Sunday, 21 August 2016

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Stroberi

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Stroberi
Dalam setiap tanaman gangguan serangga, tungau, dan nematoda merupakan ancaman yang selalu ada. Di samping hama-hama itu dapat merusak  langsung pada tanaman, seperti kerusakan pada akar, daun, bunga, dan buah maka serangga dan tungau pun merupakan pembawa virus dari tanaman sakit yang kemudian ditularkan ke tanaman lainnya. Dengan demikian tanaman yang sehat pun akan dengan  mudah terjangkiti hama atau penyakit. Penyebaran ini umumnya berjalan sangat cepat, sehingga  memerlukan penanganan yang cepat.

A. Hama
Tanaman subtropics ini tidak tahan pada  gangguan hama, dan hama-hama yang  biasa menyerang adalah jenis serangga dan tungu. Hama-hama ini dapat merusak akar, batang, bunga, dan buah. Adapun jenis serangga ini dapat dikelompokkan dalam kelompok pengisap cairan tanaman, pemakan bagian tanaman, penggerek tanaman, dan nematode yang menyerang tanaman.



Tabel: Pengelompokkan hama serangga,  tungu, dan nematoda pada tanaman stroberi

1. Aphid
Hama ini adalah penghisap cairan tanaman. Pengendalian dilakukan dengan pemberian insektisida, Thiodan,     Paration. Caranya dengan penyemprotan secara teratur sepanjang musim penanaman.
2. Tungau,  spider mite
Penyemprotan Kelthane-AP ke bagian bawah daun.
3. Kepik   
Pemberantasan dilakukan dengan Mevinfos  atau  Undeen       

4. Kutu putih    
Kutu ini diberantas dengan insektisida organofosfo.
5. Kumbang moncong
Kumbang  ini adalah  pemakan  tanaman.  Hama ini dibasmi dengan Nexion atau Thiodan dilakukan pada waktu pembungaan mulai.
6. Larva kumbang  & kupu-kupu
Kelompok penggerek pemberian Parathion ke dalam tanah sebelum penanaman.
7. Pratylenchus penetrans,  Longidorus  elongatus, dan Roty lenchus robustus
Nematode perusak akar ini diberantas dengan metilbromida sebanyak 75 kg/1.000 m2 pada saat 3-6 minggu sebelum, penanaman.
Kemudian, masih banyak  lagi jenis hama perusak tanaman stroberi ini.

B. Penyakit pada Tanaman Stroberi
1. Penyakit yang  Disebabkan oleh Cendawan
Selain karena hama yang diterbangkan oleh serangga atau kutu, jenis rongrongan lainnya adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan atau jamur, bakteri, micoplasma-like organism, dan virus, antara lain: Penyakit empulur merah  (red core/ red stele), yakni penyakit pada tanaman stroberi yang disebabkan oleh cendawan  atau jamur Phytophthora  fragariae. Penyakit ini akan menyerang tanaman yang memiliki drainase kurang baik atau    tanah bereaksi asam.  Tanda-tanda tanaman yang terserang,  adalah gejala layu dan mati karena kekurangan air dan makanan akibat  rusaknya jaringan xylem dan floem. Meski daun berubah menjadi layu tetapi  masih berwarna hijau.  Cara terbaik untuk pengendalian langsung masih belum ditemukan. Agar tidak terjangkit penyakit jenis ini., sebaiknya perhatikan pemakaian varietas yang lebih tahan.  Misalnya kultivar Aberdeen,  Frith,  dan Sheldon.  Pencegahan adalah fumigasi tanah sebelum penanaman.
Penyakit layu verticillium, disebabkan oleh Cendawan Verticillium  alboatrum. Tanaman stroberi yang terserang pada awalnya akan menunjukan gejala tepi dan intervein berwarna cokelat pada daun bagian luar, sedangkan daun bagian dalam masih tampak hijau, tetapi pertumbuhanmya terhambat.  Sebelum tanaman layu keseluruhan, sebaiknya dikendalikan dengan fumigasi tanah, yakni  dengan memberikan campuran kloropikrin dan metilbromida  (1:1) sebanyak 330-500 kg/ha.  Kemudian tanah ditutup dengan plastik poietilen.
Penyakit pembusukan pada  akar pythium, diakibatkan oleh cendawan  Pythium spp.,  yang menyerang akar, sehingga akar-akar   muda berubah menjadi busuk dan menghitam. Tanda-tanda lainnya adalah tanaman menjadi kerdil dan tidak responsif terhadap pemupukan nitrogen.  Sebaiknya gunakan Fumigasi tanah untuk mengendalikan serangan penyakit ini.
Penyakit powdery mildew, ditimbulkan oleh Cendawan  Sphaerotheca mascularis f.sp. fragariae.  Tanda-tandanya adalah daun yang terserang seperti tertutup lapisan tepung putih, kemudian daun rontok. Tepung putih ini adalah misellium cendawan. Serangan cendawan ini mudah meluas karena spora diterbangkan angin. Kelembapan tinggi ditengarai memicu perkembangbiakan cendawan. Oleh karena itu, hindari penyiraman berlebihan, semprotkan pstisida sebulan setelah tanam 2-4 pekan kemudian secara periodic. Jika terlanjur terserang, aplikasikan pestisida berbahan aktif mycobu tamil atau micronize.







