah stroberi segar dapat langsung dimakan, rasanya segar manis keasaman deagan tekstur daging tebal dan kaya akan kandungan air. Tidak saja dapat dimakan langsung tetapi juga dapat diolah untuk dijadikan berbagai penganan, seperti dodol, selai, hiasan  untuk berbagai hidangan baik kue, pudding, jus atau penambah rasa pada susu atau yogurt. Di samping itu, buah stroberi pun dibutuhkan dalam ilmu kesehatan, misalnya stroberi dapat dijadikan media untuk perawatan kulit   muka yang bertujuan untuk menghilangkan jerawat, dapat dijadikan media sebagai pemutih gigi serta media pencegah perkembangbiakan kanker.    

A.Kebutuhan Siap Pakai

Stroberi sebagai hiasan atau olahan pada kue tar atau kue kering, jus serta  pudding. Selain itu, dapat dimanfaatkan untuk dijadikan selai, jelly, atau sirup. Pengolahan buah stroberi ini memang bertujuan agar buah yang tidak tahan lama ini dapat diawetkan dengan cara diolah.

1. Crepe Tumpuk Stroberi

a. Bahan crepe:

125 gram     tepung terigu
25 gram gula pasir
1 butir telur
225 ml susu cair
125 ml minuman bersoda tawar
30 gram mentega, lelehkan
100 gram selai stroberi untuk olesan


b. Bahan topping:
150 gram     stroberi, masing-masing dibagi  2
50 gram gula pasir
50 ml air
¾ sendok     teh jeli bubuk
1 sendok teh air jeruk lemon

c. Bahan hiasan:
50 gram kacang madu, dicincang kasar untuk taburan
150 gram    krim kental, dikocok kaku
100 gram    dark coating chocolate, dilelehkan untuk hiasan

d. Cara membuat:
-    adonan kulit buat 2 kali, aduk tepung terigu dan gula pasir. Tuang campuran susu, telur, dan minuman bersoda, aduk rata.
-    tuang mentega leleh sambil diaduk rata
-    buat dadar tipis-tipis diameter 18 cm, sisihkan.
-    rebus bahan topping sambil diaduk hingga kental, angkat.
-    tumpuk crepe. Tiap 5 lembar, oles dengan selai stroberi. Lakukan sampai crepe habis dan tumpukan menjadi tinggi.
-    semprotkan krim kental mengelilingi crepe. Siram dengan bahan topping lalu taburkan kacang madu cincang sebelum disajikan.

2. Pancake dengan Saus Stroberi dan Jeruk Sunkis

a. Bahan:
1 buah jeruk Sunkist, kupas, potong membelah  menjadi 10 bagian.
4 buah pancake dari adonan pancake instant
2 sdm  cornflake untuk taburan

b. saus:
100 gram stroberi segar, bersihkan, haluskan dengan blender
2 sdm gula pasir
1 sdt tepung maizena, cairkan degan 3 sdm air

c. Cara membuat:
-     panaskan wajan, masukkan stroberi, gula dan maizena aduk-aduk hingga mendidih dan angkat, sisihkan.
-    buat 4 buah pancake sesuai cara membuat dalam kemasan
-    letakkan pancake dalam piring saji, masing-masing 2 buah
-    tuangi atasnya dengan saus stroberi.
-    letakkan irisan jeruk Sunkist diatasnya.
-    taburi cornflakes.
-    hidangkan hangat-hangat

3. Kue Cokelat Buah











a. Bahan:
1 sdm kopi bubuk instant
2 sdm brandy
250 gram    cokelat masak (dark cooking chocolate) potong-
potong
4 butir telur ayam
1 sdt vanili bubuk
50 gram gula pasir
50 gram tepung terigu, ayak bersama
25 gram cokelat bubuk.

b. Bahan Olesan:
250 gram     cokelat masak (dark cooking chocolate)
150 ml krim kental (doubicream)

c. Bahan hiasan:
100 gram     juring jeruk mandarin kalengan, tiriskan
100 gram     nanas kalengan, tiriskan, potongan kecil
150 gram     stroberi segar, bersihkan, iris tipis
50 gram kacang walnut, panggang
50 gram kacang mete, panggang
25 gram kismis
1 sdt agar-agar bubuk warna putih, masak dengan 4 sdm
air hingga mendidih, untuk olesan.

d. Cara membuat:
-    siapkan loyang loaf ukuran 5x11x21 cm. Alasi kertas roti dan olesi mentega.
-    larutkan kopi dengan brandy. Tim cokelat hingga leleh, tambahkan larutan kopi, aduk rata dan sisihkan.
-    kocok telur bersama vanili dan gula pasir sampai kental. Tuangkan ke dalam adonan cokelat leleh, aduk rata.
-    masukkan campuran terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata.
-    tuang adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 derajat Celsius selama 40 menit sampai kue matang. Angkat,keluarkan kue dari loyang, dinginkan.
-    belah cake membujur menjadi 2 bagian. Sisihkan.
-    olesan: tim cokelat sampai leleh, angkat.
-    tambahkan krim, aduk sampai kental. Biarkan dalam suhu ruangan hingga cokelat makin kental.
-    penyelesaian: olesi bekas belahan cake dengan bahan olesan, tumpuk kembali cake.
-    olesi permukaan cake dengan bahan olesan.
-    masukkan sisa adonan cokelat dalam kantong semprotan kue, beri semprotan kue, semprotkan ke keliling sisi cake dengan pola hias sesuai selera.
-    hiasi permukaan cake dengan buah,, kacang, dan kismis.olesi dengan larutan agar-agar.
-    potong-potong, sajikan.

4. Pie Pudding Tahu Pisang















a. Bahan:
- Kulit pie
- 250 gram krakers graham, haluskan
- 150 gram mentega, kocok lembut

b. Bahan pudding:
12 gram gelatin bubuk putih
80 ml air
300 gram    tahu sutera, tiriskan, haluskan
1 butir telur ayam
2 sdm gula pasir
1 sdm gula palem
2 sdm  madu
2 sdm air jeruk lemon
250 gram     pisang ambon, kupas
¼ sdt  kayu manis bubuk

c. Bahan hiasan:
½ buah pisang, kupas, iris melintang ½ cm
1 sdt air jeruk lemon
¼ sdt kayum anis bubuk
4 buah stroberi segar,bersihkan, iris tipis
½ sdm gelatin bubuk, tim bersama
50 ml air hingga larut untuk olesan

d. Cara membuat:
-    kulit: campuran krakers dan mentega hingga rata.
-    taruh dalam loyang pie berdiameter 22 cm. Ratakan hingga melapisi seluruh loyang. Simpan dalam lemari pendingin selama 3 jam hingga keras.
-    puding: aduk gelatin bubuk dengan air. Tim di atas api kecil sambil aduk hingga gelatin larut.
-    masukkan bahan-bahan lain ke dalam blender.proses hingga halus.
-    tuangkan larutan gelatin, proses hingga rata.
-    tuang ke dalam loyang berisi kulit pie. Tutup plastik, simpan dalam lemari pendingin salama 3 jam hingga mengeras.
-    hiasan: aduk hati-hati, pisang, air jeruk lemon, kayu manis, dan stroberi. Sisihkan.
-    hiasan pie dengan bahan hiasan. Olesi dengan larutan gelatin. Sajikan dingin.

5. Puding Persik Saus Stroberi

Bahan:
sekaleng (600 gram)     buah persik (peach), tiriskan, sisihkan airnya
750 ml air
3 bungkus (10 g/bungkus) agar-agar putih
150 gram     gula pasir

Kocok hingga kaku:
50 ml (1 butir) putih telur
50 gram gula pasir

bahan saus stroberi:
250 gram     stroberi segar, bersihkan, haluskan
200 ml air
100 gram     gula pasir
½ sdt pewarna merah untuk makanan
1sdm tepung maizena, larutkan sedikit air

Cara membuat:
-    siapkan loyang bundar lubang tengah diameter 22 cm, tinggi 7 cm. Basahi air dan sisihkan.
-    ambil 3 potong buah persik, iris membujur tipis bentuk setengah lingkaran. Sisihkan.
-    masukkan sisa buah persik bersama airnya ke dalam mangkuk blender, proses hingga halus, angkat dan sisihkan.
-    tuang larutan agar-agar ke dalam putih telur kocok sedikit demi  sedikit hingga mendidih dan kental. Angkat, sisihkan.
-     penyelesaian: susun 1/3 bagian potongan buah persik di dasar loyang hingga membetuk lingkaran. Tuang 150 ml adonan agar-agar, diamkan hingga adonan agak mengeras. Tuang kembali 1/3 bagian adonan agar-agar, diamkan hingga agak mengeras.
-    susun kembali potongan buah persik di atas adonan agar-agar hingga membentuk lingkaran. Tuang kembali sisa adonan agar-agar, lakukan yang sama hingga adonan dan buah persik habis. Simpan dalam lemari pendinginan hingga adonan beku.

Saus stroberi:
-    rebus stroberi halus, air, dan gula pasir, aduk-aduk hingga gula larut dan mendidih.
-    masukkan pewarna merah dan larutaan maizena, aduk hingga saus kental. Angkat. dinginkan.
-    potong-potong pudding, sajikan bersama saus stroberi.

6. Selai Stroberi
a. Bahan:
-Buah stroberi yang sudah masak
-Gula pasir
-Citroen zuur

b. Cara membuat:
-    buah stroberi dicuci bersih dan tiriskan.
-    hancurkan atau diblender buah stroberi hingga halus, lalu saring dan airnya diambil.
-    timbang sari buah strobei. Untuk setiap kilogram buah diperlukan gula pasir sebanyak ¾ kg, dan 3-5 gram citroen zuur.
-    sari buah yang halus dipanaskan hingga mendidih, kemudian masukkan gula sedikit-sedikit dan tambahkan citroen.
-    angkat sari buah yang telah mendidih dan tuang dalam botol-botol kecil, kemudian tutup botol dan jangan lupa sebelum ditutup alas bagian dalam tutup dengan kertas selopan.
-    botol-botol yang telah  diisi dan ditutup rapat dikukus selama 30 menit (pasteurisasi).
-    angkat dan dinginkan botol-botol yang telah dikukus dan bersihkan.
-    pasang label pada muka botol dan simpan ditempat yang dingin atau dapat langsung dihidangkan.

b. Kebutuhan Industri
Pasar kian terbentang lantaran buah subtropics itu tak hanya dikonsumsi segar. Ia diolah menjadi selain, kue, manisan, dan minuman. Kini industri pembuatan selai   terdapat 12 pabrik. Jika dirata-ratakan permintaan konsumen untuk industri setiap harinya diperkirakan 500 kg yang dikirim setiap 3 hari sekali, berarti 6 ton/hari  buah ini harus siap disebar ke beberapa pabrik untuk diolah. Selain itu, hasil panen para pekebun pun disalurkan ke kafe-kafe dan restoran yang kian menjamur di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali . Rata-rata setiap kafe membutuhkan 4 hingga 20 kilo per harinya. Belum lagi hotel-hotel mulai dari hotel berbintang satu hingga lima, kebutuhan akan buah stroberi sangat tinggi.   

c.Untuk Kesehatan dan Perawatan Tubuh
1.  Kesehatan
Stroberi memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi di antara 12 buah yang diteliti. Itu karena kandungan quercetin, ellagic acid, antosianin, dan kaempferol. Antioksidan diibarat sebagai bodyguard pelindung tubuh dari radikal bebas, termasuk di antaranya sel kanker. Ia mencegah terbentuknya senyawa karsinogensis dan menekan pertumbuhan tumor. Fungsi antioksidan stroberi turut disumbang kandungan vitamin C yang tinggi –sekitar 56,7 mg per 100 gram. Delapan buah berukuran sedang mencukupi 160 persen kebutuhan vitamin C per hari berdasar standar Amerika Serikat. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang sebutir jeruk. Menurut The Iowa Womens Health Study asupan vitamin C mereduksi risiko kanker hingga 37 persen.
Oleh karena itu, tak berlebihan para peneliti dari USDA, Clemson University  of South California menguji kemampuan stroberi sebagai antikanker, terutama kanker payudara dan leher rahim. Hasilnya, varietas Carlsbad efektif menghambat aktivitas sel kanker leher rahim.
Varietas sweet Charlie, kanker payudara. Antosianin  pada varietas itu –dalam bentuk ekstrak maupun jus segar—merupakan senyawa antimutagenik. Ia mencegah sel tubuh yang  sedang berkembang bermutasi menjadi sel kanker.
Perempuan alkoholik
Menurut penelitian Harvard Nurses Health Study (NHS), perempuan yang  meneguk sedikitnya 15 gram alcohol per hari berisiko terkena kanker payudara. Namun, jika kebiasaan itu dibarengi dengan asupan  folat 600 ….gram per hari risiko terkena kanker berkurang. Delapan buah stroberi berukuran sedang setara  80 ……. Gram memenuhi  20 persen kebutuhan asam folik tubuh per hari berdasar standar Amerika Serikat.
Studi itu juga meneliti keampuhan asam folik menekan risiko kanker usus pada wanita usia 55  hingga 69 tahun. Memang efek folat baru diketahui 15 tahun kemudian dan terbukti risiko kanker usus lebih rendah 75 persen pada mereka yang mengkonsumsi buah stroberi daripada tidak sama sekali.

