Persiapan lahan
Lahan atau tempat budidaya terdiri dari dua macam, yaitu lahan untuk penyemaian benih dan lahan untuk penanaman bibit.
1. Tempat Penyemaian Benih
Untuk menyemaikan benih kita perlu melakukannya secara terpisah. Tempat untuk persemaian biji ada tiga jenis, yaitu tempat persemaian permanen, tempat persemaian semi permanen, dan tempat persemaian tidak permanen.
Tempat persemaian permanen adalah tempat persemaian bersifat tetap dan digunakan berkali-kali. Tempat persemaian seperti ini banyak digunakan oleh petani berskala besar. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk tipe persemaian permanen adalah bahan bangunan seperti semen, pasir, kapur, batu bata, kayu atau best untuk penyangga atap/ plastik polos atau yang bergelombang untuk atap. Kemudian dengan bahan-bahan tersebut dibuat kotak yang berukuran lebar 120 cm, tinggi kotak 25 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahannya.
Tipe persemaian semi permanen adalah merupakan tipe yang hanya dapat digunakan beberapa kali saja. Bahan yang digunakan untuk membuat tempat persemaian ini dapat berupa papan kayu atau berupa anyaman bambu. Ukurannya dapat dibuat bervariasi, yaitu 1 x 1 m atau 1 x 2 m/ dan lain-lain. Sedangkan tinggi kotak adalah 25 cm. Bentuk tempat persemaian berupa kotak bujur sangkar atau empat persegi panjang.
Tempat persemaian tidak permanen adalah merupakan tempat persemaian yang pemakaiannya hanya untuk satu kali tanam saja. dan setelah itu harus dibuat lagi. Penggunaan tipe ini biayanya lebih rendah dan sangat efisien untuk usaha tani kecil yang masih berjangka pendek. Tempat persemaian tipe ini (tidak permanen) di buat langsung di tanah areal pertanaman. Tanah dibentuk bedeng-bedeng dan parit-parit. Tinggi bedeng 20 - 30cm, lebarnya 100 - 120 cm, danpanjangnya disesuaikan dengan keadaan lahannya.
Gambar Tempat persemaian
2. Persiapan Lahan untuk Penanaman Bibit
Untuk pembesaran bibit perludi siapkan lahan penjarangan/lahan pembesaran. Lahan yang diperlukan adalah sebidang tanah yang luasnya sesuai dengan kebutuhan.
Lahan tersebut tidak dapat digunakan begitu saja. Kita perlu melakukan penanganan khusus terhadap lahan tersebut. Mengingat penanganannya memerlukan waktu yang lama sebaiknya dipersiapkan sebelumnya. Penanganan lahan akan memakan waktu selama 25 hari.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Pengolahan lahan
Langkah pertama adalah mencangkul lahan. Pencangkulan dilakukan untuk menggemburkan tanah supaya tidak padat dan keras. Kemudian, memindahkan bagian tanah dalam menjadi di permukaan tanah. Penggemburan dilakukan pada lahan sedalam 40 cm. Kemudian, lahan dibiarkan selama satu minggu.
Tanah tersebut dibiarkan agar tanah terkena sinar matahari. Dengan demikian, sumber penyakit yang ada di dalam tanah dapat terbunuh.
Setelah satu minggu, kembali tanah digemburkan. Kemudian, kali ini lahan dibuat bedengan. Bedengan dibuat mengarah ke timur-barat. Hal ini dilakukan agar cahaya matahari dapat menerobos seluruh tanaman secara merata.
Gambar Bedengan
b. Pengapuran
Pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH tanah. PH tanah yang semula 6 sebaiknya ditingkatkan menjadi 6,5 hingga 7. Selain untuk meningkatkan pH tanah, pengapuran berfungsi juga untuk memperbaiki struktur tanah. Hal ini dapat mendorong aktivitas mikroorganisme tanah untuk membantu proses penguraian bahan organik. Dengan demikian, unsur hara tanah segera terbentuk.
Pengapuran tanah umumnya menggunakan dolomit. Untuk menaikkah pH tanah sebesar 0,1 diperlukan kapur dolomit sekitar 312/Ha. Cara pengapuran adalah melakukan penaburan secara merata di permukaan tanah.
Gambar Pengapuran
c. Pemupukan dasar
Pemupukan dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah. Pemupukan dilakukan dengan memberi pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Adapun dosis pupuk kandang yang diberikan adalah 10-20 ton/ha.
d. Pemasangan mulsa
Mulsa adalah plastik hitam yang digunakan untuk menutup permukaan tanah. Pemberian mulsa dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah. Secara umum, pemberian mulsa dilakukan untuk:
1) melindungi bedengan dari curah hujan.
2) mempertahankan kelembapan tanah
3) mencegah tumbuhnya gulma
4) mencegah hanyutnya pupuk saat terjadi hujan
5) mengubah iklim mikro di sekitar tanaman.
6) menjaga tanah agar tetap gembur
7) mengatasi penyakit busuk hitam
Gambar pemberian mulsa
Wednesday, 19 October 2016
Mengenal Tanaman Pak Choy
Sekilas Mengenai Pak Choy
Pak Choy merupakan tanaman asli wilayah timur Asia yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Sayuran ini menjadi populer di Inggris pada tahun 1800 dan pada tahun 1900 di Amerika. Tanaman yang dibudidayakan memiliki batang yang tebal dan lembut serta berwarna putih yang merupakan tangkai daun dan tulang daun utama. Daun berwarna hijau tua dengan tulang daun berwarna putih. Ada juga varietas yang batangnya berwarna hijau.
Pak Choy populer dikalangan masyarakat keturunan cina. Dari segi rasa, sayuran ini memiliki rasa yang tidak berbeda jauh dengan sawi. Klasifikasi tanaman Pak Choy adalah sebagai berikut.
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Sub Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Papavorales/Brassicales
Famili : Cruciferae/Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : Brassica oleracea
B. rapa
B. campestris
B. juncea
Barassica rapa terdiri dari dua varietas yaitu varietas pekinensis dan varietas chinensis. Perbedaan dari kedua varietas tersebut adalah varietas pekinensis membentuk crop sedangkan varietas chinensis tidak membentuk crop. Barassica rapa var pekinensis dikenal deengan nama petsai. Barassica rapa var chinensis dikenal dengan nama Pak Choy.
Keragaman varietas yang sudah dan siap di pasaran disajikan pada tabel 1.
Tabel 1
Berbagai varietas Pak Choy hibrida dan non hibrida
Yang diproduksi oleh perusahaan benih dunia
Jenis Umur Panen Berat Crop Negara Asal
dan Varietas (HST) (kg) (Perusahaan)
A. Pak Choy hibrida
1. Green boy 34-40 Hungnong Seed (Korea)
2. Green fortune Takii Seed (Jepang)
3. Joi choi Sakata seed
(Jepang)
4. Mei Qing Choi
5. Top bunch
6.Fun lee 30 0.2 Known You Seed
(Taiwan)
7.white light
B. Pak Choy non hibrida
1. Green Pak Choy Hungnong Seed
(Korea)
2. White Pak Choy
3. Pak-Choy Green 40 Takii Seed
(Jepang)
4. Pak-Choy White
5. Pak-Choy Slow Bolt
6. Taisai
7. Tsao-Sim 40
8. Ching Chiang 40 Known You Seed
(Korea)
9. Gracious 45
10 Shanghai Pak Choy Sakata Seed
(Jepang)
11. Chinese Pak Choy
12. Canton Pak Choy (CPC)
13. CPC Dwarf type
B. Botani Tanaman Pak Choy
Secara umum famili cruciferae memiliki sifat morfologi yang hampir sama terutama perakaran, struktur batang, bunga, buah (polong) maupun bijinya.
Sistem perakaran famili cruciferae adalah akar tunggang (radix primoria), cabang akar berbentuk bulat panjang (silindris) menyebar ke semua arah pada kedalaman antara 30-50 cm. Perakaran tersebut berfungsi sebagai pengangkut air dan zat makanan dari tanah dan menguatkan berdirinya batang tanaman.
Batang (caulis) sangat pendek dan beruas-ruas tetapi hampir tidak kelihatan. Fungsinya sebagai alat pembentuk dan penopang daun. Daun berwarna hijau tua yang mengelompok di bagian atas dengan batang berwarna putih atau hijau yang sukulen, tidak membentuk crop. Dibandingkan dengan sawi, tanaman ini lebih pendek, tangkai daun lebar dan kokoh, tulang daun dan daun mirip Pak Choy, akan tetapi daun lebih tebal.
Gambar1.1 Pak Choy Green
Bunga tersusun dalam tiga tangkai bunga yang tumbuh memanjang ke atas dan bercabang banyak. Tiap kuntum bunga terdiri dari 4 helai daun kelopak, 4 helai daun mahkota bunga yang berwarna kuning cerah. 4 buah benang sari dan satu buah putik dengan bakal buah berongga dua. Untuk merangsang pembungaan dilakukan vernalisasi yaitu perlakuan suhu dingin 5 C-10oC pada biji selama 3-4 minggu. Tanaman ini memiliki tipe buah polong yang bentuknya memanjang dan berongga. Tiap polong berisi 2-8 butir biji. Biji berwarna coklat/coklat kehitam-hitaman berbentuk bulat kecil.
Gambar 1.2. Pak Choy White
C. Syarat pertumbuhan
Pak Choy merupakan tanaman dataran tinggi, sehingga untuk dapat tumbuh dengan baik membutuhkan suhu yang cukup rendah. Suhu yang baik untuk pertumbuhan Pak Choy adalah 15 dan 20° C. Pada suhu diatas 24oC dapat mengakibatkan tanaman terbakar pada bagian pucuknya temperatur yang hangat mendukung tanaman agar berada dalam fase vegetatif. Panjang hari sangat berpengaruh terhadap tanaman. Hari pendek dengan temperatur yang hangat mendukung tanaman agar berada dalam fase vegetatif.
Tanaman ini membutuhkan air yang banyak dengan darainase yang baik, kondisi tanah harus lembab dengan pH 6.5-7. Pak choy sensitif terhadap kondisi tanah yang memiliki pH di bawah 6. Tanah yang subur, gembur, dan banyak humus sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Dengan banyaknya bahan organik dalam tanah dapat menyimpan air yang cukup bagi tanaman.
Kondisi lingkungan yang buruk pada pertanaman akan berakibat buruk bagi tanaman. Suhu yang tinggi dengan kelembaban yang rendah dapat menyebabkan tanaman menjadi lebih kecil dan akhirnya produksi yang dihasilkanpun menjadi rendah.
Pak Choy merupakan tanaman asli wilayah timur Asia yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Sayuran ini menjadi populer di Inggris pada tahun 1800 dan pada tahun 1900 di Amerika. Tanaman yang dibudidayakan memiliki batang yang tebal dan lembut serta berwarna putih yang merupakan tangkai daun dan tulang daun utama. Daun berwarna hijau tua dengan tulang daun berwarna putih. Ada juga varietas yang batangnya berwarna hijau.