Gambar Penyakit Powdery mildew

Penyakit noda merah  (red spot), disebabkan oleh cendawan Diplocarpon earliana atau Gloeosporium fragariae. Serangan noda merah berakibat  daun memiliki  bercak-bercak berdiameter antara 1 hingga 5 mm seperti terbakar berwarna merah keunguan dengan bentuk tidak teratur. Bercak merah keunguan ini juga berkembang pada tangkai bunga, tangkai buah, bunga, kaliks, dan buah.  Bila pada bagian-bagian itu terserang maka daun, bunga, atau buah akhirnya mati karena tangkainya tidak berfungsi lagi dalam penyaluran air dan makanan.  Cara pengendalian yang paling efektif, adalah dengan fungisida  Benlate.
Sedangkan penyakit Grey mould,  disebabkan oleh cendawan  Botrytis cinera. Umumnya jenis sasaran penyakit ini adalah bagian atas tanaman, sehingga bagian yang terserang akan bernoda cokelat  kemudian tertutup oleh lapisan yang agak tebal berwarna abu-abu kecokelatan.  Buah tanaman adalah yang paling banyak terserang penyakit ini. Pengendalian penyakit ini adalah menyemprot tanaman dengan fungisida  Benlate atau Curamil. Cendawan ini merupakan biangkeladi penyakit kapang kelabu yang banyak menginfeksi stroberi yang ditanam di Indonesia. Ketika kelembapan tinggi dan suhu rendah, cendawan lebih mudah berkembangbiak. Cendawan itu mampu bertahan dalam tanah, sehingga intensi grey mould atau kapang kelabu sulit untuk dihindari. Di samping itu, cipratan  air ketika penyiraman atau hujan, adalah  penyebab meluasnya infeksi. Pemakaian mulsa plastik cukup membantu pencegahan.







Gambar Penyakit Grey mould
Dan terakhir adalah penyakit busuk antraknosa (blak spot), yang disebabkan oleh Colletotrichum  fragariae. Cendawan ini dikelompokkan dalam dua bagian, yakni penyebab antraknosa pada buah dan penyebab antraknosa pada stolon, petiole, dan crown. Tanda-tanda buah yang terserang, yakni adanya luka basah (berair) seperti terkena benturan dengan bentuk  lingkaran berwarna cokelat tua. Sedangkan pada stolon dan tangkai daun, patogen ini yang menyebabkan timbulnya luka disekeliling lingkaran stolon. Sebagai tindakan pencegah penyakit ini, maka tanaman harus disemprot dengan fungisida secara teratur setiap minggu sekali.  Terutama pada musim hujan, frekuensi penyemprotan akan lebih baik tiga hari sekali. Namun yang utama adalah menjaga kebersihan lahan dan gunakan irigasi tetes. Sebaiknya diberikan per alur untuk mencegah serangan meluas.














