Wednesday, 19 October 2016

Persiapan Lahan Penanaman Pak Choy

Persiapan lahan
Lahan atau tempat budidaya terdiri dari dua macam, yaitu lahan untuk penyemaian benih dan lahan untuk penanaman bibit.

1. Tempat Penyemaian Benih
Untuk menyemaikan benih kita perlu melakukannya secara terpisah. Tempat untuk persemaian biji ada tiga jenis, yaitu tempat persemaian permanen, tempat persemaian semi permanen, dan tempat persemaian tidak permanen.
Tempat persemaian permanen adalah tempat persemaian bersifat tetap dan digunakan berkali-kali. Tempat persemaian seperti ini banyak digunakan oleh petani berskala besar. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk tipe persemaian permanen adalah bahan bangunan seperti semen, pasir, kapur, batu bata, kayu atau best untuk penyangga atap/ plastik polos atau yang bergelombang untuk atap. Kemudian dengan bahan-bahan tersebut dibuat kotak yang berukuran lebar 120 cm, tinggi kotak 25 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahannya.
Tipe persemaian semi permanen adalah merupakan tipe yang hanya dapat digunakan beberapa kali saja. Bahan yang digunakan untuk membuat tempat persemaian ini dapat berupa papan kayu atau berupa anyaman bambu. Ukurannya dapat dibuat bervariasi, yaitu 1 x 1 m atau 1 x 2 m/ dan lain-lain. Sedangkan tinggi kotak adalah 25 cm. Bentuk tempat persemaian berupa kotak bujur sangkar atau empat persegi panjang.
Tempat persemaian tidak permanen adalah merupakan tempat persemaian yang pemakaiannya hanya untuk satu kali tanam saja. dan setelah itu harus dibuat lagi. Penggunaan tipe ini biayanya lebih rendah dan sangat efisien untuk usaha tani kecil yang masih berjangka pendek. Tempat persemaian tipe ini (tidak permanen) di buat langsung di tanah areal pertanaman. Tanah dibentuk bedeng-bedeng dan parit-parit. Tinggi bedeng 20 - 30cm, lebarnya 100 - 120 cm, danpanjangnya disesuaikan dengan keadaan lahannya.


















Gambar Tempat persemaian
2. Persiapan Lahan untuk Penanaman Bibit
Untuk pembesaran bibit perludi siapkan lahan penjarangan/lahan pembesaran. Lahan yang diperlukan adalah sebidang tanah yang  luasnya sesuai dengan kebutuhan.
Lahan tersebut tidak dapat digunakan begitu saja. Kita perlu melakukan penanganan khusus terhadap lahan tersebut. Mengingat penanganannya memerlukan waktu yang lama sebaiknya dipersiapkan sebelumnya. Penanganan lahan akan memakan waktu selama 25 hari.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Pengolahan lahan
Langkah pertama adalah mencangkul lahan. Pencangkulan dilakukan untuk menggemburkan tanah supaya tidak padat dan keras. Kemudian, memindahkan bagian tanah dalam menjadi di permukaan tanah. Penggemburan dilakukan pada lahan sedalam 40 cm. Kemudian, lahan dibiarkan selama satu minggu.
Tanah tersebut dibiarkan agar tanah terkena sinar matahari. Dengan demikian, sumber penyakit yang ada di dalam tanah dapat terbunuh.
Setelah satu minggu, kembali tanah digemburkan. Kemudian, kali ini lahan dibuat bedengan. Bedengan dibuat mengarah ke timur-barat. Hal ini dilakukan agar cahaya matahari dapat menerobos seluruh tanaman secara merata.


















Gambar Bedengan

b. Pengapuran
Pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH tanah. PH tanah yang semula 6 sebaiknya ditingkatkan menjadi 6,5 hingga 7. Selain untuk meningkatkan pH tanah, pengapuran berfungsi juga untuk memperbaiki struktur tanah. Hal ini dapat mendorong aktivitas mikroorganisme tanah untuk membantu proses penguraian bahan organik. Dengan demikian, unsur hara tanah segera terbentuk.
Pengapuran tanah umumnya menggunakan dolomit. Untuk menaikkah pH tanah sebesar 0,1 diperlukan kapur dolomit sekitar 312/Ha. Cara pengapuran adalah melakukan penaburan secara merata di permukaan tanah.

















Gambar Pengapuran

c. Pemupukan dasar
Pemupukan dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah. Pemupukan dilakukan dengan memberi pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Adapun dosis pupuk kandang yang diberikan adalah 10-20 ton/ha.

d. Pemasangan mulsa
Mulsa adalah plastik hitam yang digunakan untuk menutup permukaan tanah. Pemberian mulsa dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah. Secara umum, pemberian mulsa dilakukan untuk:
1)  melindungi bedengan dari curah hujan.
2) mempertahankan kelembapan tanah
3) mencegah tumbuhnya gulma
4) mencegah hanyutnya pupuk saat terjadi hujan
5) mengubah iklim mikro di sekitar tanaman.
6) menjaga tanah agar tetap gembur
7) mengatasi penyakit busuk hitam











Gambar pemberian mulsa

No comments:

Post a Comment