Pak Choy populer dikalangan masyarakat keturunan cina. Dari segi rasa, sayuran ini memiliki rasa yang tidak berbeda jauh dengan sawi. Klasifikasi tanaman Pak Choy adalah sebagai berikut.
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Sub Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Papavorales/Brassicales
Famili : Cruciferae/Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : Brassica oleracea
B. rapa
B. campestris
B. juncea
Barassica rapa terdiri dari dua varietas yaitu varietas pekinensis dan varietas chinensis. Perbedaan dari kedua varietas tersebut adalah varietas pekinensis membentuk crop sedangkan varietas chinensis tidak membentuk crop. Barassica rapa var pekinensis dikenal deengan nama petsai. Barassica rapa var chinensis dikenal dengan nama Pak Choy.
Keragaman varietas yang sudah dan siap di pasaran disajikan pada tabel 1.
Tabel 1
Berbagai varietas Pak Choy hibrida dan non hibrida
Yang diproduksi oleh perusahaan benih dunia
Jenis Umur Panen Berat Crop Negara Asal
dan Varietas (HST) (kg) (Perusahaan)
A. Pak Choy hibrida
1. Green boy 34-40 Hungnong Seed (Korea)
2. Green fortune Takii Seed (Jepang)
3. Joi choi Sakata seed
(Jepang)
4. Mei Qing Choi
5. Top bunch
6.Fun lee 30 0.2 Known You Seed
(Taiwan)
7.white light
B. Pak Choy non hibrida
1. Green Pak Choy Hungnong Seed
(Korea)
2. White Pak Choy
3. Pak-Choy Green 40 Takii Seed
(Jepang)
4. Pak-Choy White
5. Pak-Choy Slow Bolt
6. Taisai
7. Tsao-Sim 40
8. Ching Chiang 40 Known You Seed
(Korea)
9. Gracious 45
10 Shanghai Pak Choy Sakata Seed
(Jepang)
11. Chinese Pak Choy
12. Canton Pak Choy (CPC)
13. CPC Dwarf type
B. Botani Tanaman Pak Choy
Secara umum famili cruciferae memiliki sifat morfologi yang hampir sama terutama perakaran, struktur batang, bunga, buah (polong) maupun bijinya.
Sistem perakaran famili cruciferae adalah akar tunggang (radix primoria), cabang akar berbentuk bulat panjang (silindris) menyebar ke semua arah pada kedalaman antara 30-50 cm. Perakaran tersebut berfungsi sebagai pengangkut air dan zat makanan dari tanah dan menguatkan berdirinya batang tanaman.
Batang (caulis) sangat pendek dan beruas-ruas tetapi hampir tidak kelihatan. Fungsinya sebagai alat pembentuk dan penopang daun. Daun berwarna hijau tua yang mengelompok di bagian atas dengan batang berwarna putih atau hijau yang sukulen, tidak membentuk crop. Dibandingkan dengan sawi, tanaman ini lebih pendek, tangkai daun lebar dan kokoh, tulang daun dan daun mirip Pak Choy, akan tetapi daun lebih tebal.
Gambar1.1 Pak Choy Green
Bunga tersusun dalam tiga tangkai bunga yang tumbuh memanjang ke atas dan bercabang banyak. Tiap kuntum bunga terdiri dari 4 helai daun kelopak, 4 helai daun mahkota bunga yang berwarna kuning cerah. 4 buah benang sari dan satu buah putik dengan bakal buah berongga dua. Untuk merangsang pembungaan dilakukan vernalisasi yaitu perlakuan suhu dingin 5 C-10oC pada biji selama 3-4 minggu. Tanaman ini memiliki tipe buah polong yang bentuknya memanjang dan berongga. Tiap polong berisi 2-8 butir biji. Biji berwarna coklat/coklat kehitam-hitaman berbentuk bulat kecil.
Gambar 1.2. Pak Choy White
C. Syarat pertumbuhan
Pak Choy merupakan tanaman dataran tinggi, sehingga untuk dapat tumbuh dengan baik membutuhkan suhu yang cukup rendah. Suhu yang baik untuk pertumbuhan Pak Choy adalah 15 dan 20° C. Pada suhu diatas 24oC dapat mengakibatkan tanaman terbakar pada bagian pucuknya temperatur yang hangat mendukung tanaman agar berada dalam fase vegetatif. Panjang hari sangat berpengaruh terhadap tanaman. Hari pendek dengan temperatur yang hangat mendukung tanaman agar berada dalam fase vegetatif.
Tanaman ini membutuhkan air yang banyak dengan darainase yang baik, kondisi tanah harus lembab dengan pH 6.5-7. Pak choy sensitif terhadap kondisi tanah yang memiliki pH di bawah 6. Tanah yang subur, gembur, dan banyak humus sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Dengan banyaknya bahan organik dalam tanah dapat menyimpan air yang cukup bagi tanaman.
Kondisi lingkungan yang buruk pada pertanaman akan berakibat buruk bagi tanaman. Suhu yang tinggi dengan kelembaban yang rendah dapat menyebabkan tanaman menjadi lebih kecil dan akhirnya produksi yang dihasilkanpun menjadi rendah.
Thursday, 22 September 2016
Penanaman dan Pemeliharaan Anggrek
Penanaman dan Pemeliharaan
1. Persiapan Lahan
Tanaman anggrek dapat ditanam di sekitar rumah, pekarangan, dan kebun, yaitu di bawah pohon atau dengan naungan yang diberi paranet atau sejenisnya, dengan pengaturan intensitas cahaya tertentu atau di lahan terbuka. Karena tanaman anggrek mempunyai potensi ekonomis yang tinggi, untuk jenis-jenis tertentu dapat ditanam di dalam rumah kaca (green house). Selain untuk melindungi tanaman dari gangguan alam, juga akan mengurangi intensitas serangan OPT.
2. Persiapan Media Tumbuh
Media tumbuh yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu tidak lekas melapuk, tidak menjadi sumber penyakit, mempunyai aerasi yang baik, mampu mengikat air dan unsur hara secara baik, mudah didapat dalam jumlah yang diinginkan, dan harganya relatif murah. Sampai saat ini, belum ada media yang memenuhi semua persyaratan untuk pertumbuhan tanaman anggrek.
Untuk pertumbuhan tanaman anggrek, kemasaman media (pH) yang baik, berkisar antara 5-6. Media tumbuh sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi bunga optimal, sehingga perlu adanya usaha mencari media tumbuh yang sesuai. Media tumbuh yang sering digunakan di Indonesia, yaitu moss, pakis, serutan kayu, potongan kayu, serabut kelapa, arang, dan kulit pinus. Pecahan batu-bata banyak dipakai sebagai media dasar pot anggrek karena dapat menyerap air lebih banyak dibandingkan dengan pecahan genting.
Selain itu, media pecahan batu-bata digunakan sebagai dasar pot karena mempunyai kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Moss yang mengandung 2-3% unsur N, sudah lama digunakan untuk medium tumbuh anggrek. Media moss mempunyai kemampuan mengikat air yang baik, serta mempunyai aerasi dan drainase yang baik pula.
Pakis sesuai untuk media anggrek karena memiliki daya mengikat air, aerasi dan drainase yang baik, melapuk secara perlahan-lahan, serta mengandung unsur hara yang dibutuhkan anggrek untuk pertumbuhannya.
Serabut kelapa mudah melapuk dan mudah busuk, sehingga dapat menjadi sumber penyakit, tetapi daya simpan airnya sangat baik dan mengandung unsur hara yang diperlukan serta mudah didapat dan harganya murah. Ketika menggunakan serabut kelapa sebagai media tumbuh, sebaiknya dipilih serabut kelapa yang sudah tua.
Media tumbuh sabut kelapa, pakis, dan moss merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek Phalaenopsis sp. Akan tetapi, bila pakis dan moss yang tumbuh di hutan ini diambil secara terus-menerus untuk digunakan sebagai media tumbuh, dikhawatirkan keseimbangan ekosistem akan terganggu.
Serutan kayu atau potongan kayu kurang sesuai untuk media anggrek walaupun memiliki aerasi dan drainase yang baik, tetapi daya simpan airnya kurang baik, serta miskin unsur N. Proses pelapukan berlangsung lambat karena kayu banyak mengandung senyawa-senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti selulosa, lignin, dan hemiselulosa.
Media serutan kayu jati merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan anggrek Aranthera James Storie. Pecahan arang kayu tidak lekas lapuk, tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri, tetapi sukar mengikat air dan miskin zat hara. Namun, arang cukup baik untuk media anggrek.
Penggunaan media baru (repotting) dapat dilakukan, bila mengalami hal-hal sebagai berikut.
a. Bila ditanam dalam pot (wadah) sudah terlalu padat atau banyak tunasnya.
b. Medium lama sudah hancur, sehingga medium bersifat asam dan dapat menjadi sumber penyakit.
3. Penyiraman
Tanaman anggrek yang sedang aktif tumbuh, membutuhkan lebih banyak air dibandingkan dengan yang sudah berbunga. Frekuensi dan banyaknya air siraman yang diberikan pada tanaman anggrek bergantung pada jenis, besar kecil ukuran tanaman, dan keadaan lingkungan pertanaman. Contohnya, tanaman anggrek Vanda sp., Arachnis sp., dan Renanthera sp., yaitu anggrek tipe monopodial yang tumbuh di bawah cahaya Matahari langsung, sehingga membutuhkan penyiraman lebih dari dua kali sehari, terutama pada musim kemarau.
4. Pemupukan
Seperti tumbuhan lainnya, anggrek membutuhkan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Kebutuhan tanaman anggrek akan nutrisi sama dengan tumbuhan lainnya, hanya anggrek membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperlihatkan gejala-gejala defisiensi (yang tidak baik), mengingat pertumbuhan anggrek sangat lambat.
Dalam usaha budi daya tanaman anggrek, habitatnya tidak cukup mampu menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya tanaman diberi pupuk, baik organik maupun anorganik. Pupuk yang digunakan umumnya pupuk majemuk, yaitu yang mengandung unsur makro dan mikro.
Kualitas dan kuantitas pupuk dapat mengatur keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pada fase pertumbuhan vegetatif, bagi tanaman yang masih kecil, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 30 : 10 : 10. Adapun pada fase pertumbuhan vegetatif, bagi tanaman yang berukuran sedang, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10 : 10 : 10. Sebaliknya, pada fase pertumbuhan generatif, yaitu untuk merangsang pembungaan, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10 : 30 : 30.
Jika dilakukan pemupukan ke dalam pot, hanya pupuk yang larut dalam air dan kontak langsung dengan ujung akar yang akan diambil oleh anggrek, sisanya akan tetap berada dalam pot. Pemupukan pada sore hari, menunjukkan respon pertumbuhan yang baik pada anggrek Dendrobium sp.