Gambar Penyakit busuk antraknosa

2. Penyakit tanaman stroberi  yang disebabkan oleh bakteri
Tanaman stroberi yang terserang penyakit karena  bakteri tidak banyak jenisnya. Dan penyakit-penyakit yang diakibatkan bakteri yang terpenting, antara lain: Penyakit layu bakteri,  disebabkan oleh  Pseudomonas  solanacearum.  Penyebab penyakit ini  bayak ditemukan pada semaian pembibitan.  Dan yang paling mudah terserang adalah  tanaman yang masih kecil, sedangkan tanaman yang sudah  besar atau dewasa akan lebih tahan. Karena  adanya persenyawaan  B-D-glukogalin yang diproduksi daun stroberi untuk  menghambat pertumbuhan bakteri.  Tanda-tanda adanya penyerangan penyakit ini akan tampak pada tanaman muda yang ditunjukkan dengan jaringan rusak dan  akan tampak rongga-rongga pada xylem yang mengakibatkan  terhentinya jalan air dari tanah ke atas tanaman, sehingga tanaman  menjadi layu. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan membersihkan sekitar semaian dan melakukan fumigasi tanah untuk mengurangi penyebaran lebih luas  penyakit ini. Penyakit bercak pada daun, disebabkan oleh  Xanthomonas  fragariae.  Tanda-tandanya akan tampak pada permukaan bagian bawah daun dengan luka berair. Lama- kelamaan luka ini makin melebar dan membentuk persegi di antara tulang daun. Untuk mencegah atau pengenalian dapat menggunakan antibiotik oksitetrasiklin atau agrimisin.
Sedangkan penyakit hawar daun atau pembusukan pada  daun, disebabkan oleh cendawan  Phomopsis  obcurans.  Penyakit ini ditandai dengan adanya noda berbentuk  bulat hingga 6 bulatan  dengan bagian tengah berwarna  abu-abu dan pada tepinya terdapat lingkaran merah keunguan. Kemudian pada noda yang sudah lama akan berkembang hingga noda membentuk luka menyerupai huruf  V.


3.     Penyakit tanaman stroberi yang disebabkan oleh mycoplasma like organism (MLO)
Tanaman stroberi karena penyakit yang disebabkan oleh  mycoplsma like organism  (MLO), antara lain: Penyakit aster  yellows,  menunjukan gejala berupa daun berukuran kecil, tangkai daun lebih pendek, klorotik, serta helai daun melengkung  ke atas (cupping). Pada daun tua terdapat warna kemerahan, kemudian tanaman akan mati mendadak yang ditandai  dengan semua daun rebah merata pada tanah.  Pada tanaman yang sudah berbuah, dengan adanya serangan ini maka buah yang terbentuk akan memiliki daun-daun berukuran kecil. Sedangkan serangan pada bunga akan menyebabkan berubahnya bunga, seperti daun  (phylloid). Penyerangan penyakit ini dapat dikendalikan dengan melakukan pengendalian wereng daun. Sedangkan penyakit green petal, memiliki gejala yang mirip dengan penyakit aster yellows, bahkan sukar untuk dibedakan dari keduanya. Namun  petal  bunga yang terserang lama-lama akan berubah menjadi merah dan buahnya berubah menjadi seperti kancing karena receptacle membengkak. Dan yang terakhir adalah penyakit witches broom atau sapu setan, dengan tanda-tanda pertumbuhan stolon sangat pendek, sehingga anakan sangat dekat dengan induknya dan memberi penampilan seperti sapu.


4.    Penyakit tanaman stroberi yang disebabkan oleh virus
Virus yang menyerang tanaman stroberi tidak menampakkan gejala yang nyata karena virus-virus ini cukup kompleks. Tanaman yang terserang virus dapat ditandai dengan hilangnya vigor dan pertumbuhan tanman tidak normal karena terhambat. Virus yang ada pada tanaman dari masa tanam awal hingga masa tanam berikutnya akan semakin banyak, sehingga tanaman akan tampak keriput, totol-totol atau mottle, warna daun kekuningan di sepanjang tulang daun, begatu pula dengan ujung daun akan menjadi kuning atau mengalami  klorosis.


Sunday, 14 August 2016

SUKSES BERTANAM MELON UNTUK PEMULA

SUKSES BERTANAM MELON UNTUK PEMULA
MENGENAL BUAH MELON
Tentunya setiap orang mengenal buah melon. Melon adalah buah yang mirip dengan semangka. Melon adalah suatu jenis tumbuhan memanjat yang dibudidayakan terutama untuk diambil buahnya.