   
2. Perawatan Tubuh
a. Stroberi sebagai obat jerawat
Bila wajah kita bermasalah dengan jerawat. Coba melakukan perawatan dengan masker stroberi. Ia banyak mengandung asam salisilat yang biasa ada di produk-produk antijerawat. Haluskan setengah gelas buah berbentuk hati itu, lalu aduk dengan sesendok makan yoghurt. Lalu bubuhkan ke seluruh wajah, diamkan selama 10 hingga 15 menit. Bilaslah dengan air dingin. Bila rutin dilakukan sekali seminggu, wajah bebas jerawat.
b. Mandi stroberi
Sehabis letih bekerja, paling enak memang berendam di bathtub. Apalagi kalau air rendaman ditambah stroberi. Kulit jadi bersih dan lembut. Karena  stroberi mempunyai fungsi mengelupas kulit. Sebelum dipakai, stroberi dihaluskan campur dengan susu cair dan minyak zaitun. Baru  masukkan ke dalam air rendaman dan cara  itu mampu mencegah sengatan matahari.
c.Gigi putih
Menggunakan pasta berbahan pemutih kerap jadi pilihan untuk memutihkan gigi. Padahal ada cara lain yang lebihh  lembuat dan gigi berseri. Rajin-rajinlah mengunyah stroberi. Selain gigi jadi cemerlang, juga ampuh untuk mengatasi  bau mulut.

PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TANAMAN STROBERI

PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TANAMAN STROBERI
1. Penyakit yang  Disebabkan oleh Cendawan
Selain karena hama yang diterbangkan oleh serangga atau kutu, jenis rongrongan lainnya adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan atau jamur, bakteri, micoplasma-like organism, dan virus, antara lain: Penyakit empulur merah  (red core/ red stele), yakni penyakit pada tanaman stroberi yang disebabkan oleh cendawan  atau jamur Phytophthora  fragariae. Penyakit ini akan menyerang tanaman yang memiliki drainase kurang baik atau    tanah bereaksi asam.  Tanda-tanda tanaman yang terserang,  adalah gejala layu dan mati karena kekurangan air dan makanan akibat  rusaknya jaringan xylem dan floem. Meski daun berubah menjadi layu tetapi  masih berwarna hijau.  Cara terbaik untuk pengendalian langsung masih belum ditemukan. Agar tidak terjangkit penyakit jenis ini., sebaiknya perhatikan pemakaian varietas yang lebih tahan.  Misalnya kultivar Aberdeen,  Frith,  dan Sheldon.  Pencegahan adalah fumigasi tanah sebelum penanaman.
Penyakit layu verticillium, disebabkan oleh Cendawan Verticillium  alboatrum. Tanaman stroberi yang terserang pada awalnya akan menunjukan gejala tepi dan intervein berwarna cokelat pada daun bagian luar, sedangkan daun bagian dalam masih tampak hijau, tetapi pertumbuhanmya terhambat.  Sebelum tanaman layu keseluruhan, sebaiknya dikendalikan dengan fumigasi tanah, yakni  dengan memberikan campuran kloropikrin dan metilbromida  (1:1) sebanyak 330-500 kg/ha.  Kemudian tanah ditutup dengan plastik poietilen.
Penyakit pembusukan pada  akar pythium, diakibatkan oleh cendawan  Pythium spp.,  yang menyerang akar, sehingga akar-akar   muda berubah menjadi busuk dan menghitam. Tanda-tanda lainnya adalah tanaman menjadi kerdil dan tidak responsif terhadap pemupukan nitrogen.  Sebaiknya gunakan Fumigasi tanah untuk mengendalikan serangan penyakit ini.
Penyakit powdery mildew, ditimbulkan oleh Cendawan  Sphaerotheca mascularis f.sp. fragariae.  Tanda-tandanya adalah daun yang terserang seperti tertutup lapisan tepung putih, kemudian daun rontok. Tepung putih ini adalah misellium cendawan. Serangan cendawan ini mudah meluas karena spora diterbangkan angin. Kelembapan tinggi ditengarai memicu perkembangbiakan cendawan. Oleh karena itu, hindari penyiraman berlebihan, semprotkan pstisida sebulan setelah tanam 2-4 pekan kemudian secara periodic. Jika terlanjur terserang, aplikasikan pestisida berbahan aktif mycobu tamil atau micronize.

Penyakit noda merah  (red spot), disebabkan oleh cendawan Diplocarpon earliana atau Gloeosporium fragariae. Serangan noda merah berakibat  daun memiliki  bercak-bercak berdiameter antara 1 hingga 5 mm seperti terbakar berwarna merah keunguan dengan bentuk tidak teratur. Bercak merah keunguan ini juga berkembang pada tangkai bunga, tangkai buah, bunga, kaliks, dan buah.  Bila pada bagian-bagian itu terserang maka daun, bunga, atau buah akhirnya mati karena tangkainya tidak berfungsi lagi dalam penyaluran air dan makanan.  Cara pengendalian yang paling efektif, adalah dengan fungisida  Benlate.
Sedangkan penyakit Grey mould,  disebabkan oleh cendawan  Botrytis cinera. Umumnya jenis sasaran penyakit ini adalah bagian atas tanaman, sehingga bagian yang terserang akan bernoda cokelat  kemudian tertutup oleh lapisan yang agak tebal berwarna abu-abu kecokelatan.  Buah tanaman adalah yang paling banyak terserang penyakit ini. Pengendalian penyakit ini adalah menyemprot tanaman dengan fungisida  Benlate atau Curamil. Cendawan ini merupakan biangkeladi penyakit kapang kelabu yang banyak menginfeksi stroberi yang ditanam di Indonesia. Ketika kelembapan tinggi dan suhu rendah, cendawan lebih mudah berkembangbiak. Cendawan itu mampu bertahan dalam tanah, sehingga intensi grey mould atau kapang kelabu sulit untuk dihindari. Di samping itu, cipratan  air ketika penyiraman atau hujan, adalah  penyebab meluasnya infeksi. Pemakaian mulsa plastik cukup membantu pencegahan.

Dan terakhir adalah penyakit busuk antraknosa (blak spot), yang disebabkan oleh Colletotrichum  fragariae. Cendawan ini dikelompokkan dalam dua bagian, yakni penyebab antraknosa pada buah dan penyebab antraknosa pada stolon, petiole, dan crown. Tanda-tanda buah yang terserang, yakni adanya luka basah (berair) seperti terkena benturan dengan bentuk  lingkaran berwarna cokelat tua. Sedangkan pada stolon dan tangkai daun, patogen ini yang menyebabkan timbulnya luka disekeliling lingkaran stolon. Sebagai tindakan pencegah penyakit ini, maka tanaman harus disemprot dengan fungisida secara teratur setiap minggu sekali.  Terutama pada musim hujan, frekuensi penyemprotan akan lebih baik tiga hari sekali. Namun yang utama adalah menjaga kebersihan lahan dan gunakan irigasi tetes. Sebaiknya diberikan per alur untuk mencegah serangan meluas.

2. Penyakit tanaman stroberi  yang disebabkan oleh bakteri
Tanaman stroberi yang terserang penyakit karena  bakteri tidak banyak jenisnya. Dan penyakit-penyakit yang diakibatkan bakteri yang terpenting, antara lain: Penyakit layu bakteri,  disebabkan oleh  Pseudomonas  solanacearum.  Penyebab penyakit ini  bayak ditemukan pada semaian pembibitan.  Dan yang paling mudah terserang adalah  tanaman yang masih kecil, sedangkan tanaman yang sudah  besar atau dewasa akan lebih tahan. Karena  adanya persenyawaan  B-D-glukogalin yang diproduksi daun stroberi untuk  menghambat pertumbuhan bakteri.  Tanda-tanda adanya penyerangan penyakit ini akan tampak pada tanaman muda yang ditunjukkan dengan jaringan rusak dan  akan tampak rongga-rongga pada xylem yang mengakibatkan  terhentinya jalan air dari tanah ke atas tanaman, sehingga tanaman  menjadi layu. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan membersihkan sekitar semaian dan melakukan fumigasi tanah untuk mengurangi penyebaran lebih luas  penyakit ini. Penyakit bercak pada daun, disebabkan oleh  Xanthomonas  fragariae.  Tanda-tandanya akan tampak pada permukaan bagian bawah daun dengan luka berair. Lama- kelamaan luka ini makin melebar dan membentuk persegi di antara tulang daun. Untuk mencegah atau pengenalian dapat menggunakan antibiotik oksitetrasiklin atau agrimisin.
Sedangkan penyakit hawar daun atau pembusukan pada  daun, disebabkan oleh cendawan  Phomopsis  obcurans.  Penyakit ini ditandai dengan adanya noda berbentuk  bulat hingga 6 bulatan  dengan bagian tengah berwarna  abu-abu dan pada tepinya terdapat lingkaran merah keunguan. Kemudian pada noda yang sudah lama akan berkembang hingga noda membentuk luka menyerupai huruf  V.


3.     Penyakit tanaman stroberi yang disebabkan oleh mycoplasma like organism (MLO)
Tanaman stroberi karena penyakit yang disebabkan oleh  mycoplsma like organism  (MLO), antara lain: Penyakit aster  yellows,  menunjukan gejala berupa daun berukuran kecil, tangkai daun lebih pendek, klorotik, serta helai daun melengkung  ke atas (cupping). Pada daun tua terdapat warna kemerahan, kemudian tanaman akan mati mendadak yang ditandai  dengan semua daun rebah merata pada tanah.  Pada tanaman yang sudah berbuah, dengan adanya serangan ini maka buah yang terbentuk akan memiliki daun-daun berukuran kecil. Sedangkan serangan pada bunga akan menyebabkan berubahnya bunga, seperti daun  (phylloid). Penyerangan penyakit ini dapat dikendalikan dengan melakukan pengendalian wereng daun. Sedangkan penyakit green petal, memiliki gejala yang mirip dengan penyakit aster yellows, bahkan sukar untuk dibedakan dari keduanya. Namun  petal  bunga yang terserang lama-lama akan berubah menjadi merah dan buahnya berubah menjadi seperti kancing karena receptacle membengkak. Dan yang terakhir adalah penyakit witches broom atau sapu setan, dengan tanda-tanda pertumbuhan stolon sangat pendek, sehingga anakan sangat dekat dengan induknya dan memberi penampilan seperti sapu.


4.    Penyakit tanaman stroberi yang disebabkan oleh virus
Virus yang menyerang tanaman stroberi tidak menampakkan gejala yang nyata karena virus-virus ini cukup kompleks. Tanaman yang terserang virus dapat ditandai dengan hilangnya vigor dan pertumbuhan tanman tidak normal karena terhambat. Virus yang ada pada tanaman dari masa tanam awal hingga masa tanam berikutnya akan semakin banyak, sehingga tanaman akan tampak keriput, totol-totol atau mottle, warna daun kekuningan di sepanjang tulang daun, begatu pula dengan ujung daun akan menjadi kuning atau mengalami  klorosis.





























Sunday, 21 August 2016

Cara Bertanam Stroberi

 Cara Bertanam Buah Stroberi
Tanaman buah stroberi semakin dikenal dan dimanfaatkan buahnya tidak saja untuk dikonsumsi tetapi lebih dari itu, misalnya dapat dimanfaatkan untuk  kesehatan. Buah stroberi segar dapat dikonsumsi langsung atau dapat diolah melalui diproses-proses di pabrik besar maupun kecil.   Pembudidayaan  tanaman buah ini  di Indonesia khususnya semakin luas meski varietasnya sangat minim karena disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia.

A. Jenis Tanah
Tanaman buah stroberi akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan drainase yang baik, yakni  tanah lempung berpasir dengan pH 5,4-7,0. Tanaman ini dapat ditanam langsung pada tanah atau memakai bedeng-bedeng dan memakai pot.  Sebelum penanaman dimulai,  kondisi tanah bebas dari gulma terutama gulma tahunan yang mempunyai batang dalam tanah dan umbi.  Tanah harus  digarpu atau diaduk untuk menghindari terjadinya pemadatan tanah pada lapisan di bawah tanah. Karena tanah yang telah menjadi padat akan menyebabkan tanaman tidak berkembang dengan leluasa dan tentu saja perkembangan tumbuh tanaman  pun akan terhambat dan menjadi kerdil karena resapan  dan  sebaran air akan menjadi tergenang pada akar. Akibat lain dari tanah becek, adalah  dapat mempertinggi  terjadinya penyakit  red  core/red stele pada akar yang disebabkan oleh  Phytophthora  fragariae.
Setelah lahan untuk penanaman tanaman buah ini disiapkan, sebaiknya mulai dengan pengerjaan  persiapan tanah beberapa minggu sebelum penanaman. Bila perlu lakukan pengapuran untuk menaikkan pH.  Untuk meningkatkan pH dapat digunakan kapur klasit atau dolomit.  Sesudah pengapuran,  dibiarkan lahan selama 2-3 minggu sebelum penanaman. Pada  kontur tanah yang memiliki pH rendah, umumnya pertumbuhan tanaman akan  terhambat karena kurangnya unsur fosfor, kalsium, dan molibdenum.  Namun, unsur yang berlebihan akan ditemukan pada  mangan, besi,  dan alumunium.
Kelebihan aluminium pada tanah akan menghambat pertumbuhan akar dan translokasi unsur-unsur lain ke dalam tanaman, sehingga perkembangan tanaman semakin lama semakin memburuk. Sedangkan tujuan pemberian kapur untuk meningkatkan efisiensi penyerapan hara dan untuk meniadakan pengaruh racun pada alumunium dan menyediakan unsur kalsium. Pemberian kapur dapat dilakukan dalam skala tertentu. Misalnya untuk menaikkan pH tanah menjadi 6,0 maka kapur yang dibutuhkan (ton/ha) = 2,1 x kandungan Al yang dapat diperuntukan (dalam satuan me/100 g). Kandungan tanah yang memiliki tingkat aluminium tinggi atau rendah dapat dianalisis ke labolatorium. 
Pada  lahan kering diberikan kalsit sekitar 4 ton per hektar, sedangkan  doloit jumlah pemakaiannya mencapai 6-7 ton per hektar. Kemudian tanah diberi pupuk kandang yang disesuaikan dengan jenis pupuknya. Apabila jenis pupuk kandang yang diberikan adalah jenis basah maka pemakaiannya mencapai jumlah 40 ton/ha, sedangkan jenis pupuk kandang kering cukup 20 ton/ha. Setelah pemakaian pupuk kandang basah sebaiknya tanah dibiarkan dalam beberapa minggu.
Jika penanaman dalam pot, tanah yang memiliki pH masam dapat dilakukan pengapuran sekitar 100 gram/pot. Dengan mencampurkannya dengan tanah secara merata sebelum tanah dimasukkan dalam pot.
Lokasi dan iklim pun jadi kendala perkembangan tanaman buah ini. Idealnya  stroberi ditanam diketinggian di atas 1.000 m dpl. Tetapi tanaman buah ini jika ditanam pada daerah dataran tinggi, belum menjamin lokasinya akan cocok untuk  ditanami  karena jenis tanaman  ini  menyukai  udara dingin tapi kering seperti di daerah subtropics. Sementara hampir seluruh dataran tinggi di Indonesia  cenderung basah. Begitu musim hujan tiba maka produksi pun akan menurun tajam dan buah pun akan berukuran kecil dan rasanya tidak manis. Oleh karena itu,  stroberi butuh cahaya cukup agar berbuah lebat dan manis.

