Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan, penyulaman, pemberian pupuk susulan, dan pengendalian hama/penyakit tanaman.
1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan dengan frekuensi 1-2 kali sehari. Terutama jika cuaca cukup panas atau pada musim kemarau. Waktu penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari mengunakan gembor, selang, atau dengan cara dileb. Jika penyiraman dilakukan satu kali, maka penyiraman sebaiknya dilakukan pada sore hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari suhu tidak terlalu tinggi sehingga hilangnya air karena penguapan relatif rendah.
2. Penyiangan
Pada setiap areal pertanaman selalu ada tanaman lain selain tanaman yang kita tanam (gulma). Terutama pada lahan yang tidak diberi mulsa. Jika hal tersebut dibiarkan maka tanaman kita akan mengalami persaingan dalam memperebutkan air dan hara dalam tanah. Oleh karena itu, untuk memberantas gulma tersebut perlu dilakukan penyiangan. Penyiangan dapat dilakukan 1-2 kali bersamaan dengan pemberian pupuk susulan, yaitu dengan cara mencabut gulma tersebut dengan tangan atau menggunakan alat seperti kored, parang dan cangkul. Kegiatan ini juga sekaligus untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman. Biasanya kegiatan ini dilakukan saat tanaman berumur dua dan empat minggu setelah tanam.
3. Penyulaman
Terkadang tidak semua bibit yang kita tanam tumbuh dengan baik. Ada bibit yang dipindahtanamkan mengalami kegagalan pertumbuhan. Untuk itu, tanaman yang mati tersebut harus kita ganti dengan tanaman yang baru agar hasil panennya tidak berkurang.
Penyulaman dilakukan seminggu setelah bibit ditanam di kebun. Caranya adalah dengan membersihkan tempat tanaman yang mati itu. Lalu disitu kita beri Furadan 0,5 gr bila dipandang perlu. Kemudian bibit yang baru ditanam pada lubang tersebut. Lalu diurug dengan tanah.
Agar plertumbuhan tanaman yang baru sama dengan tanmaan lainnya yang tidak disulam, gunakanlah bibit yang berumur sama dengan tanaman yang tidak disulam.
Gambar Penyulaman
4. Pemupukan
Pak Choy merupakan tanaman sayuran daun. Produksi yang diharapkan adalah daun yang berwarna hijau, segar dan renyah bila dikonsumsi. Pemupukan merupakan salah satu cara agar hal tersebut dapat tercapai. Pemberian pupuk dilakukan sebelum tanam sebagai pupuk dasar dan sesudah tanam sebagai pupuk susulan.
Pupuk susulan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat tanaman berumur dua dan empat mingu setelah tanam. Dosis pupuk yang diberikan per hektar adalah 400-500 kg ZA, 200-300 kg SP dan 100-200 kg ZK. Pupuk diberikan dengan cara ditaburkan pada larikan antar tanaman atau secara melingkar pada setiap tanaman dengan jarak 15-20 cm dari pangkal batang dan dalamnya 10-15 cm. Setelah itu, pupuk ditutup dengan tanah untuk menghindari hilangnya pupuk dari lahan karena penguapan atau terbawa air hujan.
Di samping dosis yang digunakan, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemupukan adalah kondisi cuaca dan kondisi tanaman. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi pemborosan pupuk karena pupuk yang diberikan terbuang atau tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Gambar 4 Tata Cara Pemupukan
Kondisi cuaca merupakan faktor yang menentukan keberhasilan suatu aplikasi pemupukan. Pada hari akan hujan tidak boleh dilakukan pemupukan karena air hujan dapat mengakibatkan hanyutnya pupuk sehingga pupuk terbuang percuma dan tidak sempat dimanfaatkan oleh tanaman. Untuk jenis pupuk yang mudah menguap, pemupukan sebaiknya tidak dilakukan pada saat terik matahari. Pemupukan yang baik dilakukan sebelum pukul 19.00 atau sesudah pukul 15.00. Jika tanaman berada dalam naungan yang tidak memungkinkan sinar matahari terik atau cuaca tidak panas, maka pemupukan dapat dilakukan.
Pada setiap fase, tanaman membutuhkan jumlah hara yang berbeda. Pemberian pupuk yang berlebihan akan menyebabkan keracunan pada tanaman sehingga dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Pada tanaman Pak Choy diharapkan tanaman berada dalam fase vegetatif, untuk mencegah tanaman memasuki fase generatif dapat dilakukan dengan memberikan pupuk yang mengandung Nitrogen (N) tinggi secara terus-menerus.
Penyemprotan pestisida untuk mengendalikan serangan hama/penyakit dialakukan sesuai dengan tingkat serangan. Kegiatan ini dihentikan 2 minggu sebelum tanaman dipenen.
No comments:
Post a Comment