A. CIRI-CIRI
Tanaman menahun ini asli dari daerah Asia Tengah. Batangnya lunak dan berbulu. Helai daunnya bundar, berlekuk, dnegan tepi bergelombang. Bunganya kecil dengan garis tengah 2,5 centimeter, berwarna kuning dan muncul di ketiak daun.
Buahnya berbentuk bundar. Kulitnya ada yang berwarna hijau, hijau kekuningan, kuning, dan kuning emas. Ciri khas lainnya, buah melon adalah buah yang terdapat jaring-jaring pada kulitnya. Semakin tebal menonjol jaring yang terbentuk pada kulitnya menandakan bahwa melon tersebut telah matang.
Daging buahnya ada yang berwarna hijau dan ada pula yang berwarna kuning. Dagingnya berbeda dengan semangka. Jika semangka berisi penuh daging, tetapi pada melon, bagian dalamnya terdapat ruangan.
Mirip dengan kerabat dekatnya, yaitu semangka dan ketimun, melon mengandung banyak air. Bijinya kecil, pipih, dan banyak. Baunya pun harum.

b. cara mengkonsumsi melon
Sebagaimana umumnya buah lain, melon dapat dibuat makanan maupun minuman.
1. Sebagai bahan makanan
Sebagai bahan makanan, melon dapat dimakan langsung maupun diberi bumbu. Melon sering digunakan sebagai campuran dalam rujak maupun salad. Rasanya tidak kalah dengan buah-buahan lainnya manis dan segar.

2. Sebagai Minuman
Karena sifat dagingnya banyak mengandung air, melon sangat segar untuk dibuat minuman atau juice. Juice melon adalah alternatif minuman buah lainnya.

C. Pemasaran
Sebelum memasuki pasar ekspor, melon biasanya di jual di pasar tradisional, kaki lima hingga toko buah-buahan, dan pasar swalayan. Buah yang yang bentuknya mirip dengan semangka ini telah diterima oleh masyarakat Indonesia sejak lama.
Namun, sebenarnya bagaimanakah melon yang berkualitas itu? Sejak kehadirannya, melon yang dipelihara oleh para petani kita semakin lama semakin meningkatkan kualitasnya. Kualitas melon yang baik adalah dagingnya yang tebal dan manisnya yang semakin bertambah.
Dahulu, banyak sekali kita dapatkan buah melon yang dagingnya berasa hambar tidak manis. Hal ini sempat membuat rasa kapok para  konsumen buah ini.
Belakangan seiring dengan berkembangnya teknologi pertanian, banyak sekali melon yang dihasilkan dengan berkualitas baik. Kini, buah ini kembali banyak digemari orang.
Melon yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh teknik bercocok tanam.  Teknik yang bagaimana yang mempengaruhinya? Teknik bertanam melon yang berkualitas sangat ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut.
1. Pemilihan lokasi
2. Jenis Bibit
3. Pupuk
4. Pemeliharaan
5. Penanganan Hama dan Penyakit
6. Umur Panen
7. Penanganan Pascapanen

Jika hal tersebut terpenuhi, tentunya akan dihasilkan melon yang berkualitas. Dengan demikian, selain akan memasuki pasar lokal, diharapkan buah ini dapat memasuki pasar ekspor.
Dalam bertanam melon tidaklah sukar, siapapun dapat memeliharanya. Hanya saja, ketekunan diperlukan dalam memelihara buah ini.
Diharapkan, jika Anda belum memiliki pekerjaan atau usaha, bertanam melon diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan Anda. Tidak sedikit, orang yang berhasil dengan betanam buah-buahan.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini akan diuraikan bagamana cara bertanam melon. Dengan menggunakan teknik yang sederhana, diharapkan hal ini  dapat diikuti oleh setiap orang yang berminat untuk bertanam melon.

pemilihan lokasi dan pengolahan lahan

Pemilihan lokasi yang  dan pengolahan lahan yang akan adalah tahap awal dalam budidaya melon. Salah memilih lokasi akan mengakibatkan kegagalan dalam budidaya. Untuk itu, pemilihan lokasi harus benar-benar menjadi hal yang utama.

a. pemilihan lokasi
Lokasi adalah hal penting yang harus kita perhatikan. Pemilihan lokasi untuk bertanam melon membutuhkan syarat-syarat khusus. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut.

1. Ketinggian Lahan
Melon dapat tumbuh dari daratan rendah ingga daratan tinggi. Ketinggian yang paling ideal adalah 200m  dpl - 500 m dpl. Bila melon ditanam di bawah 300m dpl, ukuran buahnya besar, tetapi ruangan kosong di dalamnya pun cukup besar. Selain itu, buah ini tidak tahan lama, yaitu cepat busuk. Yang lebih parah lagi, buahnya kurang manis.
Di daerah rendah umur tanaman lebih singkat sehingga pembentukan gula belum maskimal. Did aerahitnggi buah lebih manis, tetapi ukuran lebih kecil. Dengan demikian, untuk tujuan usaha, ketinggian ideal untuk bertanam melon adalah pada ketinggian 400 dpl.