1. Persiapan Lahan
Tanaman anggrek dapat ditanam di sekitar rumah, pekarangan, dan kebun, yaitu di bawah pohon atau dengan naungan yang diberi paranet atau sejenisnya, dengan pengaturan intensitas cahaya tertentu atau di lahan terbuka. Karena tanaman anggrek mempunyai potensi ekonomis yang tinggi, untuk jenis-jenis tertentu dapat ditanam di dalam rumah kaca (green house). Selain untuk melindungi tanaman dari gangguan alam, juga akan mengurangi intensitas serangan OPT.
2. Persiapan Media Tumbuh
Media tumbuh yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu tidak lekas melapuk, tidak menjadi sumber penyakit, mempunyai aerasi yang baik, mampu mengikat air dan unsur hara secara baik, mudah didapat dalam jumlah yang diinginkan, dan harganya relatif murah. Sampai saat ini, belum ada media yang memenuhi semua persyaratan untuk pertumbuhan tanaman anggrek.
Untuk pertumbuhan tanaman anggrek, kemasaman media (pH) yang baik, berkisar antara 5-6. Media tumbuh sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi bunga optimal, sehingga perlu adanya usaha mencari media tumbuh yang sesuai. Media tumbuh yang sering digunakan di Indonesia, yaitu moss, pakis, serutan kayu, potongan kayu, serabut kelapa, arang, dan kulit pinus. Pecahan batu-bata banyak dipakai sebagai media dasar pot anggrek karena dapat menyerap air lebih banyak dibandingkan dengan pecahan genting.
Selain itu, media pecahan batu-bata digunakan sebagai dasar pot karena mempunyai kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Moss yang mengandung 2-3% unsur N, sudah lama digunakan untuk medium tumbuh anggrek. Media moss mempunyai kemampuan mengikat air yang baik, serta mempunyai aerasi dan drainase yang baik pula.
Pakis sesuai untuk media anggrek karena memiliki daya mengikat air, aerasi dan drainase yang baik, melapuk secara perlahan-lahan, serta mengandung unsur hara yang dibutuhkan anggrek untuk pertumbuhannya.
Serabut kelapa mudah melapuk dan mudah busuk, sehingga dapat menjadi sumber penyakit, tetapi daya simpan airnya sangat baik dan mengandung unsur hara yang diperlukan serta mudah didapat dan harganya murah. Ketika menggunakan serabut kelapa sebagai media tumbuh, sebaiknya dipilih serabut kelapa yang sudah tua.
Media tumbuh sabut kelapa, pakis, dan moss merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek Phalaenopsis sp. Akan tetapi, bila pakis dan moss yang tumbuh di hutan ini diambil secara terus-menerus untuk digunakan sebagai media tumbuh, dikhawatirkan keseimbangan ekosistem akan terganggu.
Serutan kayu atau potongan kayu kurang sesuai untuk media anggrek walaupun memiliki aerasi dan drainase yang baik, tetapi daya simpan airnya kurang baik, serta miskin unsur N. Proses pelapukan berlangsung lambat karena kayu banyak mengandung senyawa-senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti selulosa, lignin, dan hemiselulosa.
Media serutan kayu jati merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan anggrek Aranthera James Storie. Pecahan arang kayu tidak lekas lapuk, tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri, tetapi sukar mengikat air dan miskin zat hara. Namun, arang cukup baik untuk media anggrek.
Penggunaan media baru (repotting) dapat dilakukan, bila mengalami hal-hal sebagai berikut.
a. Bila ditanam dalam pot (wadah) sudah terlalu padat atau banyak tunasnya.
b. Medium lama sudah hancur, sehingga medium bersifat asam dan dapat menjadi sumber penyakit.
3. Penyiraman
Tanaman anggrek yang sedang aktif tumbuh, membutuhkan lebih banyak air dibandingkan dengan yang sudah berbunga. Frekuensi dan banyaknya air siraman yang diberikan pada tanaman anggrek bergantung pada jenis, besar kecil ukuran tanaman, dan keadaan lingkungan pertanaman. Contohnya, tanaman anggrek Vanda sp., Arachnis sp., dan Renanthera sp., yaitu anggrek tipe monopodial yang tumbuh di bawah cahaya Matahari langsung, sehingga membutuhkan penyiraman lebih dari dua kali sehari, terutama pada musim kemarau.
4. Pemupukan
Seperti tumbuhan lainnya, anggrek membutuhkan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Kebutuhan tanaman anggrek akan nutrisi sama dengan tumbuhan lainnya, hanya anggrek membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperlihatkan gejala-gejala defisiensi (yang tidak baik), mengingat pertumbuhan anggrek sangat lambat.
Dalam usaha budi daya tanaman anggrek, habitatnya tidak cukup mampu menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya tanaman diberi pupuk, baik organik maupun anorganik. Pupuk yang digunakan umumnya pupuk majemuk, yaitu yang mengandung unsur makro dan mikro.
Kualitas dan kuantitas pupuk dapat mengatur keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pada fase pertumbuhan vegetatif, bagi tanaman yang masih kecil, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 30 : 10 : 10. Adapun pada fase pertumbuhan vegetatif, bagi tanaman yang berukuran sedang, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10 : 10 : 10. Sebaliknya, pada fase pertumbuhan generatif, yaitu untuk merangsang pembungaan, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10 : 30 : 30.
Jika dilakukan pemupukan ke dalam pot, hanya pupuk yang larut dalam air dan kontak langsung dengan ujung akar yang akan diambil oleh anggrek, sisanya akan tetap berada dalam pot. Pemupukan pada sore hari, menunjukkan respon pertumbuhan yang baik pada anggrek Dendrobium sp.
IKLIM YANG TEPAT UNTUK ANGGREK
Iklim untuk Anggrek
Berdasarkan tipe suhu dan jenis anggrek yang akan cocok dibudi dayakan, dapat dibedakan menjadi tiga tipe tanaman, yaitu tanaman dengan kebutuhan suhu dingin, sedang, dan hangat. Pengaruh suhu berkaitan dengan proses asimilasi (pembentukan cadangan makanan) dan proses disimilasi (penguraian makanan dan pernafasan). Suhu udara yang tinggi akan meningkatkan respirasi dan merombak sebagian besar hasil fotosintesis yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman anggrek. Anggrek yang akan dibudi dayakan harus disesuaikan dengan kebutuhan suhunya, agar proses asimilasi dan disimilasi berjalan sempurna.
Pada umumnya, anggrek menyukai sirkulasi udara yang lembut dan terus-menerus. Jika sirkulasi udara tidak ada atau tidak lancar, anggrek akan mudah terserang penyakit terutama disebabkan oleh jamur dan bakteri. Bila sirkulasi udara terlalu kencang, anggrek akan mengalami dehidrasi. Jika sirkulasi udara mengalami stagnasi, akan berakibat buruk bagi anggrek. Gejala yang dapat ditemukan akibat dehidrasi, yaitu bunga mengecil, mudah layu, dan kuncup mudah rontok.
Energi yang berasal dari cahaya Matahari dibutuhkan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Hasil fotosintesis diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi atau rendah dapat mengakibatkan kerugian. Kebutuhan intensitas cahaya untuk anggrek dinyatakan dengan satuan lilin cahaya, dan untuk masing-masing jenis anggrek tidak sama. Anggrek epifit membutuhkan intensitas cahaya berkisar 10-50% dan anggrek terestrial sekitar 60-100%.
Kelembapan udara untuk anggrek harus sangat diperhatikan. Pada umumnya, semua anggrek membutuhkan kelembapan udara yang cukup tinggi, bahkan beberapa jenis anggrek membutuhkan kelembapan yang sangat tinggi. Kelembapan udara, lebih diperlukan oleh anggrek dibandingkan media tanaman yang terus-menerus basah. Pada umumnya, tanaman anggrek membutuhkan kelembapan udara pada siang hari berkisar 50-80% dan pada saat musim berbunga sekitar 50-60%. Kelembapan udara sangat dipengaruhi oleh lingkungan lahan. Untuk menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman anggrek, agar tetap lengas (lembap), daerah tempat tumbuh anggrek perlu diberi bahan pelindung untuk mengurangi penguapan.
Tanaman anggrek akan tumbuh dengan baik, jika kebutuhan airnya tercukupi. Penyiraman yang berlebihan akan berdampak buruk bagi tanaman. Kelebihan air justru akan menyebabkan timbulnya penyakit busuk akar atau busuk daun yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan. Kekeringan yang berkepanjangan harus dihindari karena dapat menimbulkan terjadinya dehidrasi (kekurangan air) yang ditandai dengan mengerutnya psedobulb (umbi semu). Banyaknya penyiraman dan frekuensi penyiraman anggrek sangat tergantung pada cuaca (suhu, kelembapan udara, angin, dan cahaya Matahari), jenis, ukuran tanaman, dan keadaan lingkungan tanaman.
Untuk budi daya anggrek, diperlukan berbagai input, yaitu bibit, media tanam, pupuk, greenhouse (jaringan peneduh dan plastik ultraviolet) serta beberapa perlengkapan lain, seperti blower dan selang penyiraman. Untuk meningkatkan kualitas dan keragamannya, anggrek dipasarkan dalam berbagai bentuk olahan, selain sebagai tanaman hias, yaitu sebagai bunga potong, bunga pot, juga digunakan sebagai obat, dan anggrek hibrida. Anggrek hibrida adalah jenis anggrek hasil silangan antara varietas anggrek yang berbeda untuk mendapatkan bentuk dan warna bunga yang lebih menarik.
Karena memiliki kemampuan beradaptasi yang luas, anggrek di berbagai daerah di dunia dapat ditemukan. Akan tetapi, penyebaran anggrek terpusat di sektar khatulistiwa (tropis), yaitu Asia Tenggra, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Kebutuhan anggrek terhadap cahaya berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Ada jenis anggrek yang tidak tahan cahaya langsung, misalnya jenis Cattleya, Dendrobium, dan Phalaeonopsis (anggrek bulan). Akan tetapi, jika cahaya terlalu sedikit, tanaman menjadi hijau tua, tumbuh kurang baik, dan bunga kadang-kadang tidak ke luar sama sekali serta tanaman mudah terserang penyakit, baik oleh bakteri maupun jamur.
Dalam teori pembudidayaan anggrek, cahaya Matahari adalah faktor pertama dari tiga faktor primer lainnya. Selain itu, cahaya Matahari merupakan kunci yang benar-benar utama menuju keberhasilan. Pertumbuhan yang aktif, pendewasaan tanaman, dan produksi bunga dibutuhkan penyediaan energi. Matahari adalah sumber utama dari energi yang dimaksud. Tanaman dapat mengubah tenaga cahaya tersebut menjadi kalori dalam bahan-bahan organik melelui proses fotosintesis. Adapun faktor-faktor lingkungan yang sangat memengaruhi tingkatan fotosintesis pada tanaman anggrek adalah intensitas cahaya, konsentrasi CO2 dalam udara, temperatur, dan penyediaan air.