Untuk pengadukan tanah agar tidak terjadi pemadatan, lahan seluas itu diolah dengan  memakai traktor. Hal itu dilakukan sebelum sterilisasi berlangsung. Pengadukan atau pembalikan tanah dengan traktor dapat mencapai kedalaman hingga  30 cm. Setelah pengadukan usai maka kapur dan pupuk kandang  ditebarkan di atasnya. Untuk mengetahui tepat tidaknya pemberian methan sodium, biasanya   MNA melakukan kalibrasi. Dengan meneteskan air kesekeliling lahan  yang melintang di bawah traktor dengan drum berisi air berkeliling lahan. Hal  itu menandakan jumlah air yang habis menunjukkan dosis methan sodium yang diperlukan untuk lahan tersebut. Kemudian methan disemprotkan. Untuk luas 1 ha dibutuhkan sekitar 300 hingga 400 liter. Bahan itu  dicairkan dalam 1.600 hingga 1.700 liter air sehingga diperoleh larutan 2.000 liter yang disemprotkan ke seluruh permukaan lahan seperti saat kalibrasi.  Karena  methan sodium diberikan dalam bentuk cair maka  kelembapan tanah harus dipertahankan pada kisaran 60-70 persen. Maksudnya agar larutan berubah menjadi gas. Kemudian, pada tahap berikutnya meningkatkan kelembapan hingga mencapai  80 persen. Peningkatan pelembapan betujuan agar  gas yang terbentuk dari cairan meresap ke dalam tanah. Apabila  kelembapan kurang dari itu, gas  yang terbentuk  menguap ke udara. Oleh sebab itu, perusahaan yang termasuk besar ini menjaga kelembapan tanahnya  dengan mengalirkan air melalui sprinkle yang diatur dengan jarak tertentu.
Penanaman buah stroberi umumnya dapat dipraktekkan pada penanaman langsung atau ditanam di lapang/kebun dan memakai media wadah atau pot yang dikembangkan dalam rumah plastik/greenhouse.

1. Jenis Tanah untuk Penanaman Langsung
Tanaman stroberi dapat langsung ditanam pada tanah lapang. Untuk menghasilkan buah dengan ukuran besar, dengan rasa manis dan segar, serta warna merah menyala haruslah memperhatikan hal-hal berikut.
a.    Tanah liat berpasir tetapi tidak memadat.
b.    Tanah berstuktur subur, gembur, dan banyak mengandung     bahan organic serta berdrainase baik.
c.    Tanah bebas dari gulma atau akar tanaman berumbi
d.    pH  atau reaksi tanah sebaiknya antara 5,4 hingga 7,0 dan bebas dari wabah penyakit soil borne atau tular tanah.
e.    Air tanah haruslah dangkal  dengan kedalaman 50 hingga 100 cm dari permukaan tanah.

2. Jenis Tanah untuk Penanaman Memakai Pot
Tanaman stroberi tidak saja dapat tumbuh di tanah lapang yang luas, tetapi juga dapat tumbuh di tanah sempit atau terbatas dengan media pot. Jenis pot atau wadah yang akan digunakan sangat beragam, misalnya pot atau wadah terbuat dari plastik, tanah liat, keramik, atau kaleng. Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ukuran terkecil hingga paling besar. Ukuran pot yang akan digunakan untuk menanam buah stroberi, sebaiknya pilih pot dengan ukuran 7 cm hingga 20 cm diameternya.    Adapun tanah dalam pot yang akan ditanami stroberi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
a.     Tanah tidak memadat dan harus mudah meresap air atau mudah poreus.
b.    Tanah bebas dari gulma
c.    Tanah memiliki pH 6,5 hingga 7,0 dan bebas penyakit dari wabah penyakit soil borne atau tular tanah.
d.    Keadaan tanah subur dan gembur serta dapat menyimpan air berlebihan.


B. Sistem Penanaman yang Baik
Di Indonesia tanaman stroberi dapat ditanam sepanjang tahun. Sedangkan mulai penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan. Kita dapat menanamnya di tanah lapang atau memakai pot. Dan penanaman dapat dilakukan dengan teknik penanaman bibit pada bedengan atau guludan tanpa mulsa, prinsipnya sama dengan system bedengan atau guludan bermulsa plastik. Perbedaan hanya terletak pada teknik pemupukan. Pemupukan pada bedengan atau guludan tanpa mulsa platik dilakukan secara bertahap. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan per satuan luas lahan terdiri atas: Urea 200 kg ditambah TSP 250 kg ditambah KCl 150 kg/ha. Diberikan pada saat tanam pupuk dengan takaran sebanyak sepertiga dosis. Pada waktu tanaman telah berumur 1 ½  hingga 2 bulan setelah tanam, pupuk diberikan sebanyak duapertiga dosis. Cara pemberian pupuk dasarnya dengan disebar dan dicampur merata bersama lapisan tanah atas atau dapat pula dimasukkan ke lubang pupuk pada bibit tanaman stroberi.

1. Jenis penanaman berdasarkan medianya
a. Penanaman di lapang terbuka atau tertutup
Tata cara penanaman bibit stroberi pada tanah lapang, adalah sebagai berikut.
1)     polybag atau kantong plastik bening/ hitam  berisi tanah  yang sudah ditanami bibit buah stroberi disiram dengan air bersih hingga tanah agak basah.
2)    buatlah lubang dipermukaan tanah bedengan atau guludan yang akan ditanami stroberi. Membuat lubang kira-kira 15 cm dengan memakai kored. Sebaiknya jarak antarlubang tidak terlalu dekat, kira-kira 40x40 cm.
3)     sobek atau gunting polybag dan keluarkan bibit tanaman stroberi  dari polybag. Lepaskan polybag dan biarkan utuh bibit dan tanahnya. Kemudian masukkan dalam  lubang tanah.
4)    satu per satu bibit tanaman stroberi ditanam pada lubang tersebut. Lakukan dengan tertib dan jangan tergesa-gesa.
5)     tanah sekitar pangkal batang bibit tanaman disiram dengan air bersih, sehingga tanah lembap atau agak basah.

b. Penanaman di pot
Tahapan-tahapan penanaman buah stroberi dengan memakai media pot sebagai wadah, adalah sebagai berikut.
1)     siapkan bahan-bahan penunjang yang akan digunakan, meliputi tanah, wadah/pot, pecahan genting atau bata merah, gembor, tutup plastik.
2)     dasar pot diberi lapisan pecahan genting atau batu bata, kemudian isi tanah hingga pot penuh.
3)     tanah dalam pot disiram dengan air bersih hingga tanah agak basah atau lembap.
4)     lubangi permukaan tanah di tengah-tengah pada pot, kemudian masukkan tanaman dari polybag dengan menggunting plastik. Usahakan akar tanaman tidak rusak dan tanam ditengah pot dengan keadaan berdiri. Tutup sekeliling tanaman yang sudah dimasukkan ke tanah dengan tanah dan tekan-tekan perlahan agar permukaan tanah padat.
5)    beri air atau siram tanah pada pot hingga tanah menjadi lembap, kemudian pot-pot itu disimpan di tempat teduh, setelah 7 hingga 15  tanaman akan tampak segar karena tanaman sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan.
6)     penanaman tanaman pada pot sangat bergantung pada lingkungan tumbuh, misalnya tempatkan pot di atas rak-rak atau pot digantung, atau dapat pula dengan diletakkan di tanah. Pot-pot tanaman itu harus mendapatkan sinar matahari pagi dengan jarak antar pot tidak terlalu dekat.

2. Pemberian Jarak Tanam
Apabila menanam stroberi di tanah lapang, sebaiknya tanah diatur tidak terlalu berdekatan atau buatlah jarak. Jarak antara bedengan atau guludan tanah dengan jalan tidak berdekatan. Tujuan pembuatan jarak ini untuk menghindari injakan daerah penanaman stroberi, ketika dalam perawatan. Adapun pemberian atau pembuatan jarak itu dapat dilakukan dengan berbagai system, yakni:
a.    Sistem guludan atau bedengan (hill system) dengan satu baris, dua baris, atau empat baris tanaman di dalam satu guludan.
b.    Sistem permadani.
c.    Sistem permadani berjarak.
d.    Sistem kolom vertikal.

Jika tanah lapang yang tersedia cukup luas, maka pilihan system penanaman lebih leluasa. Lain halnya dengan lahan yang tersedia kecil atau sempit, sebaiknya system yang digunakan adalah bedengan atau guludan tunggal atau system baris tunggal. Pembuatan bedengan tunggal ini  bertujuan agar aerasi akar lebih baik sehingga perkembangan akar lebih sempurna serta  kemungkinan tanaman terserang penyakit menjadi lebih rendah.
Bibit tanaman yang ditanam pada tanah lapang dalam setiap hektarnya, diperkirakan berjumlah 85.000 hingga 110.000 tanaman. Untuk mendapatkan buah yang besar, sebaiknya setiap 7 hingga 10 hari sekali stolon yang terbentuk dibuang, sehingga rumpun stroberi hanya berupa mahkotanya saja. Langkah ini bertujuan agar energi yang diperoleh tanaman dapat terpusat pada pertumbuhan dan perkembangan mahkota utama saja, sehingga dapat dihasilkan buah yang besar dan menarik. Di samping itu, populasi tanaman pada setiap luasan  tertentu lebih tinggi karena jarak tanam antarbaris maupun dalam baris dapat diperkecil.
    Tujuan dari pemberian jarak dalam penanam stroberi tidak saja menghindari tanah sekitar tanaman aman, tetapi juga memudahkan dalam penyiraman. 



Penanaman dengan sistem permadani adalah membiarkan stolon tumbuh bebas, sehingga akar menjalar dengan jarak lebih luas. Semakin tanaman tumbuh membesar jarak antar tanaman pun akan semakin sempit. Pada  sistem penanaman permadani terbatas (spaced matted row), penanaman dibatasi dengan jumlah 5 hingga 6 stolon. Penanaman terbatas ini bertujuan agar tanaman induk berkembang membentuk stolon. Jarak tanam antarbaris yakni 60 cm, sedangkan jarak antar tanaman pada setiap  baris, yakni 15-20 cm.
Begitu pula penanaman pada pot harus diberi jarak tumbuh antara pot yang satu dengan pot lainnya.
2. Pemberian Air
Pemberian air pada tanaman stroberi dimulai sebelum penanaman dengan tujuan agar tanah yang siap ditanam tetap dalam keadaan lembap. Begitu penanaman selesai maka pemberian air pun dilakukan kembali. Pemberian air harus dilakukan teratur dan terus menerus, terutama pada musim panas/ kemarau. Karena  bila keadaan tanah kering akan mempengaruhi hasil produksi. Tanaman tidak akan tumbuh dengan baik maka buah yang dihasilkan pun tidak seperti yang kita harapkan.
Tanaman yang tumbuh dengan kontur tanah lembap ini, tidak berarti pemberian air dapat dilakukan sembarangan atau seenaknya. Pemberian  air jangan terlalu banyak bergantung pada kebutuhan kontur tanah yang dapat dilihat pada struktur tanah, kelembapan udara dan temperatur udara setempat. Lain halnya jika tanah atau lahan yang ditanami berkontur baik atau berdrainase baik maka komposisi air yang diperlukan adalah 20 hingga 25 liter untuk setiap meter persegi.
Pada tanaman stroberi dalam pot pun, kelembapan tanah harus tetap diperhatikan. Jangan sampai tanah mongering. Oleh karena itu, harus dilakukan penyiraman terus menerus, terutama pada musim kemarau. Sebaiknya penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yakni penyiraman di padi hari dan sore hari.

a.Sistem Pemberian Air
Pemberian  air atau penyiraman dapat dilakukan dengan bermacam cara. Hal itu bergantung pada luas lahan yang ditanami.