2. Memiliki Sumber  Air
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi penanaman melon adalah daerah tersebut harus memiliki sumber air.  Kita tahu bahwa bertanam apapun memerlukan air yang cukup. Apalagi tanaman ini adalah melon. Melon adalah buah yang sebagian besar terdiri dari air.
Adanya sumber air akan memudahkan dalam pengaturan pemberian air. Suatu ketika tanaman harus tergenang air kemudian harus dikeringkan.

3. Dekat Dengan Sarana Transportasi
Sarana transportasi adalah hal penting dalam bisnis melon. Setelah panen, melon perlu diangkut untuk dipasarkan.













Gambar Orang sedang memanen melon. Kebunnya terletak di pinggir jalan. Truk siap mengangkutnya.
Oleh karena itu, perlu diusahakan tempat bertanam melon lokasinya tidak jauh dari jalan raya. Bila lokasi penananman melon jauh dari jalan raya. Tentunya akan makan biaya produksi berupa pengangkutan hasil panen menuju pinggiran jalan di mana mobil pengangkut menunggu.

4. Lahan Bukan Bekas Bertanam Melon dan Semangka
Tidak dianjurkan untuk bertanam melon di lokasi bekas bertanam melon maupun semangka. Hal ini dikhawatirkan nantinya saat bertanam melon akan mudah terserang penyakit yang sebelumnya masih tertinggal.  Untuk menyerang penyakit tersebut tentulah akan memakan biaya untuk  pemberantasannya.

b. pengolahan lahan
Jika kita telah mendapatkan lahan yang cocok sesuai dengan persyaratan di atas, langkah selanjutnya adalah pengolahan lahan.

1. Penggemburan Tanah
Langkah awal pengolahan lahan adalah penggemburan tanah. Tanah terlebih dahulu dicangkul agar permukaannya tidak keras. Jika menemukan batuan, kita harus menyingkirkannya. Selain batuan, mungkin juga terdapat akar-akar pohon yang masih tertinggal. Segeralah singkirkan dari tempat itu. Pastikan tanah menjadi  gembur secara keseluruhan.
2. Pembuatan Gundukan
Setelah tanah menjadi gembur tahap selanjutnya adalah membuat gundukan. Gundukan dibuat ke arah memanjang lahan. Adapun ketinggian gundukan tersebut adalah 30-50 cm. Kemudian, lebarnya antara 90-120cm.

Di antara gundukan tersebut merupakan got. Dimana, nantinya akan tergenang air.  Adapun jarak antara gundukan satu dengan gundukan lainnya adalah 40-50 cm.

3. Pemberian Pupuk
Agar tanaman dapat tumbuh dengan subur nantinya, tanah sebelumnya harus dilakukan pemupukan. Adapun pupuk yang baik diberkan adalah pupuk kandang. Pemberian pupuk kandang diberikan sebanyak 1,5 kg/tanaman. Kemudian, setelah dilakukan pemupukan perlu dilakukan pula pengapuran. Adapun dosis pengapuran adalah 100 gram per tanaman.

4. Penutupan lahan
Usai dilakukan pemupukan dan pengapuran pada gundukan, tahap selanjutnya dilakukan penutupan gundukan dengan menggunakan plastik transparan. Penutupan lahan ini berguna karena bibit melon pada saat masih kecil tidak dapat terkena sinar matahari langsung.

5. Pemasangan Ajir atau Turus
Ajir atau turus adalah semacam pagar tempat merambatnya percabangan tumbuhan melon. Ajir terbuat dari  bila bambu. Adapun panjangnya  berkisar antara 200-250 cm. Adapun lebarnya sekitar 4 cm. Ketebalannya kira-kira 1 cm.
Dalam pemasangannya, ajir dipasang sekitar 15-20 cm dari tepi gundukan. Ajir dapat dipasang miring bersilang dan tegak. pada tengah-tengahnya diletakkan bambu pajang yang mendatar yang menghubungkan ajir tersebut. Fungsinya untuk menyimpan buah.

Pemilihan bibit dan pembibitan

Setelah penyiapan lahan selesai sekitar 75%, langkah selanjutnya yang juga perlu dilakukan adalah pemilihan bibit dan pembibitan. Dengan demikian, saat menanam tidak memakan waktu lama. Hal ini mengingat pembibitan memakan waktu yang cukup lama.