Intensitas diukur dalam foot candle (lilin cahaya). Satu foot candle adalah kuat cahaya yang dipancarkan oleh lilin standar pada jarak satu foot (12 inci). Matahari penuh pada hari cerah di daerah tropis, mempunyai intensitas kira-kira 10.000 lilin (foot candles). Fotosintesis dapat berjalan lancar tergantung pada intensitas cahayanya. Titik intensitas cahaya yang lebih besar dan tidak menambah kepesatan fotosintesis disebut titik jenuh cahaya.
Jadi, berapa banyak cahaya Matahari yang diberikan, tergantung pada jenis dan tipe anggrek yang bersangkutan serta berhubungan erat dengan keadaan tempat asalnya, yaitu sebagai berikut.
1. Arachis, Renathera, dan Terete Vanda
Tanaman anggrek ini dapat menerima cahaya Matahari penuh (langsung), artinya 100% cahaya Matahari siang tanpa peneduh. Intensitas cahaya Matahari yang tinggi, harus diikuti dengan keadaan temperatur dan medium yang tinggi serta diimbangi oleh kelembapan relatif udara yang tinggi pula.
2. Vanda Daun Sabuk
Tanaman epifit ini mayoritas berasal dari hutan hujan tropis (tropika basah). Itulah sebabnya, daun pada anggrek ini lebar dan lebih rapat daripada tipe terete yang silindris seperti pensil. Dengan permukaan daun yang lebar, ia akan berusaha menangkap sebanyak mungkin cahaya Matahari dalam suasana keteduhan hutan tersebut, yaitu sekitar 25-30% yang sampai pada daunannya. Dalam pembudidayaan, biasanya anggrek ini memperoleh temperatur dan intensitas cahaya Matahari yang lebih tinggi, yaitu dapat mencapai 60-70%.
3. Semiterete Vanda
Ditanam seperti tanaman semiterestria dengan intensitas cahaya antara 75-100% cahaya Matahari siang, tetapi sering pula di bawah Matahari penuh dengan kelembapan tinggi.
4. Cattleya
Termasuk tanaman yang menyukai terang dengan intensitas cahaya Matahari antara 50-60%.
5. Dendrobium
Secara umum, jenis anggrek ini memerlukan cahaya Matahari sebanyak yang diperlukan Cattleya, tetapi tergantung tipenya. Intensitas 60% minimum, cocok untuk kelompok evergreen. Adapun untuk kelompok peluruh (deciduous), membutuhkan peneduh lebih rapat sekalipun dapat sesuai dengan intensitas 60%. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada daun-daunnya yang lebih tipis.
6. Phalaeonopsis
Jenis anggrek ini termasuk tanaman teduh, bahkan teduh sekali. Intensitasnya mencapai 15% pada siang hari sudah cukup. Akan tetapi, dalam masa tumbuh, bila temperatur tidak terlalu menyengat dan kelembapan terlalu tinggi, dapat ditolerir lebih banyak cahaya, bahkan sampai 30% cahaya Matahari langsung.
Berdasarkan tipe suhu dan jenis anggrek yang akan cocok dibudi dayakan, dapat dibedakan menjadi tiga tipe tanaman, yaitu tanaman dengan kebutuhan suhu dingin, sedang, dan hangat. Pengaruh suhu berkaitan dengan proses asimilasi (pembentukan cadangan makanan) dan proses disimilasi (penguraian makanan dan pernafasan). Suhu udara yang tinggi akan meningkatkan respirasi dan merombak sebagian besar hasil fotosintesis yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman anggrek. Anggrek yang akan dibudi dayakan harus disesuaikan dengan kebutuhan suhunya, agar proses asimilasi dan disimilasi berjalan sempurna.
Pada umumnya, anggrek menyukai sirkulasi udara yang lembut dan terus-menerus. Jika sirkulasi udara tidak ada atau tidak lancar, anggrek akan mudah terserang penyakit terutama disebabkan oleh jamur dan bakteri. Bila sirkulasi udara terlalu kencang, anggrek akan mengalami dehidrasi. Jika sirkulasi udara mengalami stagnasi, akan berakibat buruk bagi anggrek. Gejala yang dapat ditemukan akibat dehidrasi, yaitu bunga mengecil, mudah layu, dan kuncup mudah rontok.
Energi yang berasal dari cahaya Matahari dibutuhkan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Hasil fotosintesis diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi atau rendah dapat mengakibatkan kerugian. Kebutuhan intensitas cahaya untuk anggrek dinyatakan dengan satuan lilin cahaya, dan untuk masing-masing jenis anggrek tidak sama. Anggrek epifit membutuhkan intensitas cahaya berkisar 10-50% dan anggrek terestrial sekitar 60-100%.
Kelembapan udara untuk anggrek harus sangat diperhatikan. Pada umumnya, semua anggrek membutuhkan kelembapan udara yang cukup tinggi, bahkan beberapa jenis anggrek membutuhkan kelembapan yang sangat tinggi. Kelembapan udara, lebih diperlukan oleh anggrek dibandingkan media tanaman yang terus-menerus basah. Pada umumnya, tanaman anggrek membutuhkan kelembapan udara pada siang hari berkisar 50-80% dan pada saat musim berbunga sekitar 50-60%. Kelembapan udara sangat dipengaruhi oleh lingkungan lahan. Untuk menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman anggrek, agar tetap lengas (lembap), daerah tempat tumbuh anggrek perlu diberi bahan pelindung untuk mengurangi penguapan.
Tanaman anggrek akan tumbuh dengan baik, jika kebutuhan airnya tercukupi. Penyiraman yang berlebihan akan berdampak buruk bagi tanaman. Kelebihan air justru akan menyebabkan timbulnya penyakit busuk akar atau busuk daun yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan. Kekeringan yang berkepanjangan harus dihindari karena dapat menimbulkan terjadinya dehidrasi (kekurangan air) yang ditandai dengan mengerutnya psedobulb (umbi semu). Banyaknya penyiraman dan frekuensi penyiraman anggrek sangat tergantung pada cuaca (suhu, kelembapan udara, angin, dan cahaya Matahari), jenis, ukuran tanaman, dan keadaan lingkungan tanaman.
Untuk budi daya anggrek, diperlukan berbagai input, yaitu bibit, media tanam, pupuk, greenhouse (jaringan peneduh dan plastik ultraviolet) serta beberapa perlengkapan lain, seperti blower dan selang penyiraman. Untuk meningkatkan kualitas dan keragamannya, anggrek dipasarkan dalam berbagai bentuk olahan, selain sebagai tanaman hias, yaitu sebagai bunga potong, bunga pot, juga digunakan sebagai obat, dan anggrek hibrida. Anggrek hibrida adalah jenis anggrek hasil silangan antara varietas anggrek yang berbeda untuk mendapatkan bentuk dan warna bunga yang lebih menarik.
Karena memiliki kemampuan beradaptasi yang luas, anggrek di berbagai daerah di dunia dapat ditemukan. Akan tetapi, penyebaran anggrek terpusat di sektar khatulistiwa (tropis), yaitu Asia Tenggra, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Kebutuhan anggrek terhadap cahaya berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Ada jenis anggrek yang tidak tahan cahaya langsung, misalnya jenis Cattleya, Dendrobium, dan Phalaeonopsis (anggrek bulan). Akan tetapi, jika cahaya terlalu sedikit, tanaman menjadi hijau tua, tumbuh kurang baik, dan bunga kadang-kadang tidak ke luar sama sekali serta tanaman mudah terserang penyakit, baik oleh bakteri maupun jamur.
Dalam teori pembudidayaan anggrek, cahaya Matahari adalah faktor pertama dari tiga faktor primer lainnya. Selain itu, cahaya Matahari merupakan kunci yang benar-benar utama menuju keberhasilan. Pertumbuhan yang aktif, pendewasaan tanaman, dan produksi bunga dibutuhkan penyediaan energi. Matahari adalah sumber utama dari energi yang dimaksud. Tanaman dapat mengubah tenaga cahaya tersebut menjadi kalori dalam bahan-bahan organik melelui proses fotosintesis. Adapun faktor-faktor lingkungan yang sangat memengaruhi tingkatan fotosintesis pada tanaman anggrek adalah intensitas cahaya, konsentrasi CO2 dalam udara, temperatur, dan penyediaan air.
Intensitas diukur dalam foot candle (lilin cahaya). Satu foot candle adalah kuat cahaya yang dipancarkan oleh lilin standar pada jarak satu foot (12 inci). Matahari penuh pada hari cerah di daerah tropis, mempunyai intensitas kira-kira 10.000 lilin (foot candles). Fotosintesis dapat berjalan lancar tergantung pada intensitas cahayanya. Titik intensitas cahaya yang lebih besar dan tidak menambah kepesatan fotosintesis disebut titik jenuh cahaya.
Jadi, berapa banyak cahaya Matahari yang diberikan, tergantung pada jenis dan tipe anggrek yang bersangkutan serta berhubungan erat dengan keadaan tempat asalnya, yaitu sebagai berikut.
1. Arachis, Renathera, dan Terete Vanda
Tanaman anggrek ini dapat menerima cahaya Matahari penuh (langsung), artinya 100% cahaya Matahari siang tanpa peneduh. Intensitas cahaya Matahari yang tinggi, harus diikuti dengan keadaan temperatur dan medium yang tinggi serta diimbangi oleh kelembapan relatif udara yang tinggi pula.
2. Vanda Daun Sabuk
Tanaman epifit ini mayoritas berasal dari hutan hujan tropis (tropika basah). Itulah sebabnya, daun pada anggrek ini lebar dan lebih rapat daripada tipe terete yang silindris seperti pensil. Dengan permukaan daun yang lebar, ia akan berusaha menangkap sebanyak mungkin cahaya Matahari dalam suasana keteduhan hutan tersebut, yaitu sekitar 25-30% yang sampai pada daunannya. Dalam pembudidayaan, biasanya anggrek ini memperoleh temperatur dan intensitas cahaya Matahari yang lebih tinggi, yaitu dapat mencapai 60-70%.
3. Semiterete Vanda
Ditanam seperti tanaman semiterestria dengan intensitas cahaya antara 75-100% cahaya Matahari siang, tetapi sering pula di bawah Matahari penuh dengan kelembapan tinggi.
4. Cattleya
Termasuk tanaman yang menyukai terang dengan intensitas cahaya Matahari antara 50-60%.
5. Dendrobium
Secara umum, jenis anggrek ini memerlukan cahaya Matahari sebanyak yang diperlukan Cattleya, tetapi tergantung tipenya. Intensitas 60% minimum, cocok untuk kelompok evergreen. Adapun untuk kelompok peluruh (deciduous), membutuhkan peneduh lebih rapat sekalipun dapat sesuai dengan intensitas 60%. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada daun-daunnya yang lebih tipis.