1) Memakai springkler
  Umumnya untuk penanaman berjumlah  besar atau lahan yang ditanami luas, penyiraman dilakukan  melalui instalasi sprikler atau melalui alur-alur antarguludan. Bisanya sprinkler dipasang dengan posisi segi tiga, sehingga air yang menyebar akan rata. Pipa induk dapat ditanam atau dibiarkan dipermukaan tanah.                                                                                           

2) Memakai irigasi tetes
Cara pemberian air pada tanaman stroberi yang ditanam di daerah yang sulit air atau sedikit air,  sangat cocok menggunakan system irigasi tetes.  Pemakaian system ini dapat menekan komposisi air karena disiramkan pada setiap tanaman langsung. Air yang diperlukan berjumlah 5 hingga 6 liter per m2 dan system penyiramannya dengan meneteskan langsung di daerah akar. 

3) Memakai system penggenangan alur
Pemberian air dengan system ini berakibat air pada permukaan tanah akan tergenang sehingga permukaan tanah akan becek. Karena  pada dasar tanah guludan ditanam pipa air dan melalui gerakan kapiler menuju ke atas permukaan tanah, sehingga lama ke lamaan air  menggenang dipermukaan   tanah. Meski komposisi ditentukan oleh lama penggenangan, jenis tanah, dan tinggi guludan. Dan penggenangan dapat dihentikan apabila permukaan tanah, yakni sekitar  3-5 cm di bawah permukaan guludan telah menjadi basah. 

b. Masa Pemberian Air
Kuantitas pemberian air pada tanamn stroberi pun tak luput dari pengawasan yang harus diperhatikan. Dengan memperhatikan penyiraman secara terus menerus maka pertumbuhan tanaman pun akan tumbuh dengan subur dan buah yang dihasilkan akan berukuran besar, berwarna merah, dan berasa manis. 
Pemberian air dimulai ketika tanah sebagai media tanaman ini belum ditanami, kemudian secara berkala penyiraman dilakukan pada 2 atau 3 hari sekali setiap pagi atau sore dengan jumlah cukup secara terus menerus. Penyiraman harus lebih diperhatikan terutama jika musim panas. Air diberikan dengan jumlah sedikit, pada masa awal pembungaan dan awal pembentukan buah. Apabila dalam masa-masa ini pemberian air terlalu banyak maka pertumbuhan vegetatif akan lebih banyak dan akhirnya buahpun menjadi gagal atau buah banyak yang tidak jadi. Pemberian air akan semakin berkurang seiring dengan semakin tumbuhnya tanaman atau menjelang stadium dewasa. Yang terpenting adalah tanah jangan sampai kering, tetapi juga tanah tidak becek. Sebaiknya, penyiraman dilakukan dengan cara siram atau dileb. Apabila tanah sudah basah maka seluruh guludan harus diperiksa. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya genangan air di permukaan tanah yang akan mempengaruhi pembuahan. 

3. Pemberian Mulsa
Penggunaan mulsa berupa jerami atau plastik polietilen, bertujuan  untuk menjaga atau mempertahankan kelembapan tanah. Manfaat lain dari pemakaian mulsa, antara lain: menjaga temperatur tanah, menjaga agar tetap bersih, mencegah tumbuhnya gulma, dan dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan  lontainer pada waktu panen.

a. Pemakaian Jerami
Pada saat penanaman sudah selesai dilakukan, maka  jerami pun  mulai diselipkan pada sekeliling tanaman dan di bawah tangkai tanaman stroberi. Jerami yang diperlukan dalam setiap satu hektar lahan, adalah 8 hingga 10 ton. Pemakaian mulsa dengan jerami, biasanya dilakukan untuk penanaman stroberi dalam jumlah kurang dari   satu hektar. Sedangkan pemakaian jerami untuk lahan dengan jumlah berhektar-hektar, tentu saja kesulitan. Jadi pemulsaan untuk lahan yang memiliki luas lebih dari satu hektar biasanya memakai plastik.

b. Pemakaian Plastik 
Plastik yang digunakan untuk menutupi lahan atau dalam proses pemulsaan,  dapat memakai plastik polietilen berwarna hitam, biru, abu-abu atau bening.  Pada penggunaan plastik berwarna  hitam, gulma dapat dihindarkan secara efektif.  Sedangkan pada pemakaian plastik bening, sebelum lahan ditutup sebaiknya  tanaman diberi herbisida terlebih dahulu. Dan pemasangan plastik dapat dilakukan sebelum atau sesudah penanaman.
Adapun tahapan-tahapan pemasangan plastik yang  dilakukan  sebelum penanaman dimulai,   adalah sebagai berikut.
1) Lahan yang sudah siap ditutup plastik dengan membentangkannya. Penutupan dengan plastik ini harus tertutup rapat dengan setiap sisi plastik diberi pemberat berupa batu atau dikuatkan dengan memakai pasak bambu agar plastik tidak terbuka.
2)     Lubangi plastik untuk menanam stroberi dengan  jarak tanam, yakni 30 cm, 40 cm, atau 50 cm.  Pembuatan lubang pada plastik dapat dilakukan dengan  api  (blow torch),  pisau atau gunting.
3)    Setelah pembuatan lubang pada plastik selesai, masukkan  atau tanam bibit pada lubang yang sudah disiapkan.
4)    Tanah di sekitar plastik diberi herbisida untuk mencegah gulma.

4. Pembersihan Lahan
Penyiangan atau pembersihan gulma atau rumput-rumput  liar yang tumbuh di sekitar lahan penanaman stroberi  harus dilakukan. Jika gulma-gulma ini dibiarkan tumbuh di sekitar tanaman maka akan mengganggu pertumbuhan tanaman karena gulma-gulma ini akan bersaing dengan tanaman stroberi  untuk mendapatkan air, unsur hara , dan sinar matahari.   Di samping itu, penyiangan  dilakukan agar lahan tampak bersih dan menghindari terjadinya sarang hama atau penyakit. Sedangkan penyiangan pada guludan atau bedengan bermulsa plastik  dilakukan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh di sekitar rumpun tanaman stroberi dan membersihkan rumput dalam parit.
Pembersihan lahan pada tanaman pot dapat dilakukan dengan mencabuti rumput liar atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman dan secara teeratur dicabuti, sekaligus penggeburan tanah.

5. Pemberian Pupuk
Pemberian pupuk pertamakali diberikan  sebelum penanaman dilakukan. Pupuk yang ditaburkan pada lahan yang akan ditanami stroberi, yakni  campuran pupuk (majemuk) dengan perbandingan 12:10:18  (N:P:K) sebanyak 300-400 kg/ha. Selain unsur makro NK juga perlu diberikan mangan dan besi dalam bentuk sulfat sebanyak 1 hingga 2 kg/ha.  Atau dalam dosis 2/3 x (200 kg Urea  ditambah 250 kg TSP ditambah 150 kg KCl) = 133,33 kg Urea ditambah 166,67 kg TSP ditambah 99,00 kg (100 kg) KCl.
Pemberian unsur ini bertujuan  untuk mencegah defisiensi unsur mikro. Sedangkan pemberian pupuk pada system penyiraman melalui sprinkler dan pengairan alur, diperlukan 50 persen untuk disebarkan, sebagian lagi ditanam sebelum penanaman dilakukan dan sebulan kemudian sisanya ditaburkan. Dan sebaran pupuk untuk  sistem penyiraman air irigasi tetes, pupuk yang diberikan sebelum penanaman sebanyak 50% dan sisanya diberikan pada bulan berikutnya.
Pupuk yang bersumber N dan K yang digunakan adalah amonium nitrat, amonium sulfat, kalium nitrat, kalium sulfat, atau kalium klorida. Dengan memberikan unsur N dan  K sebanyak 2,5-3,0 kg/minggu. Dengan perhitungan: amonium nitrat 33,5%  N, kalium klorida 60%  K2O.
Pemberian pupuk pada tanaman dalam pot, dimulai seminggu setelah tanam dan pemupukan berikutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 1 atau 2 bulan setelah tanam. Setelah pemupukan selesai, kemudian siram dengan menggunakan air bersih agar pupuk dapat diserap larut dan diisap tanaman.

Tabel:  Pemupukan dalam pot

Takaran dan jenis unsur             Masa pemberian unsur

Urea 2 sdt TSP ½ sdt KCl ½ sdt/pot      seminggu setelah tanam
Urea ½ sdt TSP 1 sdt   KCl 1 sdt/pot  1-2 bulan setelah tanam

Sumber: diadaptasi dari Ir. H. Rahmat Rukmana

Jika pemupukan yang diberikan tidak seimbang  atau tidak melakukan pemupukan maka tanaman akan kekurangan suatu hara esensial yang akan ditandai dengan munculnya tanda-tanda pada daun atau seluruh tanaman. 

6. Pemangkasan pada tanaman
Pemangkasan dilakukan jika tanaman tumbuh sangat  rimbun dengan banyak daun dan sulur,  sehingga akan menghambat  pembungaan atau pembuahan. Sebaiknya daun-daun yang terlalu rimbun dan bersulur dipangkas secara teratur, terutama daun-daun tua atau daun rusak yang disebabkan oleh hama dan penyakit. Biasanya pemangkasan dilakukan pada bunga pertama agar tanaman menjadi lebih dewasa untuk melangkah ke fase generatif dan memiliki batang yang kokoh. Sedangkan pemangkasan pada buah yang masih pentil dengan  tumbuh berlebihan, bertujuan agar dapat memperoleh buah berukuran besar dan berkualitas prima. Sebaiknya setiap tangkai disisakan satu butir buah yang terbaik.

Begitu pula pemangkasan pada tanaman dalam pot, tidak jauh berbeda dengan di lapangan. Daun yang terlalu rindang dibuang karena akan menghambat pertumbuhan buah, sehingga tanaman akan menghasilkan buah kecil. Pada  stadium pentil sebaiknya lakukan pemangkasan dan lakukan secara rutin. 


C. Pemanenan
Bila pembibitan buah stroberi menggunakan bibit asal stolon yang vigor dengan peranakan banyak, maka buah dapat dipanen setelah 8 minggu penanaman. Dan masa panen akan berlangsung selama 3 hingga 4 minggu, setiap minggu dapat dilakukan 2 kali pemanenan.  Sebaiknya pemanenan dilakukan pada pagi hari atau sore hari, ketika intensitas sinar matahari berkurang. Buah stroberi dengan tingkat kematangan 75 hingga 90 persen bergantung daerah tujuan pemasaran –ditunai. Caranya, memotong tangkai dengan kuku ibu jari dan telunjuk atau menggunakan gunting pada bagian tangkai buah serta kelopaknya.  Buah stroberi yang akan dipasarkan langsung untuk konsumsi segar dipetik dengan kaliksnya, sedangkan untuk pengolahan dipetik  tanpa kaliksnya karena buah langsung diolah.

Pada tanaman yang subur dapat dipetik 4 hingga 6 buah dengan berat rata-rata 600 atau 700 gram/buah. Besar atau tidaknya hasil panen dapat ditentukan dari varietas stroberi yang ditanam serta tingkat pemeliharaan tanaman.
Setelah pembungaan dua minggu kemudian buah akan muncul yang semakin hari warna buah akan semakin nyata.  Karakteristik buah yang akan dipanen dapat ditentukan dengan ciri-ciri, yakni buah berwarna merah keseluruhan,  hijau kemerahan atau kuning kemerahan dan kulit buah bertekstur empuk serta menebarkan aroma harum yang khas.

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Stroberi

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Stroberi
Dalam setiap tanaman gangguan serangga, tungau, dan nematoda merupakan ancaman yang selalu ada. Di samping hama-hama itu dapat merusak  langsung pada tanaman, seperti kerusakan pada akar, daun, bunga, dan buah maka serangga dan tungau pun merupakan pembawa virus dari tanaman sakit yang kemudian ditularkan ke tanaman lainnya. Dengan demikian tanaman yang sehat pun akan dengan  mudah terjangkiti hama atau penyakit. Penyebaran ini umumnya berjalan sangat cepat, sehingga  memerlukan penanganan yang cepat.

A. Hama
Tanaman subtropics ini tidak tahan pada  gangguan hama, dan hama-hama yang  biasa menyerang adalah jenis serangga dan tungu. Hama-hama ini dapat merusak akar, batang, bunga, dan buah. Adapun jenis serangga ini dapat dikelompokkan dalam kelompok pengisap cairan tanaman, pemakan bagian tanaman, penggerek tanaman, dan nematode yang menyerang tanaman.



Tabel: Pengelompokkan hama serangga,  tungu, dan nematoda pada tanaman stroberi

1. Aphid
Hama ini adalah penghisap cairan tanaman. Pengendalian dilakukan dengan pemberian insektisida, Thiodan,     Paration. Caranya dengan penyemprotan secara teratur sepanjang musim penanaman.
2. Tungau,  spider mite
Penyemprotan Kelthane-AP ke bagian bawah daun.
3. Kepik   
Pemberantasan dilakukan dengan Mevinfos  atau  Undeen       

4. Kutu putih    
Kutu ini diberantas dengan insektisida organofosfo.
5. Kumbang moncong
Kumbang  ini adalah  pemakan  tanaman.  Hama ini dibasmi dengan Nexion atau Thiodan dilakukan pada waktu pembungaan mulai.
6. Larva kumbang  & kupu-kupu
Kelompok penggerek pemberian Parathion ke dalam tanah sebelum penanaman.
7. Pratylenchus penetrans,  Longidorus  elongatus, dan Roty lenchus robustus
Nematode perusak akar ini diberantas dengan metilbromida sebanyak 75 kg/1.000 m2 pada saat 3-6 minggu sebelum, penanaman.
Kemudian, masih banyak  lagi jenis hama perusak tanaman stroberi ini.