A. Pemilihan Bibit
Pemilihan bibit sangat menentukan bagi keberhasilan usaha melon.Melon yang kita kehendaki adalah melon yang manis. Untuk itu, kita harus memilih jenis melon yang berkadar gula tinggi.  Hingga saat ini, kadar gula tertinggi suatu jenis melon dapat mencapai 14-19%.
Selain manis, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah ukuran buah, lama panen, aroma, ketahanan terhadap penyakit, dan selera pasar.
Berikut ini adalah berbagai contoh bibit melon yang berkualitas baik.
1. Sky Rocket
Sky rocket adalah jenis bibit  yang paling banyak ditanam petani. Jenis ini begitu dominan sehingga identikdengan melon. Jenis ini sangat cocok dengan iklim Indonesia. Buahnya manis, dagingnya tebal, dan tahan penyakit.
2. Action 434
Melon jenis ini mulai beredar pada tahun 1993. Action 434 adalah alternatif ke dua setelah sky rocket. Jenis ini mirip dengan sky rocket. Jaring yang terdapat pada kulitnya mudah terbentuk dan tebal merata. Jenis ini menghasilkan buah yang cukup besar. Beratnya dapat mencapai 2-4kg per buahnya.  Selain dagingnya manis, jenis ini dapat bertahan cukup lama setelah masa panen.
Saat ditanam pun, jenis ini memiliki kelebihan ayitu tahan terahdap penyakit layu, downy mildew, powdery mildew, serta lalat buah. Adapun umur panen jenis ini adalah 60 hari.

3. New Action
Melon jenis ini tergolong baru. Dipasaran, jenis ini belum banyak didapatkan. Namun, kelebihan buah ini lebih cepat manis. Pada umur 50 hari setelah ditanam, buah melon ini sudah manis. Begitu pula dengan jaringnya. Saat itu telah terbentuk sempurna.
Lebih cepat manis melon jenis ini sangat menguntungkan. Hal ini mengantisipasi saat pada usia itu tanaman terserang hama. Melon jenis ini langsung dapat dipanen. Walaupun demikian, umur ideal untuk dipanen jenis melon ini adalah 60-65 hari.

4. Aroma 515
Jenis melon ini juga mirip dengan sky rocket. Jaringnya mudah terbentuk. Dagingnya tebal. Kemudian, pertumbuhannya merata. Jenis  ini disebut aroma karena harumnya yang sangat menyengat menggugah selera. Tidak hanya harum, isinyapun sangat manis. Warna dagingnya kuning kehijauan. Kelebihan lainnya selaintahan terhadap downy mildew dan powdery mildew, jenis ini mampu mempertahankan kualitasnya saat dilakukan pengangkutan.

5. Early Dew
Melon jenis ini dapat dipanen pada umur 60 sesudah tanam. Pembentukan buahnya sangat mudah. Begitu pula dengn hasil panennya yang tinggi. Hal ini karena bobot buahnya dapat mencapai 2,5 hingga 3 kg.
Kelebihan lainnya adalah rasanya yang sangat manis dnegan tingkat kemanisan  14%. Selain itu, jenis ini juga tahan terhadap penyakit downy mildew dan fusarium.

6. Golden Melon
Melon jenis ini saat ini banyak diminati pasar. Hal ini karena warnanya yang kuning berbeda dengan melon biasa. Begitu pula dengan dagingnya yang putih kekuningan sangat manis.

7. Dorado
Dorado juga jenis melon yangberwarna kuning keemasan. Jenis ini juga buahnya mudah terbentuk. Adapun ukurannya cukup besar yaitu antara 2kg-2,5kg/buah.
Jenis ini memiliki daging yang berwarna putih, tebal, amat lembut, berair, manis. tingkat kemanisannya mencapai 13%. Aroma jenis ini tidak tajam.
Kelebihan lain jenis ini adalah memiliki daya simpan yang cukup lama, yaitu sekitar 20 hari. Jenis ini juga kuat diangkut. Adapun lama masa tanam adalah 65

8. Emerald Jewel
Jenis ini Hampir sama dengan Sky rocket. Perbedaannya adalah  ukurannya yang sangat besar,yaitu dapat mencapai berat 5,5 kg dengan rata-rata 3 hingga 4 kg. Melon ini dagingnya berwarna putih. tingkat keman
9. Eagle
Eagle adalah jenis melon dengan kulit berwarna kuning keemasan. Melon jenis ini dapat mencapai berat sekitar 3 kg. Dagingnya berwarna putih.
Kelebihan melon ini adalah tingkat kemanisannya yang berkisar antara 15-17%. Selain itu, pembentukan buannya gambang. Jenis ini juga tahan terhadap fusarium. Namun, sayangnya jenis ini umur panennya sangat lama, yaitu 80 hari.