6. Phalaeonopsis
Jenis anggrek ini termasuk tanaman teduh, bahkan teduh sekali. Intensitasnya mencapai 15% pada siang hari sudah cukup. Akan tetapi, dalam masa tumbuh, bila temperatur tidak terlalu menyengat dan kelembapan terlalu tinggi, dapat ditolerir lebih banyak cahaya, bahkan sampai 30% cahaya Matahari langsung.
Syarat Tumbuh Anggrek
Syarat Tumbuh Anggrek
Setiap jenis tanaman, dalam pertumbuhannya memerlukan kondisi lingkungan yang spesifik. Lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman akan membuat tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi lingkungan pertumbuhan tanaman, yaitu suhu udara lingkungan di sekitarnya, intensitas cahaya, kelembapan udara, dan ketersedian unsur hara di dalam tanah. Faktor-faktor tersebut, akan menentukan proses fotosintesis pada tanaman.
Anggrek bukan tumbuhan parasit. Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dibedakan menjadi empat macam, yaitu epifit, semi- epifit, terestrik, dan semiterestrik. Anggrek epifit hidup menempel pada batang, dahan atau ranting pohon yang masih hidup maupun yang sudah mati. Anggrek semiepifit tumbuh menempel pada substrat. Sebagian akarnya yang menempel, berfungsi untuk mendapatkan hara di bawah substrat, sedangkan akar aktif lainnya menjuntai di udara. Anggrek semiterestrik hidup dan tumbuh di atas permukaan tanah dan kedudukan seluruh batangnya berada di atas permukaan tanah. Anggrek terestrik tumbuh pada tanah atau media buatan yang diletakkan di tanah pada tempat terbuka.
Faktor lingkungan terpenting yang menentukan pertumbuhan anggrek, menurut Dirjen Pertanian Tanaman Pangan (1990), pada dasarnya meliputi lima aspek, yaitu suhu, kelembapan udara, cahaya Matahari, ketersediaan air, dan unsur hara. Jika kondisi lingkungan yang ada ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan anggrek, petani anggrek dapat melakukan perlakuan khusus, agar mendapatkan kondisi yang diharapkan.
Secara alami, anggrek hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain, tetapi dalam pertumbuhannya dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Misalnya, faktor lingkungan yang meliputi cahaya Matahari, kelembapan, dan temperatur serta pemeliharaan, seperti pemupukan, penyiraman, dan pengendalian OPT.
Pada umumnya, anggrek-anggrek yang dibudi dayakan memerlukan temperatur optimum sekitar 28° C dengan temperatur minimum 15° C. Anggrek tanah, umumnya lebih tahan panas daripada anggrek pot. Akan tetapi, temperatur yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang menghambat pertumbuhan tanaman.
Kelembapan nisbi (RH) yang diperlukan untuk anggrek berkisar antara 60-85%. Fungsi kelembapan yang tinggi bagi tanaman, antara lain untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Pada malam hari, kelembapan harus dijaga agar tidak terlalu tinggi. Bila tidak dijaga, dapat mengakibatkan busuk akar pada tunas-tunas muda. Oleh sebab itu, harus diusahakan agar media dalam pot tidak terlampau basah. Adapun kelembapan yang sangat rendah pada siang hari, dapat diatasi dengan cara pemberian semprotan kabut (mist) di sekitar tempat pertanaman dengan bantuan sprayer.
Berdasarkan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga ke luar dari ujung batang, dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh, kecuali pada anggrek jenis Dendrobium sp., yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru pada sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial, yaitu Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp., dan Cymbidium sp. Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit.
Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat pada ujung batang, pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang, bunga ke luar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial, yaitu Vanda sp., Arachnis sp., Renanthera sp., Phalaenopsis sp., dan Aranthera sp.
Habitat tanaman anggrek dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu sebagai berikut.
1. Anggrek epifit, yaitu anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain, tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya Matahari. Misalnya, Cattleya sp. memerlukan cahaya +40%, Dendrobium sp. 50-60%, Phalaenopsis sp. + 30 %, dan Oncidium sp. 60-75 %.
2. Anggrek terestrial, yaitu anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya Matahari langsung, misalnya Aranthera sp., Renanthera sp., Vanda sp., dan Arachnis sp.
Tanaman anggrek terestrial membutuhkan cahaya Matahari 70- 100 %, dengan suhu siang berkisar antara 19-380C, dan malam hari 18-210C. Adapun untuk anggrek jenis Vanda sp. yang berdaun lebar, memerlukan sedikit naungan.
3. Anggrek litofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan, dan tahan terhadap cahaya Matahari penuh, misalnya Dendrobium sp. dan Phalaenopsis sp.
4. Anggrek saprofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya Matahari, misalnya Goodyera sp.
Setiap jenis tanaman, dalam pertumbuhannya memerlukan kondisi lingkungan yang spesifik. Lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman akan membuat tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi lingkungan pertumbuhan tanaman, yaitu suhu udara lingkungan di sekitarnya, intensitas cahaya, kelembapan udara, dan ketersedian unsur hara di dalam tanah. Faktor-faktor tersebut, akan menentukan proses fotosintesis pada tanaman.
Anggrek bukan tumbuhan parasit. Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dibedakan menjadi empat macam, yaitu epifit, semi- epifit, terestrik, dan semiterestrik. Anggrek epifit hidup menempel pada batang, dahan atau ranting pohon yang masih hidup maupun yang sudah mati. Anggrek semiepifit tumbuh menempel pada substrat. Sebagian akarnya yang menempel, berfungsi untuk mendapatkan hara di bawah substrat, sedangkan akar aktif lainnya menjuntai di udara. Anggrek semiterestrik hidup dan tumbuh di atas permukaan tanah dan kedudukan seluruh batangnya berada di atas permukaan tanah. Anggrek terestrik tumbuh pada tanah atau media buatan yang diletakkan di tanah pada tempat terbuka.
Faktor lingkungan terpenting yang menentukan pertumbuhan anggrek, menurut Dirjen Pertanian Tanaman Pangan (1990), pada dasarnya meliputi lima aspek, yaitu suhu, kelembapan udara, cahaya Matahari, ketersediaan air, dan unsur hara. Jika kondisi lingkungan yang ada ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan anggrek, petani anggrek dapat melakukan perlakuan khusus, agar mendapatkan kondisi yang diharapkan.
Secara alami, anggrek hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain, tetapi dalam pertumbuhannya dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Misalnya, faktor lingkungan yang meliputi cahaya Matahari, kelembapan, dan temperatur serta pemeliharaan, seperti pemupukan, penyiraman, dan pengendalian OPT.
Pada umumnya, anggrek-anggrek yang dibudi dayakan memerlukan temperatur optimum sekitar 28° C dengan temperatur minimum 15° C. Anggrek tanah, umumnya lebih tahan panas daripada anggrek pot. Akan tetapi, temperatur yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang menghambat pertumbuhan tanaman.
Kelembapan nisbi (RH) yang diperlukan untuk anggrek berkisar antara 60-85%. Fungsi kelembapan yang tinggi bagi tanaman, antara lain untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Pada malam hari, kelembapan harus dijaga agar tidak terlalu tinggi. Bila tidak dijaga, dapat mengakibatkan busuk akar pada tunas-tunas muda. Oleh sebab itu, harus diusahakan agar media dalam pot tidak terlampau basah. Adapun kelembapan yang sangat rendah pada siang hari, dapat diatasi dengan cara pemberian semprotan kabut (mist) di sekitar tempat pertanaman dengan bantuan sprayer.
Berdasarkan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga ke luar dari ujung batang, dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh, kecuali pada anggrek jenis Dendrobium sp., yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru pada sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial, yaitu Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp., dan Cymbidium sp. Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit.
Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat pada ujung batang, pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang, bunga ke luar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial, yaitu Vanda sp., Arachnis sp., Renanthera sp., Phalaenopsis sp., dan Aranthera sp.
Habitat tanaman anggrek dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu sebagai berikut.
1. Anggrek epifit, yaitu anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain, tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya Matahari. Misalnya, Cattleya sp. memerlukan cahaya +40%, Dendrobium sp. 50-60%, Phalaenopsis sp. + 30 %, dan Oncidium sp. 60-75 %.
2. Anggrek terestrial, yaitu anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya Matahari langsung, misalnya Aranthera sp., Renanthera sp., Vanda sp., dan Arachnis sp.
Tanaman anggrek terestrial membutuhkan cahaya Matahari 70- 100 %, dengan suhu siang berkisar antara 19-380C, dan malam hari 18-210C. Adapun untuk anggrek jenis Vanda sp. yang berdaun lebar, memerlukan sedikit naungan.
3. Anggrek litofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan, dan tahan terhadap cahaya Matahari penuh, misalnya Dendrobium sp. dan Phalaenopsis sp.
4. Anggrek saprofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya Matahari, misalnya Goodyera sp.
Keluarga Anggrek
Keluarga Anggrek
Anggrek termasuk dalam keluarga besar Orchidaceae. Bunga ini merupakan tanaman yang dapat tumbuh di mana saja, kecuali di Antartika. Menurut Trubus (1999), di Indonesia terdapat 5000 jenis anggrek alam (spesies) yang telah diketahui. Kondisi ini mengantarkan Indonesia menjadi negara terkaya akan keluarga anggrek. Banyaknya spesies anggrek yang ada, merupakan sumber kekayaan plasma nutfah yang sangat potensial, sehingga berguna untuk mendapatkan silangan-silangan baru (anggrek hibrida). Di seluruh dunia, pada saat ini telah ada 7.500 hibrid anggrek, yang oleh The Royal Horticultural Society (berkedudukan di London), setiap silangan baru terdaftar dalam Orchid Review dan akan dipublikasikan setiap bulannya.
Anggrek termasuk tumbuhan monokotil (berkeping satu) dengan ciri-ciri utama, yaitu daun bertulang lurus, sedangkan petal (daun tajuknya) berjumlah tiga helai. Seperti kita ketahui, keluarga anggrek merupakan kelompok besar, yang sangat beraneka ragam cara tumbuh dan kebiasaan hidupnya. Demikian pula dengan bentuk tanaman, bunga, dan warna bunganya yang sangat bervariasi. Hal ini merupakan sebagai penyesuaian yang sangat menakjubkan dari anggrek terhadap habitatnya yang ada hampir di seluruh dunia.
Anggrek adalah keluarga yang kosmopolit, dari Artik sampai Antartika. Walaupun di daerah kutub jarang tumbuh, tetapi melimpah di daerah tropis. Selain itu, di daerah rawa-rawa dan gurun (ketinggian 0-3000 m) di atas permukaan laut (mdpl), puncak gunung, air, udara terbuka, dan di bawah permukaan tanah sekalipun anggrek dapat hidup.