B. Penyakit pada Tanaman Stroberi
1. Penyakit yang  Disebabkan oleh Cendawan
Selain karena hama yang diterbangkan oleh serangga atau kutu, jenis rongrongan lainnya adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan atau jamur, bakteri, micoplasma-like organism, dan virus, antara lain: Penyakit empulur merah  (red core/ red stele), yakni penyakit pada tanaman stroberi yang disebabkan oleh cendawan  atau jamur Phytophthora  fragariae. Penyakit ini akan menyerang tanaman yang memiliki drainase kurang baik atau    tanah bereaksi asam.  Tanda-tanda tanaman yang terserang,  adalah gejala layu dan mati karena kekurangan air dan makanan akibat  rusaknya jaringan xylem dan floem. Meski daun berubah menjadi layu tetapi  masih berwarna hijau.  Cara terbaik untuk pengendalian langsung masih belum ditemukan. Agar tidak terjangkit penyakit jenis ini., sebaiknya perhatikan pemakaian varietas yang lebih tahan.  Misalnya kultivar Aberdeen,  Frith,  dan Sheldon.  Pencegahan adalah fumigasi tanah sebelum penanaman.
Penyakit layu verticillium, disebabkan oleh Cendawan Verticillium  alboatrum. Tanaman stroberi yang terserang pada awalnya akan menunjukan gejala tepi dan intervein berwarna cokelat pada daun bagian luar, sedangkan daun bagian dalam masih tampak hijau, tetapi pertumbuhanmya terhambat.  Sebelum tanaman layu keseluruhan, sebaiknya dikendalikan dengan fumigasi tanah, yakni  dengan memberikan campuran kloropikrin dan metilbromida  (1:1) sebanyak 330-500 kg/ha.  Kemudian tanah ditutup dengan plastik poietilen.
Penyakit pembusukan pada  akar pythium, diakibatkan oleh cendawan  Pythium spp.,  yang menyerang akar, sehingga akar-akar   muda berubah menjadi busuk dan menghitam. Tanda-tanda lainnya adalah tanaman menjadi kerdil dan tidak responsif terhadap pemupukan nitrogen.  Sebaiknya gunakan Fumigasi tanah untuk mengendalikan serangan penyakit ini.
Penyakit powdery mildew, ditimbulkan oleh Cendawan  Sphaerotheca mascularis f.sp. fragariae.  Tanda-tandanya adalah daun yang terserang seperti tertutup lapisan tepung putih, kemudian daun rontok. Tepung putih ini adalah misellium cendawan. Serangan cendawan ini mudah meluas karena spora diterbangkan angin. Kelembapan tinggi ditengarai memicu perkembangbiakan cendawan. Oleh karena itu, hindari penyiraman berlebihan, semprotkan pstisida sebulan setelah tanam 2-4 pekan kemudian secara periodic. Jika terlanjur terserang, aplikasikan pestisida berbahan aktif mycobu tamil atau micronize.







Gambar Penyakit Powdery mildew

Penyakit noda merah  (red spot), disebabkan oleh cendawan Diplocarpon earliana atau Gloeosporium fragariae. Serangan noda merah berakibat  daun memiliki  bercak-bercak berdiameter antara 1 hingga 5 mm seperti terbakar berwarna merah keunguan dengan bentuk tidak teratur. Bercak merah keunguan ini juga berkembang pada tangkai bunga, tangkai buah, bunga, kaliks, dan buah.  Bila pada bagian-bagian itu terserang maka daun, bunga, atau buah akhirnya mati karena tangkainya tidak berfungsi lagi dalam penyaluran air dan makanan.  Cara pengendalian yang paling efektif, adalah dengan fungisida  Benlate.
Sedangkan penyakit Grey mould,  disebabkan oleh cendawan  Botrytis cinera. Umumnya jenis sasaran penyakit ini adalah bagian atas tanaman, sehingga bagian yang terserang akan bernoda cokelat  kemudian tertutup oleh lapisan yang agak tebal berwarna abu-abu kecokelatan.  Buah tanaman adalah yang paling banyak terserang penyakit ini. Pengendalian penyakit ini adalah menyemprot tanaman dengan fungisida  Benlate atau Curamil. Cendawan ini merupakan biangkeladi penyakit kapang kelabu yang banyak menginfeksi stroberi yang ditanam di Indonesia. Ketika kelembapan tinggi dan suhu rendah, cendawan lebih mudah berkembangbiak. Cendawan itu mampu bertahan dalam tanah, sehingga intensi grey mould atau kapang kelabu sulit untuk dihindari. Di samping itu, cipratan  air ketika penyiraman atau hujan, adalah  penyebab meluasnya infeksi. Pemakaian mulsa plastik cukup membantu pencegahan.







Gambar Penyakit Grey mould
Dan terakhir adalah penyakit busuk antraknosa (blak spot), yang disebabkan oleh Colletotrichum  fragariae. Cendawan ini dikelompokkan dalam dua bagian, yakni penyebab antraknosa pada buah dan penyebab antraknosa pada stolon, petiole, dan crown. Tanda-tanda buah yang terserang, yakni adanya luka basah (berair) seperti terkena benturan dengan bentuk  lingkaran berwarna cokelat tua. Sedangkan pada stolon dan tangkai daun, patogen ini yang menyebabkan timbulnya luka disekeliling lingkaran stolon. Sebagai tindakan pencegah penyakit ini, maka tanaman harus disemprot dengan fungisida secara teratur setiap minggu sekali.  Terutama pada musim hujan, frekuensi penyemprotan akan lebih baik tiga hari sekali. Namun yang utama adalah menjaga kebersihan lahan dan gunakan irigasi tetes. Sebaiknya diberikan per alur untuk mencegah serangan meluas.














Gambar Penyakit busuk antraknosa

2. Penyakit tanaman stroberi  yang disebabkan oleh bakteri
Tanaman stroberi yang terserang penyakit karena  bakteri tidak banyak jenisnya. Dan penyakit-penyakit yang diakibatkan bakteri yang terpenting, antara lain: Penyakit layu bakteri,  disebabkan oleh  Pseudomonas  solanacearum.  Penyebab penyakit ini  bayak ditemukan pada semaian pembibitan.  Dan yang paling mudah terserang adalah  tanaman yang masih kecil, sedangkan tanaman yang sudah  besar atau dewasa akan lebih tahan. Karena  adanya persenyawaan  B-D-glukogalin yang diproduksi daun stroberi untuk  menghambat pertumbuhan bakteri.  Tanda-tanda adanya penyerangan penyakit ini akan tampak pada tanaman muda yang ditunjukkan dengan jaringan rusak dan  akan tampak rongga-rongga pada xylem yang mengakibatkan  terhentinya jalan air dari tanah ke atas tanaman, sehingga tanaman  menjadi layu. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan membersihkan sekitar semaian dan melakukan fumigasi tanah untuk mengurangi penyebaran lebih luas  penyakit ini. Penyakit bercak pada daun, disebabkan oleh  Xanthomonas  fragariae.  Tanda-tandanya akan tampak pada permukaan bagian bawah daun dengan luka berair. Lama- kelamaan luka ini makin melebar dan membentuk persegi di antara tulang daun. Untuk mencegah atau pengenalian dapat menggunakan antibiotik oksitetrasiklin atau agrimisin.
Sedangkan penyakit hawar daun atau pembusukan pada  daun, disebabkan oleh cendawan  Phomopsis  obcurans.  Penyakit ini ditandai dengan adanya noda berbentuk  bulat hingga 6 bulatan  dengan bagian tengah berwarna  abu-abu dan pada tepinya terdapat lingkaran merah keunguan. Kemudian pada noda yang sudah lama akan berkembang hingga noda membentuk luka menyerupai huruf  V.


3.     Penyakit tanaman stroberi yang disebabkan oleh mycoplasma like organism (MLO)
Tanaman stroberi karena penyakit yang disebabkan oleh  mycoplsma like organism  (MLO), antara lain: Penyakit aster  yellows,  menunjukan gejala berupa daun berukuran kecil, tangkai daun lebih pendek, klorotik, serta helai daun melengkung  ke atas (cupping). Pada daun tua terdapat warna kemerahan, kemudian tanaman akan mati mendadak yang ditandai  dengan semua daun rebah merata pada tanah.  Pada tanaman yang sudah berbuah, dengan adanya serangan ini maka buah yang terbentuk akan memiliki daun-daun berukuran kecil. Sedangkan serangan pada bunga akan menyebabkan berubahnya bunga, seperti daun  (phylloid). Penyerangan penyakit ini dapat dikendalikan dengan melakukan pengendalian wereng daun. Sedangkan penyakit green petal, memiliki gejala yang mirip dengan penyakit aster yellows, bahkan sukar untuk dibedakan dari keduanya. Namun  petal  bunga yang terserang lama-lama akan berubah menjadi merah dan buahnya berubah menjadi seperti kancing karena receptacle membengkak. Dan yang terakhir adalah penyakit witches broom atau sapu setan, dengan tanda-tanda pertumbuhan stolon sangat pendek, sehingga anakan sangat dekat dengan induknya dan memberi penampilan seperti sapu.


4.    Penyakit tanaman stroberi yang disebabkan oleh virus
Virus yang menyerang tanaman stroberi tidak menampakkan gejala yang nyata karena virus-virus ini cukup kompleks. Tanaman yang terserang virus dapat ditandai dengan hilangnya vigor dan pertumbuhan tanman tidak normal karena terhambat. Virus yang ada pada tanaman dari masa tanam awal hingga masa tanam berikutnya akan semakin banyak, sehingga tanaman akan tampak keriput, totol-totol atau mottle, warna daun kekuningan di sepanjang tulang daun, begatu pula dengan ujung daun akan menjadi kuning atau mengalami  klorosis.


Sunday, 14 August 2016

SUKSES BERTANAM MELON UNTUK PEMULA

SUKSES BERTANAM MELON UNTUK PEMULA
MENGENAL BUAH MELON
Tentunya setiap orang mengenal buah melon. Melon adalah buah yang mirip dengan semangka. Melon adalah suatu jenis tumbuhan memanjat yang dibudidayakan terutama untuk diambil buahnya.

A. CIRI-CIRI
Tanaman menahun ini asli dari daerah Asia Tengah. Batangnya lunak dan berbulu. Helai daunnya bundar, berlekuk, dnegan tepi bergelombang. Bunganya kecil dengan garis tengah 2,5 centimeter, berwarna kuning dan muncul di ketiak daun.
Buahnya berbentuk bundar. Kulitnya ada yang berwarna hijau, hijau kekuningan, kuning, dan kuning emas. Ciri khas lainnya, buah melon adalah buah yang terdapat jaring-jaring pada kulitnya. Semakin tebal menonjol jaring yang terbentuk pada kulitnya menandakan bahwa melon tersebut telah matang.
Daging buahnya ada yang berwarna hijau dan ada pula yang berwarna kuning. Dagingnya berbeda dengan semangka. Jika semangka berisi penuh daging, tetapi pada melon, bagian dalamnya terdapat ruangan.
Mirip dengan kerabat dekatnya, yaitu semangka dan ketimun, melon mengandung banyak air. Bijinya kecil, pipih, dan banyak. Baunya pun harum.

b. cara mengkonsumsi melon
Sebagaimana umumnya buah lain, melon dapat dibuat makanan maupun minuman.
1. Sebagai bahan makanan
Sebagai bahan makanan, melon dapat dimakan langsung maupun diberi bumbu. Melon sering digunakan sebagai campuran dalam rujak maupun salad. Rasanya tidak kalah dengan buah-buahan lainnya manis dan segar.

2. Sebagai Minuman
Karena sifat dagingnya banyak mengandung air, melon sangat segar untuk dibuat minuman atau juice. Juice melon adalah alternatif minuman buah lainnya.

C. Pemasaran
Sebelum memasuki pasar ekspor, melon biasanya di jual di pasar tradisional, kaki lima hingga toko buah-buahan, dan pasar swalayan. Buah yang yang bentuknya mirip dengan semangka ini telah diterima oleh masyarakat Indonesia sejak lama.
Namun, sebenarnya bagaimanakah melon yang berkualitas itu? Sejak kehadirannya, melon yang dipelihara oleh para petani kita semakin lama semakin meningkatkan kualitasnya. Kualitas melon yang baik adalah dagingnya yang tebal dan manisnya yang semakin bertambah.
Dahulu, banyak sekali kita dapatkan buah melon yang dagingnya berasa hambar tidak manis. Hal ini sempat membuat rasa kapok para  konsumen buah ini.
Belakangan seiring dengan berkembangnya teknologi pertanian, banyak sekali melon yang dihasilkan dengan berkualitas baik. Kini, buah ini kembali banyak digemari orang.
Melon yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh teknik bercocok tanam.  Teknik yang bagaimana yang mempengaruhinya? Teknik bertanam melon yang berkualitas sangat ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut.
1. Pemilihan lokasi
2. Jenis Bibit
3. Pupuk
4. Pemeliharaan
5. Penanganan Hama dan Penyakit
6. Umur Panen
7. Penanganan Pascapanen

Jika hal tersebut terpenuhi, tentunya akan dihasilkan melon yang berkualitas. Dengan demikian, selain akan memasuki pasar lokal, diharapkan buah ini dapat memasuki pasar ekspor.
Dalam bertanam melon tidaklah sukar, siapapun dapat memeliharanya. Hanya saja, ketekunan diperlukan dalam memelihara buah ini.
Diharapkan, jika Anda belum memiliki pekerjaan atau usaha, bertanam melon diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan Anda. Tidak sedikit, orang yang berhasil dengan betanam buah-buahan.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini akan diuraikan bagamana cara bertanam melon. Dengan menggunakan teknik yang sederhana, diharapkan hal ini  dapat diikuti oleh setiap orang yang berminat untuk bertanam melon.

pemilihan lokasi dan pengolahan lahan

Pemilihan lokasi yang  dan pengolahan lahan yang akan adalah tahap awal dalam budidaya melon. Salah memilih lokasi akan mengakibatkan kegagalan dalam budidaya. Untuk itu, pemilihan lokasi harus benar-benar menjadi hal yang utama.

a. pemilihan lokasi
Lokasi adalah hal penting yang harus kita perhatikan. Pemilihan lokasi untuk bertanam melon membutuhkan syarat-syarat khusus. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut.

