Penyakit
1. Busuk hitam (Xanthomonas campestris Down)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yan dapat bertahan hidup pada biji, tanah, tanaman inang dan sisa-sisa tanaman yang sakit. Bakteri yang terbawa benih/biji dapat baertahan selama dua tahun.
Gejala diawali dengan terinfeksinya pori-pori air (hidatoda) pada ujung-ujung tepi daun dan mengakibatkan terjadinya klorosis yang meluas sampai ke tengah daun. Kemudian, timbul busuk hitam bersudut membentuk huruf “V”. Pada tulang daun terlihat garis kehitaman, kemudian meluas ke bagian pelepah daun dan batang yang mengakibatkan daun rontok.
Penyebaran penyakit ini adalah melalui aliran irigasi, percikan air hujan dan pergesekan antara tanaman sehat dengan tanaman sakit.
Pengendalian nonkimiawi yaitu dengan mencabut tanaman yang sakit dan memusnahkannya. Untuk mencegahnya gunakan benih yang sehat/rendam benih dalam merkuri klorida (air panas 50-55oC) selama 20-30 menit, penyeleksian benih yang sehat dari persemaian, pengaturaan rotasi yang baik dan hindari terjadinya penularan. Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan menggunakan pestisida yang mengandung bahan aktif Kaptafol, Propineb, Mankozeb, dan Maneb.
2. Busuk Lunak (Erwinia carotovora (jones) Holland atau E. carotovora pv. carotovora (jones) Dye)
Patogen penyebab penyakit ini adalah bakteri yang dapat bertahan dalam tanah dan sisa-sisa tanaman. Patogen masuk ke dalan tanaman melalui luka yang ditularkan melalui alat yang digunakan pekerja tidak higienis.
Gejala serangan ditandai dengan terjadinya bercak busuk basah berwarna coklat kehitam-hitaman pada daun, batang, atau crop. Bercak membesar dengan bentuk yang tidak teratur. Jika lingkungan lembab dan suhu tinggi, tingkat serangan meningkat dan bercaknya menjadi berwarna krem serta agak berbutir-butir putih.
Serangan dapat dikurangi dengan memperbaiki drainase tanah, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang. Penyakit ini merupakan penyakit “lepas panen”, untuk mencegahnya adalah menghindari kerusakan saat panen serta mencuci hasil panen dengan larutan Borax 7.5 %.
3. Penyakit Bercak daun (Alternaria brassicae (Berk.) Sacc..)
Penyebaran Cendawan ini melalui biji, sisa-sisa tanaman sakit dan percikan air hujan. Serangan meningkat pada kondisi lembab dan basah.
Cendawan menyerang daun dengan tanda bintik-bintik hitam yang membentuk gelang-gelang konsentrik (pusat bercak berwarna hitam dan dikelilingi dengan bercak kuning kecoklatan, makin ke tepi makin terang)
Pencegahan dilakukan dengan perlakuan benih dengan merendam dalam air panas 50oC selama 30 menit sebelim disemaikan. Secara kimiawi dapat diatasi dengan fungisida yang mengandung bahan aktif benomil atau mankozeb.
4. Penyakit rebah semai atau rebah kecambah (damfing off)
Penyebabnya adalah cendawan Phytium debaryonum dan Rhizoctonia solani Kuhn. Cendawan menyerang bibit di persemaian. Bagian yang diserang adalah pangkal batang dan akar sehingga mengakibatkan busuk kering berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan mengakibatkan bibit menjadi layu/rebah. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan persemaian yang bebas patogen dan melakukan sterilisasi media persemaian.
5. Akar pekuk/akar gada (Plasmodiophora brasicae Wor.)
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang manjadi parasit akar dan menyebabkan pertumbuhan akar berlebih (hipertrophy) sehingga akar tidak mampu menyerap zat hara. Penyebaran terjadi melalui aliran irigasi, alat-alat pertanian, binatang, dan tanaman inang (Cruciferae). Penyakit ini timbul pada tanah yang pHnya kurang dari 7, suhu tinggi, kelembaban lebih dari 50 %. Cendawan dapat bertahan selama tujuh tahun.
Gejala awal, yaitu dengan terbentuknya puru (galls) di daerah perakaran yang bentuk dan ukurannya tidak beraturan mirip gada. Tanaman di atas permukaan tanah tampak layu pada siang hari dan segar kembali pada malam harinya. Lama-kelamaan, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan akhirnya akan mati.
Penyakit ini dicegah dengan perendaman benih dalam larutan ekstrak umbi ataupun daun bawang putih 8 % selama dua jam, sterilisasi media dengan dikukus/menggunakan fungisida, pengapuran tanah sebanyak 2-4 ton per hektar 15-30 hari sebelum tanam dan pergiliran tanaman.
No comments:
Post a Comment