Anggrek berasal dari famili Orchidaceae yang terdiri dari 15.000-30.000 spesies. Famili ini terdiri dari tiga subfamili, yaitu Orchidaceae, Cypripediodeae, dan Apostasioideae. Pada habitatnya yang alami, anggrek ada yang hidup di pohon (menempel pada batang dan dahan pohon), ada pula yang hidup di atas tanah yang kaya dengan sampah-sampah organik atau daun-daun yang telah berubah menjadi humus.
Anggrek spesies Indonesia banyak yang termasuk anggrek indah, misalnya Vanda tricolor. Anggrek ini banyak terdapat di Jawa Barat dan Kaliurang. Vanda hookeriana berasal dari Sumatera, bunganya berwarna ungu berbintik-bintik sangat menarik. Selain itu, masih banyak lagi jenis anggrek asli dan bagus untuk persilangkan (Soeryowinoto, S.M., 1974).
Anggrek termasuk dalam keluarga besar Orchidaceae. Bunga ini merupakan tanaman yang dapat tumbuh di mana saja, kecuali di Antartika. Menurut Trubus (1999), di Indonesia terdapat 5000 jenis anggrek alam (spesies) yang telah diketahui. Kondisi ini mengantarkan Indonesia menjadi negara terkaya akan keluarga anggrek. Banyaknya spesies anggrek yang ada, merupakan sumber kekayaan plasma nutfah yang sangat potensial, sehingga berguna untuk mendapatkan silangan-silangan baru (anggrek hibrida). Di seluruh dunia, pada saat ini telah ada 7.500 hibrid anggrek, yang oleh The Royal Horticultural Society (berkedudukan di London), setiap silangan baru terdaftar dalam Orchid Review dan akan dipublikasikan setiap bulannya.
Anggrek termasuk tumbuhan monokotil (berkeping satu) dengan ciri-ciri utama, yaitu daun bertulang lurus, sedangkan petal (daun tajuknya) berjumlah tiga helai. Seperti kita ketahui, keluarga anggrek merupakan kelompok besar, yang sangat beraneka ragam cara tumbuh dan kebiasaan hidupnya. Demikian pula dengan bentuk tanaman, bunga, dan warna bunganya yang sangat bervariasi. Hal ini merupakan sebagai penyesuaian yang sangat menakjubkan dari anggrek terhadap habitatnya yang ada hampir di seluruh dunia.
Anggrek adalah keluarga yang kosmopolit, dari Artik sampai Antartika. Walaupun di daerah kutub jarang tumbuh, tetapi melimpah di daerah tropis. Selain itu, di daerah rawa-rawa dan gurun (ketinggian 0-3000 m) di atas permukaan laut (mdpl), puncak gunung, air, udara terbuka, dan di bawah permukaan tanah sekalipun anggrek dapat hidup.
Anggrek berasal dari famili Orchidaceae yang terdiri dari 15.000-30.000 spesies. Famili ini terdiri dari tiga subfamili, yaitu Orchidaceae, Cypripediodeae, dan Apostasioideae. Pada habitatnya yang alami, anggrek ada yang hidup di pohon (menempel pada batang dan dahan pohon), ada pula yang hidup di atas tanah yang kaya dengan sampah-sampah organik atau daun-daun yang telah berubah menjadi humus.
Anggrek spesies Indonesia banyak yang termasuk anggrek indah, misalnya Vanda tricolor. Anggrek ini banyak terdapat di Jawa Barat dan Kaliurang. Vanda hookeriana berasal dari Sumatera, bunganya berwarna ungu berbintik-bintik sangat menarik. Selain itu, masih banyak lagi jenis anggrek asli dan bagus untuk persilangkan (Soeryowinoto, S.M., 1974).
Tuesday, 30 August 2016
MANFAAT BUAH STROBERI
Pemanfaatan Buah Stroberi
Buah stroberi segar dapat langsung dimakan, rasanya segar manis keasaman deagan tekstur daging tebal dan kaya akan kandungan air. Tidak saja dapat dimakan langsung tetapi juga dapat diolah untuk dijadikan berbagai penganan, seperti dodol, selai, hiasan untuk berbagai hidangan baik kue, pudding, jus atau penambah rasa pada susu atau yogurt. Di samping itu, buah stroberi pun dibutuhkan dalam ilmu kesehatan, misalnya stroberi dapat dijadikan media untuk perawatan kulit muka yang bertujuan untuk menghilangkan jerawat, dapat dijadikan media sebagai pemutih gigi serta media pencegah perkembangbiakan kanker.
A.Kebutuhan Siap Pakai
Stroberi sebagai hiasan atau olahan pada kue tar atau kue kering, jus serta pudding. Selain itu, dapat dimanfaatkan untuk dijadikan selai, jelly, atau sirup. Pengolahan buah stroberi ini memang bertujuan agar buah yang tidak tahan lama ini dapat diawetkan dengan cara diolah.
1. Crepe Tumpuk Stroberi
a. Bahan crepe:
125 gram tepung terigu
25 gram gula pasir
1 butir telur
225 ml susu cair
125 ml minuman bersoda tawar
30 gram mentega, lelehkan
100 gram selai stroberi untuk olesan
b. Bahan topping:
150 gram stroberi, masing-masing dibagi 2
50 gram gula pasir
50 ml air
¾ sendok teh jeli bubuk
1 sendok teh air jeruk lemon
c. Bahan hiasan:
50 gram kacang madu, dicincang kasar untuk taburan
150 gram krim kental, dikocok kaku
100 gram dark coating chocolate, dilelehkan untuk hiasan
d. Cara membuat:
- adonan kulit buat 2 kali, aduk tepung terigu dan gula pasir. Tuang campuran susu, telur, dan minuman bersoda, aduk rata.
- tuang mentega leleh sambil diaduk rata
- buat dadar tipis-tipis diameter 18 cm, sisihkan.
- rebus bahan topping sambil diaduk hingga kental, angkat.
- tumpuk crepe. Tiap 5 lembar, oles dengan selai stroberi. Lakukan sampai crepe habis dan tumpukan menjadi tinggi.
- semprotkan krim kental mengelilingi crepe. Siram dengan bahan topping lalu taburkan kacang madu cincang sebelum disajikan.
2. Pancake dengan Saus Stroberi dan Jeruk Sunkis
a. Bahan:
1 buah jeruk Sunkist, kupas, potong membelah menjadi 10 bagian.
4 buah pancake dari adonan pancake instant
2 sdm cornflake untuk taburan
b. saus:
100 gram stroberi segar, bersihkan, haluskan dengan blender
2 sdm gula pasir
1 sdt tepung maizena, cairkan degan 3 sdm air
c. Cara membuat:
- panaskan wajan, masukkan stroberi, gula dan maizena aduk-aduk hingga mendidih dan angkat, sisihkan.
- buat 4 buah pancake sesuai cara membuat dalam kemasan
- letakkan pancake dalam piring saji, masing-masing 2 buah
- tuangi atasnya dengan saus stroberi.
- letakkan irisan jeruk Sunkist diatasnya.
- taburi cornflakes.
- hidangkan hangat-hangat
3. Kue Cokelat Buah
a. Bahan:
1 sdm kopi bubuk instant
2 sdm brandy
250 gram cokelat masak (dark cooking chocolate) potong-
potong
4 butir telur ayam
1 sdt vanili bubuk
50 gram gula pasir
50 gram tepung terigu, ayak bersama
25 gram cokelat bubuk.
b. Bahan Olesan:
250 gram cokelat masak (dark cooking chocolate)
150 ml krim kental (doubicream)
c. Bahan hiasan:
100 gram juring jeruk mandarin kalengan, tiriskan
100 gram nanas kalengan, tiriskan, potongan kecil
150 gram stroberi segar, bersihkan, iris tipis
50 gram kacang walnut, panggang
50 gram kacang mete, panggang
25 gram kismis
1 sdt agar-agar bubuk warna putih, masak dengan 4 sdm
air hingga mendidih, untuk olesan.
d. Cara membuat:
- siapkan loyang loaf ukuran 5x11x21 cm. Alasi kertas roti dan olesi mentega.
- larutkan kopi dengan brandy. Tim cokelat hingga leleh, tambahkan larutan kopi, aduk rata dan sisihkan.
- kocok telur bersama vanili dan gula pasir sampai kental. Tuangkan ke dalam adonan cokelat leleh, aduk rata.
- masukkan campuran terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata.
- tuang adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 derajat Celsius selama 40 menit sampai kue matang. Angkat,keluarkan kue dari loyang, dinginkan.
- belah cake membujur menjadi 2 bagian. Sisihkan.
- olesan: tim cokelat sampai leleh, angkat.
- tambahkan krim, aduk sampai kental. Biarkan dalam suhu ruangan hingga cokelat makin kental.
- penyelesaian: olesi bekas belahan cake dengan bahan olesan, tumpuk kembali cake.
- olesi permukaan cake dengan bahan olesan.
- masukkan sisa adonan cokelat dalam kantong semprotan kue, beri semprotan kue, semprotkan ke keliling sisi cake dengan pola hias sesuai selera.
- hiasi permukaan cake dengan buah,, kacang, dan kismis.olesi dengan larutan agar-agar.
- potong-potong, sajikan.
4. Pie Pudding Tahu Pisang
a. Bahan:
- Kulit pie
- 250 gram krakers graham, haluskan
- 150 gram mentega, kocok lembut
b. Bahan pudding:
12 gram gelatin bubuk putih
80 ml air
300 gram tahu sutera, tiriskan, haluskan
1 butir telur ayam
2 sdm gula pasir
1 sdm gula palem
2 sdm madu
2 sdm air jeruk lemon
250 gram pisang ambon, kupas
¼ sdt kayu manis bubuk
c. Bahan hiasan:
½ buah pisang, kupas, iris melintang ½ cm
1 sdt air jeruk lemon
¼ sdt kayum anis bubuk
4 buah stroberi segar,bersihkan, iris tipis
½ sdm gelatin bubuk, tim bersama
50 ml air hingga larut untuk olesan
d. Cara membuat:
- kulit: campuran krakers dan mentega hingga rata.
- taruh dalam loyang pie berdiameter 22 cm. Ratakan hingga melapisi seluruh loyang. Simpan dalam lemari pendingin selama 3 jam hingga keras.
- puding: aduk gelatin bubuk dengan air. Tim di atas api kecil sambil aduk hingga gelatin larut.
- masukkan bahan-bahan lain ke dalam blender.proses hingga halus.
- tuangkan larutan gelatin, proses hingga rata.
- tuang ke dalam loyang berisi kulit pie. Tutup plastik, simpan dalam lemari pendingin salama 3 jam hingga mengeras.
- hiasan: aduk hati-hati, pisang, air jeruk lemon, kayu manis, dan stroberi. Sisihkan.
- hiasan pie dengan bahan hiasan. Olesi dengan larutan gelatin. Sajikan dingin.
