Budidaya Dalam Pot
Pada luasan lahan yang terbatas (sempit) Pak Choy dapat dibudidayakan dalam pot. Pak Choy mempunyai sistem perakaran yang menyebar ke semua arah dengan kedalaman antara 30 sampai 50 cm. Dengan kondisi perakaran seperti itu, pot yang akan digunakan memiliki tinggi minimal 30 cm agar pertumbuhan akan dapat berlangsung secara normal. Namun, menurut pengalaman yang telah dipraktikan oleh trubus tinggi pot yang dapat digunakan minimal 10 cm.
Jenis pot yang digunakan dapat berupa pot tunggal atau atau pot horizontal. Selain pot-pot yang dijual dipasaran, barang bekas, seperti kaleng cat yang besar juga dapat dimanfaatkan sebagai pot.
Gambar Pot dari kaleng minimal ketinggian 10 cm
Tahapan kegiatan budidaya meliputi pembuatan persemaian, persiapan media tanam, penanaman serta pemeliharaan tanaman. Persemaian dibuat dalam bak plastik kecil yang datar. Media yang digunakan untuk persemaian merupakan campuran tanah kebun yang telah diayak dengan pupuk kandang atau pasir yang dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Alternatif media selain campuran tersebut adalah campuran pasir, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:2. Sebelum disebar benih direndam air hangat selama satu jam untuk mencegah kemungkinan terdapatnya bibit penyakit pada biji. Selain itu bisa juga direndam dengan zat pengatur tumbuh agar benih lebih cepat berkecambah.
Media yang digunakan sebagai media tanam untuk budidaya dalam pot adalah campuran abu sekam dan pupuk kandang, abu sampah dengan pupuk kandang, pasir dan pupuk kandang, gambut dan pupuk kandang, humus sampah rumah tangga dengan tanah atau pasir, dengan perbandingan 1:1 atau 2:1. Alternatif lain campuran tanah dengan pupu kandang dengan perbandingan 3:1. Untuk menambah kuliatas media dapat ditambahkan pupuk NPK sebanyak satu sendok makan untuk polibag berukuran 3 x 35 cm.
Penanaman dilakukan segera setelah tanaman berumur 10-15 hari setelah semai. Sebelum penanaman media yang disiapkan sebaiknya disiram terlebih dahulu.
Pemeliharaan mulai dilakukan sejak tanaman mulai dipindah ke dalam pot. Kegiatan ini hampir sama dengan pemeliharaan pada budidaya di kebun. Untuk pemupukan diberikan dengan frekuensi yang lebih rutin. Hal ini dikarenakan tanaman Pak Choy berumur singkat dengan pertumbuhan yang cepat, sehingga membutuhkan suplai makanan yang banyak untuk mengimbangi pertumbuhannya.
Pupuk susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam. Pemberian ini diulang setiap 7-10 hari. Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman yaitu dengan cara mencampurkan pupuk dengan air untuk menyiram. Larutan sebaiknya disemprotkan ke dalam media agar tidak terlalu banyak yang terbuang. Penyemprotan campuran pupuk dilakukan sampai media cukup basah.
Pada pemupukan susulan kedua dapat ditambahkan KCL dengan jumlah yang sama dengan urea. Selain menyuburkan tanah KCl juga dapat meningkatkan kualitas daun. Dosis yang digunakan 20 gram urea atau ZA yang dilarutkan ke dalam 10 liter air. Pemberian pupuk tidak boleh berlebih kerena akan mengakibatkan tanaman hangus terbakar.
No comments:
Post a Comment