1. Ketinggian Lahan
Melon dapat tumbuh dari daratan rendah ingga daratan tinggi. Ketinggian yang paling ideal adalah 200m  dpl - 500 m dpl. Bila melon ditanam di bawah 300m dpl, ukuran buahnya besar, tetapi ruangan kosong di dalamnya pun cukup besar. Selain itu, buah ini tidak tahan lama, yaitu cepat busuk. Yang lebih parah lagi, buahnya kurang manis.
Di daerah rendah umur tanaman lebih singkat sehingga pembentukan gula belum maskimal. Did aerahitnggi buah lebih manis, tetapi ukuran lebih kecil. Dengan demikian, untuk tujuan usaha, ketinggian ideal untuk bertanam melon adalah pada ketinggian 400 dpl.

2. Memiliki Sumber  Air
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi penanaman melon adalah daerah tersebut harus memiliki sumber air.  Kita tahu bahwa bertanam apapun memerlukan air yang cukup. Apalagi tanaman ini adalah melon. Melon adalah buah yang sebagian besar terdiri dari air.
Adanya sumber air akan memudahkan dalam pengaturan pemberian air. Suatu ketika tanaman harus tergenang air kemudian harus dikeringkan.

3. Dekat Dengan Sarana Transportasi
Sarana transportasi adalah hal penting dalam bisnis melon. Setelah panen, melon perlu diangkut untuk dipasarkan.













Gambar Orang sedang memanen melon. Kebunnya terletak di pinggir jalan. Truk siap mengangkutnya.
Oleh karena itu, perlu diusahakan tempat bertanam melon lokasinya tidak jauh dari jalan raya. Bila lokasi penananman melon jauh dari jalan raya. Tentunya akan makan biaya produksi berupa pengangkutan hasil panen menuju pinggiran jalan di mana mobil pengangkut menunggu.

4. Lahan Bukan Bekas Bertanam Melon dan Semangka
Tidak dianjurkan untuk bertanam melon di lokasi bekas bertanam melon maupun semangka. Hal ini dikhawatirkan nantinya saat bertanam melon akan mudah terserang penyakit yang sebelumnya masih tertinggal.  Untuk menyerang penyakit tersebut tentulah akan memakan biaya untuk  pemberantasannya.

b. pengolahan lahan
Jika kita telah mendapatkan lahan yang cocok sesuai dengan persyaratan di atas, langkah selanjutnya adalah pengolahan lahan.

1. Penggemburan Tanah
Langkah awal pengolahan lahan adalah penggemburan tanah. Tanah terlebih dahulu dicangkul agar permukaannya tidak keras. Jika menemukan batuan, kita harus menyingkirkannya. Selain batuan, mungkin juga terdapat akar-akar pohon yang masih tertinggal. Segeralah singkirkan dari tempat itu. Pastikan tanah menjadi  gembur secara keseluruhan.
2. Pembuatan Gundukan
Setelah tanah menjadi gembur tahap selanjutnya adalah membuat gundukan. Gundukan dibuat ke arah memanjang lahan. Adapun ketinggian gundukan tersebut adalah 30-50 cm. Kemudian, lebarnya antara 90-120cm.

Di antara gundukan tersebut merupakan got. Dimana, nantinya akan tergenang air.  Adapun jarak antara gundukan satu dengan gundukan lainnya adalah 40-50 cm.

3. Pemberian Pupuk
Agar tanaman dapat tumbuh dengan subur nantinya, tanah sebelumnya harus dilakukan pemupukan. Adapun pupuk yang baik diberkan adalah pupuk kandang. Pemberian pupuk kandang diberikan sebanyak 1,5 kg/tanaman. Kemudian, setelah dilakukan pemupukan perlu dilakukan pula pengapuran. Adapun dosis pengapuran adalah 100 gram per tanaman.

4. Penutupan lahan
Usai dilakukan pemupukan dan pengapuran pada gundukan, tahap selanjutnya dilakukan penutupan gundukan dengan menggunakan plastik transparan. Penutupan lahan ini berguna karena bibit melon pada saat masih kecil tidak dapat terkena sinar matahari langsung.

5. Pemasangan Ajir atau Turus
Ajir atau turus adalah semacam pagar tempat merambatnya percabangan tumbuhan melon. Ajir terbuat dari  bila bambu. Adapun panjangnya  berkisar antara 200-250 cm. Adapun lebarnya sekitar 4 cm. Ketebalannya kira-kira 1 cm.
Dalam pemasangannya, ajir dipasang sekitar 15-20 cm dari tepi gundukan. Ajir dapat dipasang miring bersilang dan tegak. pada tengah-tengahnya diletakkan bambu pajang yang mendatar yang menghubungkan ajir tersebut. Fungsinya untuk menyimpan buah.

Pemilihan bibit dan pembibitan

Setelah penyiapan lahan selesai sekitar 75%, langkah selanjutnya yang juga perlu dilakukan adalah pemilihan bibit dan pembibitan. Dengan demikian, saat menanam tidak memakan waktu lama. Hal ini mengingat pembibitan memakan waktu yang cukup lama.

A. Pemilihan Bibit
Pemilihan bibit sangat menentukan bagi keberhasilan usaha melon.Melon yang kita kehendaki adalah melon yang manis. Untuk itu, kita harus memilih jenis melon yang berkadar gula tinggi.  Hingga saat ini, kadar gula tertinggi suatu jenis melon dapat mencapai 14-19%.
Selain manis, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah ukuran buah, lama panen, aroma, ketahanan terhadap penyakit, dan selera pasar.
Berikut ini adalah berbagai contoh bibit melon yang berkualitas baik.
1. Sky Rocket
Sky rocket adalah jenis bibit  yang paling banyak ditanam petani. Jenis ini begitu dominan sehingga identikdengan melon. Jenis ini sangat cocok dengan iklim Indonesia. Buahnya manis, dagingnya tebal, dan tahan penyakit.
2. Action 434
Melon jenis ini mulai beredar pada tahun 1993. Action 434 adalah alternatif ke dua setelah sky rocket. Jenis ini mirip dengan sky rocket. Jaring yang terdapat pada kulitnya mudah terbentuk dan tebal merata. Jenis ini menghasilkan buah yang cukup besar. Beratnya dapat mencapai 2-4kg per buahnya.  Selain dagingnya manis, jenis ini dapat bertahan cukup lama setelah masa panen.
Saat ditanam pun, jenis ini memiliki kelebihan ayitu tahan terahdap penyakit layu, downy mildew, powdery mildew, serta lalat buah. Adapun umur panen jenis ini adalah 60 hari.

3. New Action
Melon jenis ini tergolong baru. Dipasaran, jenis ini belum banyak didapatkan. Namun, kelebihan buah ini lebih cepat manis. Pada umur 50 hari setelah ditanam, buah melon ini sudah manis. Begitu pula dengan jaringnya. Saat itu telah terbentuk sempurna.
Lebih cepat manis melon jenis ini sangat menguntungkan. Hal ini mengantisipasi saat pada usia itu tanaman terserang hama. Melon jenis ini langsung dapat dipanen. Walaupun demikian, umur ideal untuk dipanen jenis melon ini adalah 60-65 hari.

4. Aroma 515
Jenis melon ini juga mirip dengan sky rocket. Jaringnya mudah terbentuk. Dagingnya tebal. Kemudian, pertumbuhannya merata. Jenis  ini disebut aroma karena harumnya yang sangat menyengat menggugah selera. Tidak hanya harum, isinyapun sangat manis. Warna dagingnya kuning kehijauan. Kelebihan lainnya selaintahan terhadap downy mildew dan powdery mildew, jenis ini mampu mempertahankan kualitasnya saat dilakukan pengangkutan.

5. Early Dew
Melon jenis ini dapat dipanen pada umur 60 sesudah tanam. Pembentukan buahnya sangat mudah. Begitu pula dengn hasil panennya yang tinggi. Hal ini karena bobot buahnya dapat mencapai 2,5 hingga 3 kg.
Kelebihan lainnya adalah rasanya yang sangat manis dnegan tingkat kemanisan  14%. Selain itu, jenis ini juga tahan terhadap penyakit downy mildew dan fusarium.

6. Golden Melon
Melon jenis ini saat ini banyak diminati pasar. Hal ini karena warnanya yang kuning berbeda dengan melon biasa. Begitu pula dengan dagingnya yang putih kekuningan sangat manis.

7. Dorado
Dorado juga jenis melon yangberwarna kuning keemasan. Jenis ini juga buahnya mudah terbentuk. Adapun ukurannya cukup besar yaitu antara 2kg-2,5kg/buah.
Jenis ini memiliki daging yang berwarna putih, tebal, amat lembut, berair, manis. tingkat kemanisannya mencapai 13%. Aroma jenis ini tidak tajam.
Kelebihan lain jenis ini adalah memiliki daya simpan yang cukup lama, yaitu sekitar 20 hari. Jenis ini juga kuat diangkut. Adapun lama masa tanam adalah 65

8. Emerald Jewel
Jenis ini Hampir sama dengan Sky rocket. Perbedaannya adalah  ukurannya yang sangat besar,yaitu dapat mencapai berat 5,5 kg dengan rata-rata 3 hingga 4 kg. Melon ini dagingnya berwarna putih. tingkat keman
9. Eagle
Eagle adalah jenis melon dengan kulit berwarna kuning keemasan. Melon jenis ini dapat mencapai berat sekitar 3 kg. Dagingnya berwarna putih.
Kelebihan melon ini adalah tingkat kemanisannya yang berkisar antara 15-17%. Selain itu, pembentukan buannya gambang. Jenis ini juga tahan terhadap fusarium. Namun, sayangnya jenis ini umur panennya sangat lama, yaitu 80 hari.









Gambar Melon Eagle

10 Super Salmon
Penampilan luarnya amat menarik. Berbeda dengan yang lainnya, kulit melon jenis ini memilikiwarna krem. Selain itu kulitnya halus dan mulus. Bentuknya pun sangat menarik, yaiitu oval.
Saat dibelah, dagingnya berwarna oranye, lebut, manis, dan aromanya sangat kuat. Bobotnya mencapai 1,5-2 kg.Adapun waktu panen melon jenis ini adalah 60-65 hari.

Melon ini memiliki aroma yang sangat kuat khas melon. Rasanya amat manis, lagi pula teksturnya amat lembut. Melon ini nilai jualnya amat tinggi.
Selain di Surabaya, melon jenis ini juga terdapat di Bogor. Bedanya ukurannya lebih kecil sehingga tampak mini. Bobotnyapun hanya 0,7-1,2 kg. Penampilannya tampak eksklusif. setelahdibelah, tampak daging oranye, aroma harum, dan rasanya manis.

Selain jenis melon di atas, masih ada lagi jenis melon yang memenuhi kualitas ekspor. Jenis melon berikut ini telahmemasuki pasar Singapura. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Prime honey
Melon jenis ini mampu mencapai bobot 1,2 hingga 1,5 kg. Daging buahnya berwarna putih. Teksturnya sangat halus. kelebihannya, melon jenis ini memiliki aroma yang harum. Selain itu, yang sangat menarik adalah rasa manisnya yang sangat kuat  hingga 17%. Kemudian, melon jenis ini tahan disimpan dalam waktu yang cukup lama dan kuat saat diakukan pengangkutan.

2. Sweet Crunchy

Melon jenis ini ukuran buanya tidak terlalu besar yaitu 1-1,5 kg. warna dangingnya  putih kehijauan, renyah, dan berair. Rasanya sangat manis. Kandungan manisnya mencapai 14-16%. Baunya sangat harum.

3. Superior Sweet
Jenis ini bobot buahnya 1-1,5 kg. Daging buahnya putih,tebal, berserat halus, danlembut. Rasanya manis (14-16%) dan wangi.

4. Honey Sweet
Bobot buahnya cukup besar yaitu 1,5-2,5 kg. Dagingnya berwarna jingga muda, tebal,berserat sangat halus,dan renyah. Rasanya sangat manis bagai madu. Itulah sebabnya jenis ini disebut Honey sweet. Selain itu, aromanya sangat harum.


5. Pearl honey
Jenis ini bobot buahnya mencapai 1,5-2kg. Dagingnya putih, lembut,dan berair. Rasa dangingnya sangat manis (14-15%) dan aromanya harum.