5. Puding Persik Saus Stroberi
Bahan:
sekaleng (600 gram) buah persik (peach), tiriskan, sisihkan airnya
750 ml air
3 bungkus (10 g/bungkus) agar-agar putih
150 gram gula pasir
Kocok hingga kaku:
50 ml (1 butir) putih telur
50 gram gula pasir
bahan saus stroberi:
250 gram stroberi segar, bersihkan, haluskan
200 ml air
100 gram gula pasir
½ sdt pewarna merah untuk makanan
1sdm tepung maizena, larutkan sedikit air
Cara membuat:
- siapkan loyang bundar lubang tengah diameter 22 cm, tinggi 7 cm. Basahi air dan sisihkan.
- ambil 3 potong buah persik, iris membujur tipis bentuk setengah lingkaran. Sisihkan.
- masukkan sisa buah persik bersama airnya ke dalam mangkuk blender, proses hingga halus, angkat dan sisihkan.
- tuang larutan agar-agar ke dalam putih telur kocok sedikit demi sedikit hingga mendidih dan kental. Angkat, sisihkan.
- penyelesaian: susun 1/3 bagian potongan buah persik di dasar loyang hingga membetuk lingkaran. Tuang 150 ml adonan agar-agar, diamkan hingga adonan agak mengeras. Tuang kembali 1/3 bagian adonan agar-agar, diamkan hingga agak mengeras.
- susun kembali potongan buah persik di atas adonan agar-agar hingga membentuk lingkaran. Tuang kembali sisa adonan agar-agar, lakukan yang sama hingga adonan dan buah persik habis. Simpan dalam lemari pendinginan hingga adonan beku.
Saus stroberi:
- rebus stroberi halus, air, dan gula pasir, aduk-aduk hingga gula larut dan mendidih.
- masukkan pewarna merah dan larutaan maizena, aduk hingga saus kental. Angkat. dinginkan.
- potong-potong pudding, sajikan bersama saus stroberi.
6. Selai Stroberi
a. Bahan:
-Buah stroberi yang sudah masak
-Gula pasir
-Citroen zuur
b. Cara membuat:
- buah stroberi dicuci bersih dan tiriskan.
- hancurkan atau diblender buah stroberi hingga halus, lalu saring dan airnya diambil.
- timbang sari buah strobei. Untuk setiap kilogram buah diperlukan gula pasir sebanyak ¾ kg, dan 3-5 gram citroen zuur.
- sari buah yang halus dipanaskan hingga mendidih, kemudian masukkan gula sedikit-sedikit dan tambahkan citroen.
- angkat sari buah yang telah mendidih dan tuang dalam botol-botol kecil, kemudian tutup botol dan jangan lupa sebelum ditutup alas bagian dalam tutup dengan kertas selopan.
- botol-botol yang telah diisi dan ditutup rapat dikukus selama 30 menit (pasteurisasi).
- angkat dan dinginkan botol-botol yang telah dikukus dan bersihkan.
- pasang label pada muka botol dan simpan ditempat yang dingin atau dapat langsung dihidangkan.
b. Kebutuhan Industri
Pasar kian terbentang lantaran buah subtropics itu tak hanya dikonsumsi segar. Ia diolah menjadi selain, kue, manisan, dan minuman. Kini industri pembuatan selai terdapat 12 pabrik. Jika dirata-ratakan permintaan konsumen untuk industri setiap harinya diperkirakan 500 kg yang dikirim setiap 3 hari sekali, berarti 6 ton/hari buah ini harus siap disebar ke beberapa pabrik untuk diolah. Selain itu, hasil panen para pekebun pun disalurkan ke kafe-kafe dan restoran yang kian menjamur di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali . Rata-rata setiap kafe membutuhkan 4 hingga 20 kilo per harinya. Belum lagi hotel-hotel mulai dari hotel berbintang satu hingga lima, kebutuhan akan buah stroberi sangat tinggi.
c.Untuk Kesehatan dan Perawatan Tubuh
1. Kesehatan
Stroberi memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi di antara 12 buah yang diteliti. Itu karena kandungan quercetin, ellagic acid, antosianin, dan kaempferol. Antioksidan diibarat sebagai bodyguard pelindung tubuh dari radikal bebas, termasuk di antaranya sel kanker. Ia mencegah terbentuknya senyawa karsinogensis dan menekan pertumbuhan tumor. Fungsi antioksidan stroberi turut disumbang kandungan vitamin C yang tinggi –sekitar 56,7 mg per 100 gram. Delapan buah berukuran sedang mencukupi 160 persen kebutuhan vitamin C per hari berdasar standar Amerika Serikat. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang sebutir jeruk. Menurut The Iowa Womens Health Study asupan vitamin C mereduksi risiko kanker hingga 37 persen.
Oleh karena itu, tak berlebihan para peneliti dari USDA, Clemson University of South California menguji kemampuan stroberi sebagai antikanker, terutama kanker payudara dan leher rahim. Hasilnya, varietas Carlsbad efektif menghambat aktivitas sel kanker leher rahim.
Varietas sweet Charlie, kanker payudara. Antosianin pada varietas itu –dalam bentuk ekstrak maupun jus segar—merupakan senyawa antimutagenik. Ia mencegah sel tubuh yang sedang berkembang bermutasi menjadi sel kanker.
Perempuan alkoholik
Menurut penelitian Harvard Nurses Health Study (NHS), perempuan yang meneguk sedikitnya 15 gram alcohol per hari berisiko terkena kanker payudara. Namun, jika kebiasaan itu dibarengi dengan asupan folat 600 ….gram per hari risiko terkena kanker berkurang. Delapan buah stroberi berukuran sedang setara 80 ……. Gram memenuhi 20 persen kebutuhan asam folik tubuh per hari berdasar standar Amerika Serikat.
Studi itu juga meneliti keampuhan asam folik menekan risiko kanker usus pada wanita usia 55 hingga 69 tahun. Memang efek folat baru diketahui 15 tahun kemudian dan terbukti risiko kanker usus lebih rendah 75 persen pada mereka yang mengkonsumsi buah stroberi daripada tidak sama sekali.
2. Perawatan Tubuh
a. Stroberi sebagai obat jerawat
Bila wajah kita bermasalah dengan jerawat. Coba melakukan perawatan dengan masker stroberi. Ia banyak mengandung asam salisilat yang biasa ada di produk-produk antijerawat. Haluskan setengah gelas buah berbentuk hati itu, lalu aduk dengan sesendok makan yoghurt. Lalu bubuhkan ke seluruh wajah, diamkan selama 10 hingga 15 menit. Bilaslah dengan air dingin. Bila rutin dilakukan sekali seminggu, wajah bebas jerawat.
b. Mandi stroberi
Sehabis letih bekerja, paling enak memang berendam di bathtub. Apalagi kalau air rendaman ditambah stroberi. Kulit jadi bersih dan lembut. Karena stroberi mempunyai fungsi mengelupas kulit. Sebelum dipakai, stroberi dihaluskan campur dengan susu cair dan minyak zaitun. Baru masukkan ke dalam air rendaman dan cara itu mampu mencegah sengatan matahari.
c.Gigi putih
Menggunakan pasta berbahan pemutih kerap jadi pilihan untuk memutihkan gigi. Padahal ada cara lain yang lebihh lembuat dan gigi berseri. Rajin-rajinlah mengunyah stroberi. Selain gigi jadi cemerlang, juga ampuh untuk mengatasi bau mulut.
Buah stroberi segar dapat langsung dimakan, rasanya segar manis keasaman deagan tekstur daging tebal dan kaya akan kandungan air. Tidak saja dapat dimakan langsung tetapi juga dapat diolah untuk dijadikan berbagai penganan, seperti dodol, selai, hiasan untuk berbagai hidangan baik kue, pudding, jus atau penambah rasa pada susu atau yogurt. Di samping itu, buah stroberi pun dibutuhkan dalam ilmu kesehatan, misalnya stroberi dapat dijadikan media untuk perawatan kulit muka yang bertujuan untuk menghilangkan jerawat, dapat dijadikan media sebagai pemutih gigi serta media pencegah perkembangbiakan kanker.
A.Kebutuhan Siap Pakai
Stroberi sebagai hiasan atau olahan pada kue tar atau kue kering, jus serta pudding. Selain itu, dapat dimanfaatkan untuk dijadikan selai, jelly, atau sirup. Pengolahan buah stroberi ini memang bertujuan agar buah yang tidak tahan lama ini dapat diawetkan dengan cara diolah.
1. Crepe Tumpuk Stroberi
a. Bahan crepe:
125 gram tepung terigu
25 gram gula pasir
1 butir telur
225 ml susu cair
125 ml minuman bersoda tawar
30 gram mentega, lelehkan
100 gram selai stroberi untuk olesan
b. Bahan topping:
150 gram stroberi, masing-masing dibagi 2
50 gram gula pasir
50 ml air
¾ sendok teh jeli bubuk
1 sendok teh air jeruk lemon
c. Bahan hiasan:
50 gram kacang madu, dicincang kasar untuk taburan
150 gram krim kental, dikocok kaku
100 gram dark coating chocolate, dilelehkan untuk hiasan
d. Cara membuat:
- adonan kulit buat 2 kali, aduk tepung terigu dan gula pasir. Tuang campuran susu, telur, dan minuman bersoda, aduk rata.
- tuang mentega leleh sambil diaduk rata
- buat dadar tipis-tipis diameter 18 cm, sisihkan.
- rebus bahan topping sambil diaduk hingga kental, angkat.
- tumpuk crepe. Tiap 5 lembar, oles dengan selai stroberi. Lakukan sampai crepe habis dan tumpukan menjadi tinggi.
- semprotkan krim kental mengelilingi crepe. Siram dengan bahan topping lalu taburkan kacang madu cincang sebelum disajikan.
2. Pancake dengan Saus Stroberi dan Jeruk Sunkis
a. Bahan:
1 buah jeruk Sunkist, kupas, potong membelah menjadi 10 bagian.
4 buah pancake dari adonan pancake instant
2 sdm cornflake untuk taburan
b. saus:
100 gram stroberi segar, bersihkan, haluskan dengan blender
2 sdm gula pasir
1 sdt tepung maizena, cairkan degan 3 sdm air
c. Cara membuat:
- panaskan wajan, masukkan stroberi, gula dan maizena aduk-aduk hingga mendidih dan angkat, sisihkan.
- buat 4 buah pancake sesuai cara membuat dalam kemasan
- letakkan pancake dalam piring saji, masing-masing 2 buah
- tuangi atasnya dengan saus stroberi.
- letakkan irisan jeruk Sunkist diatasnya.
- taburi cornflakes.
