Penanaman dan Pemeliharaan
1. Persiapan Lahan
Tanaman anggrek dapat ditanam di sekitar rumah, pekarangan, dan kebun, yaitu di bawah pohon atau dengan naungan yang diberi paranet atau sejenisnya, dengan pengaturan intensitas cahaya tertentu atau di lahan terbuka. Karena tanaman anggrek mempunyai potensi ekonomis yang tinggi, untuk jenis-jenis tertentu dapat ditanam di dalam rumah kaca (green house). Selain untuk melindungi tanaman dari gangguan alam, juga akan mengurangi intensitas serangan OPT.
2. Persiapan Media Tumbuh
Media tumbuh yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu tidak lekas melapuk, tidak menjadi sumber penyakit, mempunyai aerasi yang baik, mampu mengikat air dan unsur hara secara baik, mudah didapat dalam jumlah yang diinginkan, dan harganya relatif murah. Sampai saat ini, belum ada media yang memenuhi semua persyaratan untuk pertumbuhan tanaman anggrek.
Untuk pertumbuhan tanaman anggrek, kemasaman media (pH) yang baik, berkisar antara 5-6. Media tumbuh sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi bunga optimal, sehingga perlu adanya usaha mencari media tumbuh yang sesuai. Media tumbuh yang sering digunakan di Indonesia, yaitu moss, pakis, serutan kayu, potongan kayu, serabut kelapa, arang, dan kulit pinus. Pecahan batu-bata banyak dipakai sebagai media dasar pot anggrek karena dapat menyerap air lebih banyak dibandingkan dengan pecahan genting.
Selain itu, media pecahan batu-bata digunakan sebagai dasar pot karena mempunyai kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Moss yang mengandung 2-3% unsur N, sudah lama digunakan untuk medium tumbuh anggrek. Media moss mempunyai kemampuan mengikat air yang baik, serta mempunyai aerasi dan drainase yang baik pula.
Pakis sesuai untuk media anggrek karena memiliki daya mengikat air, aerasi dan drainase yang baik, melapuk secara perlahan-lahan, serta mengandung unsur hara yang dibutuhkan anggrek untuk pertumbuhannya.
Serabut kelapa mudah melapuk dan mudah busuk, sehingga dapat menjadi sumber penyakit, tetapi daya simpan airnya sangat baik dan mengandung unsur hara yang diperlukan serta mudah didapat dan harganya murah. Ketika menggunakan serabut kelapa sebagai media tumbuh, sebaiknya dipilih serabut kelapa yang sudah tua.
Media tumbuh sabut kelapa, pakis, dan moss merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek Phalaenopsis sp. Akan tetapi, bila pakis dan moss yang tumbuh di hutan ini diambil secara terus-menerus untuk digunakan sebagai media tumbuh, dikhawatirkan keseimbangan ekosistem akan terganggu.
Serutan kayu atau potongan kayu kurang sesuai untuk media anggrek walaupun memiliki aerasi dan drainase yang baik, tetapi daya simpan airnya kurang baik, serta miskin unsur N. Proses pelapukan berlangsung lambat karena kayu banyak mengandung senyawa-senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti selulosa, lignin, dan hemiselulosa.
Media serutan kayu jati merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan anggrek Aranthera James Storie. Pecahan arang kayu tidak lekas lapuk, tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri, tetapi sukar mengikat air dan miskin zat hara. Namun, arang cukup baik untuk media anggrek.
Penggunaan media baru (repotting) dapat dilakukan, bila mengalami hal-hal sebagai berikut.
a. Bila ditanam dalam pot (wadah) sudah terlalu padat atau banyak tunasnya.
b. Medium lama sudah hancur, sehingga medium bersifat asam dan dapat menjadi sumber penyakit.
3. Penyiraman
Tanaman anggrek yang sedang aktif tumbuh, membutuhkan lebih banyak air dibandingkan dengan yang sudah berbunga. Frekuensi dan banyaknya air siraman yang diberikan pada tanaman anggrek bergantung pada jenis, besar kecil ukuran tanaman, dan keadaan lingkungan pertanaman. Contohnya, tanaman anggrek Vanda sp., Arachnis sp., dan Renanthera sp., yaitu anggrek tipe monopodial yang tumbuh di bawah cahaya Matahari langsung, sehingga membutuhkan penyiraman lebih dari dua kali sehari, terutama pada musim kemarau.
4. Pemupukan
Seperti tumbuhan lainnya, anggrek membutuhkan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Kebutuhan tanaman anggrek akan nutrisi sama dengan tumbuhan lainnya, hanya anggrek membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperlihatkan gejala-gejala defisiensi (yang tidak baik), mengingat pertumbuhan anggrek sangat lambat.
Dalam usaha budi daya tanaman anggrek, habitatnya tidak cukup mampu menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya tanaman diberi pupuk, baik organik maupun anorganik. Pupuk yang digunakan umumnya pupuk majemuk, yaitu yang mengandung unsur makro dan mikro.
Kualitas dan kuantitas pupuk dapat mengatur keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pada fase pertumbuhan vegetatif, bagi tanaman yang masih kecil, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 30 : 10 : 10. Adapun pada fase pertumbuhan vegetatif, bagi tanaman yang berukuran sedang, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10 : 10 : 10. Sebaliknya, pada fase pertumbuhan generatif, yaitu untuk merangsang pembungaan, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10 : 30 : 30.
Jika dilakukan pemupukan ke dalam pot, hanya pupuk yang larut dalam air dan kontak langsung dengan ujung akar yang akan diambil oleh anggrek, sisanya akan tetap berada dalam pot. Pemupukan pada sore hari, menunjukkan respon pertumbuhan yang baik pada anggrek Dendrobium sp.
No comments:
Post a Comment