6. Golden Honey
Jenis ini memiliki bobot buah 1,2-1,5 kg. Dagingnya putih kehijauan, lembut dan berair. Rasanya manis (14%),d an beraroma harum.

b.pembibitan
Dari beberapa jenis melon yang ada, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua itu dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan. Jika dalam pemeliharaan melon sering terjangkit suatu penyakit, pilihlah melon yang tahan terhadap penyakit tersebut. Pilihan lainnya, pilihlah melon yang berbuah manis, berdaging tebal, dan warnanya menarik.
Setelah bibit ditentukan,s elanjutnya adalah menyemai  benih. Pada dasarnya menyemai benih adalah melakukan penanganan terhadap benih hingga ditanam menjadi pohon kecil.
Pembibitan dapat dilakukan dengan mudah. Namun, kehati-hatian dan ketekunan perlu dilakukan guna menghindari pertumbuhan bibit yang kurang baik. Bibit yang kurang baik dapat menghambat pertumbuhan selanjutnya.
Dalam melakukan pembibitan, ada beberapa hal yang perlu dilakuan. Hal tersebut adalah sebagai berikut.

1. Perendaman
Bibit yang kita peroleh baik dari penjual maupun menyiapkan sendiri. Kulitnya cukup keras karena kering. Oleh karena itu, sebelum dilakukan pembibitan perlu dilakukan  perendaman. Perendaman dilakukan guna membuat kulit bibit menjadi lembek, sehingga bibit tersebut mudah menjadi kecambah.
Penanganannya adalah sebagai berikut. Benih direndam dalam air hangat selama 12 jam.  Kemudian, setelah dilakukan perendaman, dipersiapkan agar benih tumbuh menjadi kecambah.

2. Pembuatan Kecambah
Menumbuhkan benih melon untuk tumbuh menjadi kecam bah sama dengan pembuatan kecambah lainnya. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

a. Alat dan bahan:
1) wadah
2) kapas
3) kain lap
4) Semprotan air

b. Langkah kerja:
1) Siapkan sebuah wadah yang berukuran lebar. Lebar wadah disesuaikan dengan banyaknya benih yang akan dibuat kecambah.


2) Siapkan pula kapas. Celupkan kapas ke dalam air. Lalu, letakkan kapas tersebut di permukaan wadah. Simpan hingga merata di seluruh permukaan wadah.


3) Langkah selanjutnya, tebarkan benih yang telah direndam di atas kapas yang basah tersebut. Tebarkan hingga merata.



4) Setelah benih diletakkan di dalam wadah, tutuplah wadah dengan kain lap yang lembap.











Gambar wadah ditutup dengan kain lembap

5) Setiap beberapa jam, semprotlah dengan menggunakan air pada benih tersebut.


6) Keesokan harinya, benih akan tumbuh menjadi kecambah


3. Penanaman Benih dalam Polibag
Setelah benih menjadi kecambah, benih tersebut siap di tanam. Namun, sebaiknya tidak ditanam di tanah terbuka. Untuk itu, benih ditanam di dalam polybag atau pelastik. Plastik yang banyak digunakan untuk pembibitan adalah plastik es.
Sebelum plastik diisi media, sebaiknya pada bagian dasarnya diberi lubang terlebih dahulu. Hal ini guna menghindari penuhnya air dalam plastik. Kemudian, benih biasanya akan cepat tumbuh bila dasar kantong diberi lubang.

Selain menggunakan poly bag dapat pula digunakan pot-pot kecil. Penggunaan pot dilakukan guna memudahkan pembibitan. Selain itu, pot dapat digunakan kemudian hari.

Kini bibit sudah siap ditanam. Namun, sehari sebelum pindah dipindahkan untuk ditanam, kantong plastik digeser sehingga akar putus. Saat itu, bibit akan stress, tetapi tidak akan lama. Pada akan yang putus, kelak pada saat ditanam akan muncul cabang-cabang akan yang nantinya akan memudahkan tumbuhan itu menyerap unsur hara yang terdapat dalam tanah.
Kemudian, bibit disimpan di bedengan khusus yang ditutupi plstik transparan. Saat itu, bibit dilatih untuk beradaptasi terkena sinar matahari langsung. Caranya dalah, setiap pagi sungkupbagian bawah dibuka hingga pukul 10.00. Pada pukul 14.00, plastik disingkapkan kembali. Saat menyingkap, lakukan penyiraman. Pada saat mulai keluar daun, (3 hari) bibit disemprot dengan pestisida Decis, Antracol, dan Dithane, dnegan konsentrasi 0,5 ml liter air. Plastik bisa dibuka lebih lama . Pada umur 7-8 hari atau ketika bibit telah memiliki daun sejati sebanyak 2-3 lembar, bibit melon dapat dipindahkan ke lahan pertanian.













Penanaman

Kini, saat bertanam pun tiba. Lahan telah tersedia, benih telah disemai tinggal ditanam. Lalu, bagaimana cara bertanamnya sedangkan gundukan tanah sebagai lahan bertanam ditutup plastik. Untuk itu, perlulah diberi lubang.
Sebelum ditanam, pada plastik yang menutupi gunukan lahan dibuat lubang selebar kaleng susu. Untuk melubangi plastik tersebut gunakan alat yang panas. Misalnya kaleng susu dipanaskan dan ditempelkan pada plastik tersebut. Jika membuat lubang  tidak dengan menggunakan benda yang panas, dikhawatirkan plastik akan sobek ke mana-mana.

Jika diukur, diameter lubang kira-kira sebesar 10 cm. Adapun jarak lubang tersebut adalah  60 x 60 cm atau 60 x 70 cm. Kemudian, lubang teresebut dibuat zigzag. Perhatikan gambar berikut


a. Waktu Penanaman
Waktu penanaman bibit yang baik adalah pada sore hari. Pada sore hari cuaca tidak terlalu panas. Dengan demikian, saat bibit ditanam tidak akan stres akibat kepanasan akibat sinar matahari.
Namun, penanaman pada pagi hari pun dapat dilakukan. Asalkan, setelah bibit ditanam, kita harus  segera melakukan penyiraman, sehingga pada saat siang hari, tanah masih lembap. Dengan demikian, tidak akan terjadi stres pada bibit.
Selain itu, usahakan agar  batang tanaman tidak menyentuh pinggir mulsa. Di siang hari yang panas, mulsa/plastik akan menjadi panas.  Jika batang terkena panas, akibatnya tanaman akan menjadi layu dan akhirnya mati.
Karena tidak semua tanaman tumbuh baik, lakukan penyulaman, paling lambat satu minggu kemudian. Semakin cepat, semakin bagus. Bila tanaman mati karena penyakit, maka tanah tempat tumbuh itu digali dan diganti dengan media baru, lalu siram dengan fungisida.

B. Pengikatan Tanaman ke Ajir
Di bagian awal telah dijelaskan bahwa ajir adalah tempat merambatnya ponon melon. Namun, pohon melon tidak dapat merambat begitu saja. Untuk itu kita harus membantunya. Adapun caranya sebagai berikut.
a. Ikatlah batang melon  ke ajir dengan menggunakan tali plastik.
b. Cara mengikatnya batang melon harus dapat bergerak bebas. Untuk itu tali dibuat seperti angka delapan. Bagian yang terikat pada ajir harus kuat. Sementara itu, bagian yang melingkar pada batang melon harus longgar. Dengan demikian, pohon melon dapat tumbuh. Jika pengikatan terlalu kuat, kemungkinan besar batang tanamannya akan terluka sehingga akan menghambat pertumbuhan.
c. Jika batang semakin meninggi, lakukan kembali pengikatan













PEMELIHARAAN


Pemeliharaan tanaman merupakan kegiatan yang membutuhkan ketekunan. Dalam kegiatan ini kita harus disiplin dalam segi waktu dan melaksanakan segala sesuatu yang harus dilakukan.
Pada dasarnya, pemeliharaan tanaman melon cukup banyak, yaitu:
a. penyiraman
b. pemotongan tunas dan penyeleksian calon buah
c. pemupukan tambahan
d. penanggulangan hama dan penyakit.

a. penyiraman
Pada fase vegetatif, penyiraman dilakukan setiap 3 hari. Adapun banyaknya air yang perlu disiram adalah  200 cc untuk setiap tanaman.
Jika di daerah tempat kita memelihara melon terdapat sumber air, sebaiknya dilakukan perendaman gundukan. Air dialirkan ke parit-parit yang telah dibuat. Akan tetapi, janganlah air merendam seluruh gundukan tanah. Tumbuhan tersebut tentunya akan mati.
Perendaman tentunya akan menjadikan tanaman melon tumbuh lebih baik dari pada tanaman yang tidak dilakukan perendaman. Hal ini sangat jelas mengingat melon merupakan buah-buahan yang banyak mengandung air. Dengan demikian, tumbuhan ini akan membutuhkan air cukup banyak.
Selain dilakukan perendaman, airpun harus disiramkan ke arah batang pohon melon.
Setelah gundukan tanah direndam selama tiga minggu, penyiraman pada tanaman dikurangi. Kita cukup menyiramnya antara 5 hingga 7 hari sekali. Mengapa hal ini dilakukan? Halini dilakukan guna merangsang pembungaan pada tumbuhan melon.

Selang beberapa hari, tumbuhlah bunga. Setelah bunga tumbuh, penyiraman dilakukan 3 hingga 4 hari sekali. Semua itu dilakukan berkat hasil penelitian para ahli.
Hal lainyang perlu diperhatikan adalah menjaga parit saat turun hujan. Hindari  air di dalam parit jangan sampai meluap menutup gundukan tanah tempat memelihara melon. Jika hal ini terjadi akan terjadi pembusukan.
Tanah yang lembap akan menyebabkan tumbuhnya jamur. Jamur tersebut akan menyerang tanaman melon.
Setelah bunga menjadi buah dan jaring terbentuk pada buah melon, penyiraman tanaman dilakukan lebih sering, yaitu 3-4 hari sekali. Namun, tanaman tidak boleh diberi air dalam jumlah yang banyak sekaligus, melainkan perlu dilakukan secara perlahan-halan/sedikit demi sedikit.

b. pemotongan tunas dan penyeleksian buah

Dalam pertumbuhannya, tanaman melon tidak dibiarkan begitu saja. Ada cara-cara khusus untuk menghasilkan buah melon yang besar dan manis. Cara tersebut adalah dengan pemotongan tunas dan penyeleksian buah.
1. Pemotongan Tunas
Tanaman melon  akan tumbuh tunas-tunas baru dari ketiak daun.Namun, tumbuhnya tunas dari ketiak daun hingga 9 perlu dipotong.  Tunas yang perlu kita pelihara adalah tunas pada ruas ke-10 hingga ke-14. Pada tunas itu akan keluar tunas bunga. Biarkan bunga tersebut melakukan penyerbukan secara alami.
Akan tetapi, bila hari mendung, penyerbukan bunga perlu kita bantu. Caranya adalah sebagai berikut.
a. Siapkan sebuah kuas kecil untuk melukis. Kuas tersebut digunkan untuk mengoleskan tepung sari ke putik.  Lakukan penyerbukan itu pada pagi hari.
b. Serbukkanlah tepung sari ke kepala putik sebanyak-banyaknya. Adapun penyerbukannya dilakukan pada bunga ke-10 hingga bunga ke-14.

Sebenarnya, penyerbukkan dapat saja dilakukan pada bunga ke-9 hingga bunga ke-16. Buah yang dihasilkan pun akan manis. Namun, tentunya umur tanamnya akan lebih panjang. Akibatnya, kita akan memerlukan biaya yang lebih besar.
Penyerbukan dikatakan berhasil apabila terjadi pembesaran pada bakal buah. Namun, bila penyerbukan tidak berhasil, bakal buah akan menghitam dan mati.
2. Penyeleksian Buah
Untuk menghasilkan melon yang berkualitas baik, yaitu manis dan berukuran besar, pada sebuah pohon hanya dipertahankan satu buah  melon saja yang dibiarkan tumbuh. Namun, ada juga yang mempertahankan pertumbuhan melon dalam satu pohon hingga dua buah. Akibatnya, ukurannya akan lebih kecil.  Ukuran buahnya dapat mencapai 2 kg.

c. pemangkasan
Pemangkasan juga dilakukan pada tangkai tangai yang terjadi. Tangkai yang dipelihara hanya satu. Jika dalam satu pohon dipertahankan dua tangkai, buah melon akan berukuran kecil. Kemudian, ujung cabang tempat tumbuhnya buah dipangkas. Sisakan satu lembar daun saja. Adapun daun yang dipelihara setiap pohon sebanyak 25-30 lembar. Ujang tanaman pun dipotong. Hal ini dilakukkan guna menjaga kelembapan agar tidak terlalu tinggi.


d. mengggantungan buah
Semakin lama, buah melon akan tumbuh menjadi besar. Akibatnya, melon pun akan semakin besar. Sementara itu, tanaman melon memiliki kemampuan terbatas untuk menahan melon bergelantungan. Untuk itu, perlu dilakukan penggantungan. Caranya adalah sebagai berikut.
Melon sudah harus mulai digantung saat berukuran sekepal tangan. Penggantungan dilakukan dengan mengikat tangkai melon dengan seutas tali pada gelagar. Namun, pengikatan pada tangkai melon tidak boleh terlalu ketat, bahkan harus longgar. hal ini guna menjaga agar pertumbuhan tangkai tidak tertahan oleh ikatan. Dengan demikian, pertumbuhan melon akan terus berlangsung.