- hidangkan hangat-hangat
3. Kue Cokelat Buah
a. Bahan:
1 sdm kopi bubuk instant
2 sdm brandy
250 gram cokelat masak (dark cooking chocolate) potong-
potong
4 butir telur ayam
1 sdt vanili bubuk
50 gram gula pasir
50 gram tepung terigu, ayak bersama
25 gram cokelat bubuk.
b. Bahan Olesan:
250 gram cokelat masak (dark cooking chocolate)
150 ml krim kental (doubicream)
c. Bahan hiasan:
100 gram juring jeruk mandarin kalengan, tiriskan
100 gram nanas kalengan, tiriskan, potongan kecil
150 gram stroberi segar, bersihkan, iris tipis
50 gram kacang walnut, panggang
50 gram kacang mete, panggang
25 gram kismis
1 sdt agar-agar bubuk warna putih, masak dengan 4 sdm
air hingga mendidih, untuk olesan.
d. Cara membuat:
- siapkan loyang loaf ukuran 5x11x21 cm. Alasi kertas roti dan olesi mentega.
- larutkan kopi dengan brandy. Tim cokelat hingga leleh, tambahkan larutan kopi, aduk rata dan sisihkan.
- kocok telur bersama vanili dan gula pasir sampai kental. Tuangkan ke dalam adonan cokelat leleh, aduk rata.
- masukkan campuran terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata.
- tuang adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 derajat Celsius selama 40 menit sampai kue matang. Angkat,keluarkan kue dari loyang, dinginkan.
- belah cake membujur menjadi 2 bagian. Sisihkan.
- olesan: tim cokelat sampai leleh, angkat.
- tambahkan krim, aduk sampai kental. Biarkan dalam suhu ruangan hingga cokelat makin kental.
- penyelesaian: olesi bekas belahan cake dengan bahan olesan, tumpuk kembali cake.
- olesi permukaan cake dengan bahan olesan.
- masukkan sisa adonan cokelat dalam kantong semprotan kue, beri semprotan kue, semprotkan ke keliling sisi cake dengan pola hias sesuai selera.
- hiasi permukaan cake dengan buah,, kacang, dan kismis.olesi dengan larutan agar-agar.
- potong-potong, sajikan.
4. Pie Pudding Tahu Pisang
a. Bahan:
- Kulit pie
- 250 gram krakers graham, haluskan
- 150 gram mentega, kocok lembut
b. Bahan pudding:
12 gram gelatin bubuk putih
80 ml air
300 gram tahu sutera, tiriskan, haluskan
1 butir telur ayam
2 sdm gula pasir
1 sdm gula palem
2 sdm madu
2 sdm air jeruk lemon
250 gram pisang ambon, kupas
¼ sdt kayu manis bubuk
c. Bahan hiasan:
½ buah pisang, kupas, iris melintang ½ cm
1 sdt air jeruk lemon
¼ sdt kayum anis bubuk
4 buah stroberi segar,bersihkan, iris tipis
½ sdm gelatin bubuk, tim bersama
50 ml air hingga larut untuk olesan
d. Cara membuat:
- kulit: campuran krakers dan mentega hingga rata.
- taruh dalam loyang pie berdiameter 22 cm. Ratakan hingga melapisi seluruh loyang. Simpan dalam lemari pendingin selama 3 jam hingga keras.
- puding: aduk gelatin bubuk dengan air. Tim di atas api kecil sambil aduk hingga gelatin larut.
- masukkan bahan-bahan lain ke dalam blender.proses hingga halus.
- tuangkan larutan gelatin, proses hingga rata.
- tuang ke dalam loyang berisi kulit pie. Tutup plastik, simpan dalam lemari pendingin salama 3 jam hingga mengeras.
- hiasan: aduk hati-hati, pisang, air jeruk lemon, kayu manis, dan stroberi. Sisihkan.
- hiasan pie dengan bahan hiasan. Olesi dengan larutan gelatin. Sajikan dingin.
5. Puding Persik Saus Stroberi
Bahan:
sekaleng (600 gram) buah persik (peach), tiriskan, sisihkan airnya
750 ml air
3 bungkus (10 g/bungkus) agar-agar putih
150 gram gula pasir
Kocok hingga kaku:
50 ml (1 butir) putih telur
50 gram gula pasir
bahan saus stroberi:
250 gram stroberi segar, bersihkan, haluskan
200 ml air
100 gram gula pasir
½ sdt pewarna merah untuk makanan
1sdm tepung maizena, larutkan sedikit air
Cara membuat:
- siapkan loyang bundar lubang tengah diameter 22 cm, tinggi 7 cm. Basahi air dan sisihkan.
- ambil 3 potong buah persik, iris membujur tipis bentuk setengah lingkaran. Sisihkan.
- masukkan sisa buah persik bersama airnya ke dalam mangkuk blender, proses hingga halus, angkat dan sisihkan.
- tuang larutan agar-agar ke dalam putih telur kocok sedikit demi sedikit hingga mendidih dan kental. Angkat, sisihkan.
- penyelesaian: susun 1/3 bagian potongan buah persik di dasar loyang hingga membetuk lingkaran. Tuang 150 ml adonan agar-agar, diamkan hingga adonan agak mengeras. Tuang kembali 1/3 bagian adonan agar-agar, diamkan hingga agak mengeras.
- susun kembali potongan buah persik di atas adonan agar-agar hingga membentuk lingkaran. Tuang kembali sisa adonan agar-agar, lakukan yang sama hingga adonan dan buah persik habis. Simpan dalam lemari pendinginan hingga adonan beku.
Saus stroberi:
- rebus stroberi halus, air, dan gula pasir, aduk-aduk hingga gula larut dan mendidih.
- masukkan pewarna merah dan larutaan maizena, aduk hingga saus kental. Angkat. dinginkan.
- potong-potong pudding, sajikan bersama saus stroberi.
6. Selai Stroberi
a. Bahan:
-Buah stroberi yang sudah masak
-Gula pasir
-Citroen zuur
b. Cara membuat:
- buah stroberi dicuci bersih dan tiriskan.
- hancurkan atau diblender buah stroberi hingga halus, lalu saring dan airnya diambil.
- timbang sari buah strobei. Untuk setiap kilogram buah diperlukan gula pasir sebanyak ¾ kg, dan 3-5 gram citroen zuur.
- sari buah yang halus dipanaskan hingga mendidih, kemudian masukkan gula sedikit-sedikit dan tambahkan citroen.
- angkat sari buah yang telah mendidih dan tuang dalam botol-botol kecil, kemudian tutup botol dan jangan lupa sebelum ditutup alas bagian dalam tutup dengan kertas selopan.
- botol-botol yang telah diisi dan ditutup rapat dikukus selama 30 menit (pasteurisasi).
- angkat dan dinginkan botol-botol yang telah dikukus dan bersihkan.
- pasang label pada muka botol dan simpan ditempat yang dingin atau dapat langsung dihidangkan.
b. Kebutuhan Industri
Pasar kian terbentang lantaran buah subtropics itu tak hanya dikonsumsi segar. Ia diolah menjadi selain, kue, manisan, dan minuman. Kini industri pembuatan selai terdapat 12 pabrik. Jika dirata-ratakan permintaan konsumen untuk industri setiap harinya diperkirakan 500 kg yang dikirim setiap 3 hari sekali, berarti 6 ton/hari buah ini harus siap disebar ke beberapa pabrik untuk diolah. Selain itu, hasil panen para pekebun pun disalurkan ke kafe-kafe dan restoran yang kian menjamur di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali . Rata-rata setiap kafe membutuhkan 4 hingga 20 kilo per harinya. Belum lagi hotel-hotel mulai dari hotel berbintang satu hingga lima, kebutuhan akan buah stroberi sangat tinggi.
c.Untuk Kesehatan dan Perawatan Tubuh
1. Kesehatan
Stroberi memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi di antara 12 buah yang diteliti. Itu karena kandungan quercetin, ellagic acid, antosianin, dan kaempferol. Antioksidan diibarat sebagai bodyguard pelindung tubuh dari radikal bebas, termasuk di antaranya sel kanker. Ia mencegah terbentuknya senyawa karsinogensis dan menekan pertumbuhan tumor. Fungsi antioksidan stroberi turut disumbang kandungan vitamin C yang tinggi –sekitar 56,7 mg per 100 gram. Delapan buah berukuran sedang mencukupi 160 persen kebutuhan vitamin C per hari berdasar standar Amerika Serikat. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang sebutir jeruk. Menurut The Iowa Womens Health Study asupan vitamin C mereduksi risiko kanker hingga 37 persen.
Oleh karena itu, tak berlebihan para peneliti dari USDA, Clemson University of South California menguji kemampuan stroberi sebagai antikanker, terutama kanker payudara dan leher rahim. Hasilnya, varietas Carlsbad efektif menghambat aktivitas sel kanker leher rahim.
Varietas sweet Charlie, kanker payudara. Antosianin pada varietas itu –dalam bentuk ekstrak maupun jus segar—merupakan senyawa antimutagenik. Ia mencegah sel tubuh yang sedang berkembang bermutasi menjadi sel kanker.
Perempuan alkoholik
Menurut penelitian Harvard Nurses Health Study (NHS), perempuan yang meneguk sedikitnya 15 gram alcohol per hari berisiko terkena kanker payudara. Namun, jika kebiasaan itu dibarengi dengan asupan folat 600 ….gram per hari risiko terkena kanker berkurang. Delapan buah stroberi berukuran sedang setara 80 ……. Gram memenuhi 20 persen kebutuhan asam folik tubuh per hari berdasar standar Amerika Serikat.
Studi itu juga meneliti keampuhan asam folik menekan risiko kanker usus pada wanita usia 55 hingga 69 tahun. Memang efek folat baru diketahui 15 tahun kemudian dan terbukti risiko kanker usus lebih rendah 75 persen pada mereka yang mengkonsumsi buah stroberi daripada tidak sama sekali.
2. Perawatan Tubuh
a. Stroberi sebagai obat jerawat
Bila wajah kita bermasalah dengan jerawat. Coba melakukan perawatan dengan masker stroberi. Ia banyak mengandung asam salisilat yang biasa ada di produk-produk antijerawat. Haluskan setengah gelas buah berbentuk hati itu, lalu aduk dengan sesendok makan yoghurt. Lalu bubuhkan ke seluruh wajah, diamkan selama 10 hingga 15 menit. Bilaslah dengan air dingin. Bila rutin dilakukan sekali seminggu, wajah bebas jerawat.
b. Mandi stroberi
Sehabis letih bekerja, paling enak memang berendam di bathtub. Apalagi kalau air rendaman ditambah stroberi. Kulit jadi bersih dan lembut. Karena stroberi mempunyai fungsi mengelupas kulit. Sebelum dipakai, stroberi dihaluskan campur dengan susu cair dan minyak zaitun. Baru masukkan ke dalam air rendaman dan cara itu mampu mencegah sengatan matahari.
c.Gigi putih
Menggunakan pasta berbahan pemutih kerap jadi pilihan untuk memutihkan gigi. Padahal ada cara lain yang lebihh lembuat dan gigi berseri. Rajin-rajinlah mengunyah stroberi. Selain gigi jadi cemerlang, juga ampuh untuk mengatasi bau mulut.
Subscribe to:
Posts (Atom)