Persemaian
Persemaian sangat penting karena hasil akhir ditentukan oleh kondisi tanaman di persemaian.. Tahap ini dilakukan agar benih berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk tumbuh menjadi individu baru. Sehingga dapat menghemat benih dan menggurangi kematian bibit muda pada awal fase pertumbuhan maupun pada saat tanaman dipindahkan. Kegiatan ini berlangsung sampai tanaman membentuk 4-5 helai daun (± satu bulan). Banyaknya benih yang diperlukan untuk luasan satu hektar adalah 500-800 gram, tergantung teknik budidaya yang diterapkan dan jarak tanam yang digunakan.
Tempat persemaian disiapkan pada bedengan dengan lebar 1-1.2 m dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Benih ditaburkan pada alur tanam yang telah disiapkan dan ditutup dengan tanah tipis setebal 0.5-1 cm. Untuk merangsang perkecambahan benih tutup persemaian dengan karung goni basah atau daun pisang selama 1-2 hari. Dengan demikian, kelembaban tanah menjadi tinggi sehingga benih tidak mengalami kekeringan. Setelah benih mulai berkecambah tutup dapat segera dibuka. Selain menyemai dalam alur-alur (barisan) penyemaian dapat dilakukan dengan cara menyebarkan benih secara merata di tempat persemaian yang telah disiapkan.
Tanaman yang masih muda tidak tahan terhadap hujan yang lebat atau sinar matahari secara langsung , untuk itu maka termpat persemaian perlu diberi naungan. Naungan bisa dari bahan plastik bening, rumbia atau anyaman daun kelapa. Agar tanaman dapat memperoleh matahari pagi maka naungan dibuat dengan meninggikan bagian sebelah timur. Tinggi tiang penyangga naungan disebelah barat berukuran 0.6-0.8 meter dan sebelah timur 1-1.5 meter.
Setelah tanaman berumur 10-15 hari setelah semai, tanaman dijarangkan (dipindah semaikan) pada lahan persemaian lain atau dibumbung pada polybag kecil berukuaran 8 x 10 cm (daun pisang dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm). Hal ini bertujuan agar tanaman dapat hidup dengan normal karena tidak terjadi kompetisi yang terlalu berat dengan tanaman lainnya untuk memperoleh makanan. Dengan pemindahan tanaman pada lahan persemaian lain, diperlukan bedengan baru yang sama dengan bedengan pada persemaian sebelumnya. Jarak tanam yang digunakan di lahan tersebut adalah 5 x 10 cm.
Pada bibit yang dipindahsemaikan dalam polybag, media semai yang digunakan adalah campuran tanah dengan pupuk kandang yang telah matang dan diayak dengan perbandingan 1 : 1. Polybag/daun pisang diisi dengan media tersebut kemudian satu bibit ditanam pada polybag atau bumbung daun pisang tersebut. Setelah itu disimpan pada bedengan yang telah diberi peneduh.
Pada kedua cara tersebut jika dilihat dari segi kondisi tanaman setelah pemindahan maka pemindahan pada polybag/bumbungan dinilai lebih baik. Dengan disemai pada polibag akan diperoleh tanaman yang pertumbuhan akarnya tidak terganggu, karena penanaman dilakukan dengan media tanamnya. Sedangkan pada persemaian di lahan tanaman membutuhkan waktu untuk penyembuhan akar dan kemungkinan tanaman terserang penyakit besar. Hal ini dikarenakan pemindahan dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mengakibatkan adanya akar-akar yang terputus.
Selama dipersemaian, pemeliharaan dilakukan secara intensif terutama dalam penyiraman yang dilakukan 1-2 kali sehari. Selain itu juga dilakukan pemupukan dengan dosis 10 gram/10 liter air yang disiramkan setelah tanaman berumur lima hari setelah penyapihan/pembumbungan. Apabila ada serangan hama/penyakit yang dianggap dapat membahayakan pertanaman maka dilakukan penyemprotan pestisida selektif dengan dosis 30-50 % dari dosis anjuran.
No comments:
Post a Comment