e. pemupukan
Pemupukan adalah hal penting yang perlu kita lakukan. Adapun langkah pemupukan adalah sebagai berikut.
Saat tumbuhan berumur 7 hingga 24 hari, tanaman tersebut diberi pupuk yang mengandung nitrogen (N) lebih tinggi  dari pada pospor dan kalium.
Namun, setelah tumbuhan berumur 25 hari, pupuk berunsur nitrogen dikurangi. Saat itu pupuk berunsur posfor dan kalium ditambah.  Penambahan unsur kalium dilakukan guna meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap penyakit. Adapun unsur N yang diberikan yaitu dalam bentuk nitrat.
Kemudian agar buah melon yang dihasilkan sangat manis, tanaman perlu diberi pupuk daun dengan kandungan Magnesium tinggi. Sebagai penggantinya, umumnya para petani menggunakan kecap inggris pada tanaman tersebut. Atau kita dapat pula menggunakan kalmag untuk memenuhi kandungan Magnesiumnya.
Kandungan Magnesium diberikan guna pembentukan klorofil pada daun. Jika pada daun banyak terdapat klorofil, proses fotosintesis akan berlangsung dengan baik. Akibatnya, kebutuhan tanaman akan bahan  yang diperlukannya dapat terpenuhi.
Langkah selanjutnya, pada umur 20,30,40 hari, tanaman diberi unsur mikro. Pupuk tambahan lainnya adalah sebagai berikut.
1. Pada umur  7 hari tanaman dipupuk dnegan 1 kg NPK dengan perbandingan 15:15:15. 1 kg per 200 l air.
2. Pada umur 14 hari tanaman dipupuk dengan 2 kg NPK dengan perbandingan 15:15:15. 2 kg per 200 l air.
3. Pada umur 21 hari, tanaman dipupuk dengan 3 kg NPK
perbandingan 15:15:15. 3 kg per 200 l air.
4. Pada umur 28 hari tanaman dipupuk dengan 3 kg NPK
perbandingan 15:15:15 3 kg per 200 l air.
5. Pada umur 35 hari 3 kg NPK ditambah 1 kg KNO3
6. Pada umur 42 hari 2 kg NPK ditambah 2 kg KNO3
7. Pada umur 50 hari 3 kg KNO3

F. HAMA DAN PENYAKIT
Hama dan penyakit adalah pengganggu dalam berbagai jenis tanaman. Budidaya apapun akan berakibat gagal bila hama dan penyakit dibiarkan menyerang tumbuhan yang kita tanam. Begitu pula halnya dengan melon. Melon adalah tanaman yang mudah terserang penyakit.
Untuk mendapatkan melon yang berkualitas baik, yaitu manis, kita harus dapat mengatasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman melon. Melon tidak akan terasa manis bila pada tanaman tersebut, daunnya gundul. Untuk itu, menjaga daun melon merupakan sebuah tantangan dalam bertanam melon.
Mengapa daun melon perlu dijaga? Tentu saja perlu. Jika daun melon rusak. Tentunya tumbuhan tersebut tidak dapat melaksanakan proses fotosintesis dengan sempurna. Telah kita ketahui bahwa buah merupakan tempat cadangan makanan bagi tumbuhan. Cadangan makanan itu akan berkurang jika proses fotosintesis terganggu.
Jika tanaman terserang hama dan penyakit, jalan keluarnya adalah melakukan penyemportan pestisida. Alangkah baiknya penyemprotan dilakukan saat tanaman masih kecil. Penyemprotan dilakukan pada seluruh daun.
Menurut Yan Wahyu seorang ahli dalam bertanam melon penyemprotan dilakukan dengan mengkombinasikan pestisida kontak-sistemik-kontak.  Atau dapat pula dengan kombinasi sistemik-kontak-sistemik. Adapun waktu penyemprotan dilakukan setiap 4 hari sekali. Penyemprotan dihentikan 4 minggu menjelang panen.
Melon adalah jenis tanaman yang banyak disenangi hama. Berikut ini adalah berbagai jenis hama yang sering menyerang melon.
1. Lalat buah
Lalat buah (Bacterocera cucurbitae) adalah hama yang sering menyerang tumbuhan melon. Beberapa genus dari keluarga ini yang sangat berpotensi sebagai hama penting adalah Ceratitits, Anastrepha, Dacus, dan Rhagoletis. Di Indonesia, Dacus spp merupan genus lalat buah yang potensial sebagai perusak tanaman hortikultura. Jenisnya tak kurang dari 40 spesies. Tiap spesies bisa menyerang beberapa macam tanaman buah-buahan.
Lalat buah sangat tertarik oleh segala sesuatu yang berwarna kuning. Selain warna ia menyukai aroma buah dan ekstraksi ester dan asam organik yang keluar dari buah-buahan menjelang masak. Dengan demikian, lalat buah betina merupakan pengganggu utama saat musim panen tiba.


Gejalanya adalah munculnya titik noda hitam atau benjolan pada kulit buah. Noda hitam itu terkadang tidak langsung terlihat seakan buah yang dihasilkan tetap mulus. Namun, bila buah tersebut dibelah,akaan tampak belatung atau larva. Bintik hitam itu merupakan bekas tusukan sekaligus tempat peletakan telur. Telur tersebut kemudian akan berubah menjadi larva dan menggerogoti daging buah. Akibatnya, melon akan menjadi busuk.
Selain melon, lalat ini juga menyerang belimbing, jambu air, jambu biji, jeruk, nangka, cempedak, mangga, pisang, dan semangka.
Adapun cara mengatasihama ini adalah dengan adalah sebagai berikut. Lakukan sanitasi kebun.  Selain penyemprotan, dapat pula dilakukan dengan memasang perangkap yang diisi dengan pheromona tiruan, seprti metil eugenol.

2. Ulat atau Larva Penggerek buah
Hama ini merupakan anggota dari bangsa atau ordo lalat (diptera), kupu-kupu dan ngengat (lepidoptera), kumbang (coleoptera), sikada, kutu, dan wereng (Homoptera).
Selain melon, hama ini juga menyerang belimbing, alpukat, rambutan, pisang, mangga, semangka, melon,jeruk, jambu biji, dan sirsak.
Adapun gejalanya adalah tampak gejala kerusakan pada permukaan buah, yaitu berupa bercak coklat sampai hitam berukuran kecil sampai besar.
Gejala lainnya adalah tampak cacat pada kulit buah, berlubang, berpuru, bahkan isi daging buah hampir habis, berkeriput, dan tidak mulus.
Adapun pengendaliannya adalah dnegan memberikan pestisida dan sanitasi kebun.

3. Layu Bakteri  (erwina tracheiphila)
Layu bakteri adalah bakteri pembusuk melon. Jika tumbuhan melon terserang penyakit ini akan tampak bercak kecil pada buah. Lama kelamaan, bercak ini akan membesar. Akhirnya terjadi perubahan warna  dari hijau menjadi kuning kehijauan pada melon. Selanjutnya, melon akan berwarna kuning, cokelat atau hitam. Setelah itu, timbul gejala nekrosa, yaitu matinya jaringan penyusun organ. Melon pun menjadi busuk.
Pembusukan yang terjadi merupakan busuk lunak dan basah. Hal itu ditandai dengan mudah pecahnya melon atau berlubang bila ditekan dengan jari. Akhirnya pembusukan terjadi keseluruh permukaan melon.
Adapun cara pengendaliannya adalah dengan sanitasi kebun dan  pemberian bakterisida yang sesuai. Adapun bakterisida yang digunakan Agrymicin dan agrept. Untuk tanaman disemprot, kemudian untuk benih direndam.
4. Bercak Bakteri (Pseudomonas lachrymans)
Bercak bakteri sering menyerang melon dan semangka. Ciri-ciri tanaman terserang penyakit ini adlah timbulnya bercak-bercak kecil, cokelat muda pada buah. Kemudian, bercak itu mengering dan mengeras. Kondsistensi daging buah juga ikut berubah menjadi kering danmengeras. Jika udara lembap, melon dapat dilapisi massa spora. Kondisi busuk keras dankering dapat terjadi pada ujung atau pangkal buah saja.
Adapun pengendaliannya yaitu dengan melakukan sanitasi lahan dan pemusnahan buah yang terserang, kemudian perlu pula dilakukan pemberian fungisida dan bakterisida yang sesuai.

5. Cendawan (Phytopthora nocotianae)
Penyakit yang disebabkan oleh cendawan memiliki ciri munculnya bintik kecil pada buah.  Bintik ini lama kelamaan jadi membesar dan terjadi perubahan warna. Kemudian, sama dengan disebabkan oleh bakteri timbul gejala nekrosa, yaitu matinya jaringan penyusun organ. Kemudian buah menjadi busuk.
Pada permukaan buah sring pula  timbul lapisan tepung masa spora. Kemudian, pada suhu tinggi, warnanya akan berubah menjadi hitam, terkadang berbau busuk yang menyengat.

6. Cendawan (Cladosporium cucumerinum)
Pada melon terjadi bercak melekuk dalam dan ditepinya ada cairan yang mengering seperti karet. Adapun cara pengendaliannya adalah pemberian fungisida yang sesuai dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang.






















PEMANENAN


Setelah sekian lama bertanam melon, tibalah saat memanen. Dalam bertanam melon waktu yang dipemeliharaan melon berbeda-beda berdasarkan ketinggian daerahnya. Di dataran rendah, waktu untuk memanen melon sangat singkat biasanya selama 55 hari dari benih mulai ditanam. Namun, didaerahtinggi panen baru dapat dilakukan setelah 60-65 hari. Itupun bergantung varietas.

A. PENENTUAN MELON YANG TELAH SIAP PANEN
Untuk menghasilkan melon yang berkualitas tinggi, panen disarankan jika melon telah tua. Adapun ciri-ciri melon yang telah tua adalah sebagai berikut.
1. Buah telah membentuk jaring sempurna
2. Terdapat lingkaran merekah pada sekeliling tangkai buah
3. Warna kulit melon telah menguning secara merata.

B. CARA MEMANEN MELON
Untuk memanen melon diperlukan cara-cara khusus. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
1. Lakukan panen secara bertahap berdasarkan buah yang telah matang.
Ciri-ciri buah yang telah matang telah dijelaskan sebelumnya. Jika kita telah mengetahui ciri-ciri tersebut, dahulukan pemanenan pada buah yang telah matang. Buah yang belum matang jangan dulu dipanen, kecuali buah tersebut diserang hama.

2. Untuk pengiriman ke tempat yang jauh, lakukan pemanenan melon sekitar 90% dari kematangan.
Untuk pengiriman jarak jauh, janganlah memanen melon ketika telah benar-benar matang. Lakukan pemanenan saat melon sekitar 90% matang.  Ciri-ciri melon yang 90% matang adalah dagingnya masih keras, dan sudah renyah. Dengan kondisi demikian, melon akan mampu bertahan selama 15 hari. Dengan demikian, saat sampai ditujuan, melon telah matang.
3. Lakukan pemotongan dengan baik
Ada cara khusus untuk memetik buah melon. Cara tersebut dilakukan agar melon tidak mudah membusuk. Caranya adalah dengan memotong tangkai melon berbentuk T. Selain agar tidak mudah busuk tangkai melon dapat ditempel laber merek dagang.


c. cara mengangkut melon
Selain cara memanen, cara mengangkut melon ke tempat tujuan merupakan penentu kualitas melon. Amat disayangkan apabila hal ini tidak diperhatikan. Kita telah bersusah payah memelihara melon dengan varietas yang baik, tetapi saat dipanen pengangkutannya tidak diperhatikan. Melon yang semula berkualitas baik, setelah sampai ditujuan jadi rusak. Akibatnya kualitas menurun. Lalu, harganya pun akan menjadi jatuh.
Kerugian semacam ini harus kita hindari. Sekarang ini konsumen sangat kritis tentang barang-barang yang dibelinya. Mereka menuntut/menghendaki barang yang berkualitas baik. Terkadang, harga tidak akan jadi masalah asalkan barang yang mereka beli berkenan dihati.
Berikut adalah cara mengangkut melon yang baik.

1. Jangan mengangkut melon dengan menggunakan jerami padi sebagai bantalan.
Terkadang ada saja petani yang mengambil jalan mudah untuk mengangkut melon. Agar melon yang mereka angkut tidak berbenturan, mereka menggunakan barang yang ada. Di sekitar lahan pertanian terdapat jerami. mereka menggunakan jerami sebagai bantalan untuk mengangkut melon.

Cara diatas sangat tidak dianjurkan. Alasannya, jerami adalah tanaman padiyang telah mengering. Jerami memiliki bau yang menyengat. Dengan mengangkut melon dengan bantalan jerami, kemungkinan melon tersebut akan terserap wanginya. Akibatnya, aroma melon yang sangat menggugah selera akan sirna.
Untuk bantalan melon, sebaiknya, gunakanlah potongan kertas. Potongan kertas tidak berbau dan tidak akan menyerap aroma melon.

2. Tumpuklah melon dengan posisi miring
Mengapa melon harus ditumpuk miring? Buah disusun secara miring agar tangkai tidak teputus saat melon ditumpuk. Bayangkan saja, sebuah truk dapat mengangkut melon seberat 6 ton.  Dapat dibayangkan bagai mana kondisi melon yang tergencet di bawah. Untuk itu, lakukan penumpukan dimulai dari melon yang tidak terlalu matang. Hal ini agar melon tersebut tidak bonyok karena menahan beban. Kemudian, pada bagian atas dimulai dengan melon yang matang dan terakhir yang sangat matang.
Pada tumpukan pertama, melon disusun miring. Hal ini dilakukan agar tangkai tidak tergencet melon dan menjadi putus.
Setelah disusun lapisan pertama diberi kertas karton. Kertas karton yang digunakan sebaiknya kertas bekas dus. Kertas bekas dus memiliki daya tahan yang kuat. Apalagi dus tersebut terdiri dari dua gelombang.

Lalu baru disusun lapisan kedua. Begitu seterusnya agar kualitas melon terjaga. Guncangan truk yang mengankut melon tidak akan membuat melon itu menjadi hancur.