Wednesday, 19 October 2016

Hama Tanaman Pak Choy

Hama
Jenis hama yang mengganggu pada tanaman Pak Choy adalah sebagai berikut :
1.    Plutella Xylostella (P. maculipennis)
Imagonya berupa ngengat kecil berwarna coklat kelabu.  Pada sayap depan terdapat tanda “tiga berlian” yang berupa gelombang.  Pada ngengat betina warna tiga berlian tersebut terlihat lebih gelap.  Siklus hidup hama ini ± 21 hari , ngengat aktif pada senja dan malam hari.  Stadium yang paling membahayakan adalah larva (ulat).















Gambar  Ngengat

Tanaman inang hama ini adalah tanaman kubis-kubisan.  Gejala ditandai dengan terdapatnya lubang-lubang kecil pada daun.  Pada tingkat serangan yang cukup berat, daun-daun hanya tinggal tulangnya.  Serangan yang berat terjadi pada musim kemarau.
Pengendalian secara kultur teknis yaitu dengan melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yang tidak sefamili.  Pengendalian secara biologi dilakukan denan melepaskan musuh alami hama ini, yaitu Diadegma eucerophaga, Cotesia plutella kurdj.,dan Diadegma semiclausum.  Pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida selektif, seperti Dipel, Thuricide, Bactospeine ULV, Delfin WP, Florbac FC, Centari dan Agrimec 18 EC.
2.    Ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites Esp. dan C. orichalcea L.)
Hama ini berupa nengat berwarna gelap dan terdapat bintik-bintik keemasan berbentuk “Y” pada sayap depan.  Telurnya kecil berwarna keputih-putihan, diletakkan pada daun tanaman inang satu-satu atau berkelompok.  Larva berwarna hijau dengan garis-garis putih di sisinya.  Siklus hidupnya berlangsung 18-24 hari.  Ciri khas ulat jengkal adalah cara jalannya seperti menjengkal, meskipun sebenarnya ulat ini mempunyai tungkai palsu pada abdomen.












Gambar 6 Ulat Jengkal

Hama ini bersifat polibag, selain famili Cruciferae tanaman syuran lainnya juga merupakan tanaman inangnya.  Akibat serangan hama ini adalah daun rusak berlubang-lubang, sehingga menurunkan kuantitas dan kualitas sayuran.
Pengendalian non kimiawi dilakukan dengan cara melakukan penanaman yang serempak dan pergiliran tanaman.  Secara kimiawi pengendalian dilakukan dengan menyemparotkan insektisida yang bahan aktifnya Profenopos (Curacron 500 EC) atau Deltametrin (Decis 2.5 EC).

3.    Ulat tanah (Agritis ipsilon Hufn.)
Imago berwana hitam keabu-abuan dengan sayap berwarna kelabu dengan tanda hitam sampai coklat.  Ulat berwarna hitam atau hitam keabu-abuan aktif merusak tanaman pada malam hari dan memiliki sifat kanibal.  Siang hari, ulat bersembunyi dekat batang tanaman yang diserang.  Daur hidupnya 6-8 minggu.
Tanaman inang utama adalah famili Cruciferae, tomat serta jenis sayuran lainnya.  Menyerang hebat di musim kemarau.
Ulat tanah memekan daun dan memotong titik tumbuh (pucuk kecambah atau tanaman muda yang baru muncul di permukaan tanah.  Gejala serangan ditandai dengan rebahnya tanaman atau tangkai bibit yang baru ditanam, karena dipotong pada bagian pangkalnya dan tanaman yang terserang menjadi layu.
Pengendalian nonkimiawi dilakukan dengan mengumpulkan ulat-ulat tersebut, kemudian membunuhnya, menjaga kebersihan kebun agar tidak menjadi sarang ulat tersebut, serta menggunakan pupuk kandang yang sudah matang dan bebas hama penyakit.  Selain itu pengolahan tanah 1-2 minggu sebelum tanam dapat mencegah berkembangnya hama ini.  Secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan insektisida yang bahan aktifnya triklorfin (misalnya Dipterex 95 SP), menaburkan Furadan 3G pada media saat pengolahan tanah atau penyemprotan lubang tanam dengan Sherpa 50 EC atau Ambush 2 EC.












Gambar Ulat tanah
4. Ulat Krop
Ulat krop sering menyerang daun hingga daun  tinggal tersisa tulang-tulangnya saja. Ulat ini akan menggulung daun dan memakannya. Dari luar, tanaman tampak sehat Namun setelah diperiksa, bagian daun sebelah dalam habis dimakan.








Gambar Ulat Krop


Gambar Ulat Krop
5. Ulat Tritip
Ulat ini memakan daging daun sehingga daun tinggal kulit arinya saja. Hama ini sering disebut hama putih karena daun yang diserang menjadi berwarna putih.
Ulat ini pada saat baru menetas memiliki ciri tubuh berwarna hijau cerah. Kepalanya berwarna hitam. Panjang tubuhnya sekitar 1,2 mm. Ulat yang telah dewasa tubuhnya berwarna hijau atau hijau cerah. kepalanya berwarna lebih pucat dan terdapat bintik coklat. Panjang tubuhnya dapat mencapai 8 hingga 11 mm. Pada tubuhnya terdapat bulu.












Gambar Ulat Tritip

6. Ulat Grayak
Ulat grayak sangat dikenal petani. Hal ini karena ulat ini menyerang hampir semua jenis tanaman sayuran. Ulat grayak yang masih muda memiliki ciri-ciri tubuh berwarna kehijauan. Ulat yang telah dewasa tubuhnya berwarna kecoklatan atau abu-abu gelap, berbintik-bintik hitam, dan pada bagian punggung bergaris memanjang berwarna keputihan.














Gambar Ulat Grayak
7. Siput
Siput adalah hama pemakan daun. Hewan ini bertubuh lunak. Siput banyak jenisnya tetapi yang banyak menyerang tanaman sayuran adalah siput yang bercangkang atau dikenal dengan bekicot.
Siput biasanya menyerang tanaman yang masih muda. Hewan ini memakan daun, sehingga daun berlubang tidak merata. Siput menyerang tanaman pada malam hari.
















Gambar Siput

No comments:

Post a Comment