Gambar Melon Eagle

10 Super Salmon
Penampilan luarnya amat menarik. Berbeda dengan yang lainnya, kulit melon jenis ini memilikiwarna krem. Selain itu kulitnya halus dan mulus. Bentuknya pun sangat menarik, yaiitu oval.
Saat dibelah, dagingnya berwarna oranye, lebut, manis, dan aromanya sangat kuat. Bobotnya mencapai 1,5-2 kg.Adapun waktu panen melon jenis ini adalah 60-65 hari.

Melon ini memiliki aroma yang sangat kuat khas melon. Rasanya amat manis, lagi pula teksturnya amat lembut. Melon ini nilai jualnya amat tinggi.
Selain di Surabaya, melon jenis ini juga terdapat di Bogor. Bedanya ukurannya lebih kecil sehingga tampak mini. Bobotnyapun hanya 0,7-1,2 kg. Penampilannya tampak eksklusif. setelahdibelah, tampak daging oranye, aroma harum, dan rasanya manis.

Selain jenis melon di atas, masih ada lagi jenis melon yang memenuhi kualitas ekspor. Jenis melon berikut ini telahmemasuki pasar Singapura. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Prime honey
Melon jenis ini mampu mencapai bobot 1,2 hingga 1,5 kg. Daging buahnya berwarna putih. Teksturnya sangat halus. kelebihannya, melon jenis ini memiliki aroma yang harum. Selain itu, yang sangat menarik adalah rasa manisnya yang sangat kuat  hingga 17%. Kemudian, melon jenis ini tahan disimpan dalam waktu yang cukup lama dan kuat saat diakukan pengangkutan.

2. Sweet Crunchy

Melon jenis ini ukuran buanya tidak terlalu besar yaitu 1-1,5 kg. warna dangingnya  putih kehijauan, renyah, dan berair. Rasanya sangat manis. Kandungan manisnya mencapai 14-16%. Baunya sangat harum.

3. Superior Sweet
Jenis ini bobot buahnya 1-1,5 kg. Daging buahnya putih,tebal, berserat halus, danlembut. Rasanya manis (14-16%) dan wangi.

4. Honey Sweet
Bobot buahnya cukup besar yaitu 1,5-2,5 kg. Dagingnya berwarna jingga muda, tebal,berserat sangat halus,dan renyah. Rasanya sangat manis bagai madu. Itulah sebabnya jenis ini disebut Honey sweet. Selain itu, aromanya sangat harum.


5. Pearl honey
Jenis ini bobot buahnya mencapai 1,5-2kg. Dagingnya putih, lembut,dan berair. Rasa dangingnya sangat manis (14-15%) dan aromanya harum.

6. Golden Honey
Jenis ini memiliki bobot buah 1,2-1,5 kg. Dagingnya putih kehijauan, lembut dan berair. Rasanya manis (14%),d an beraroma harum.

b.pembibitan
Dari beberapa jenis melon yang ada, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua itu dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan. Jika dalam pemeliharaan melon sering terjangkit suatu penyakit, pilihlah melon yang tahan terhadap penyakit tersebut. Pilihan lainnya, pilihlah melon yang berbuah manis, berdaging tebal, dan warnanya menarik.
Setelah bibit ditentukan,s elanjutnya adalah menyemai  benih. Pada dasarnya menyemai benih adalah melakukan penanganan terhadap benih hingga ditanam menjadi pohon kecil.
Pembibitan dapat dilakukan dengan mudah. Namun, kehati-hatian dan ketekunan perlu dilakukan guna menghindari pertumbuhan bibit yang kurang baik. Bibit yang kurang baik dapat menghambat pertumbuhan selanjutnya.
Dalam melakukan pembibitan, ada beberapa hal yang perlu dilakuan. Hal tersebut adalah sebagai berikut.

1. Perendaman
Bibit yang kita peroleh baik dari penjual maupun menyiapkan sendiri. Kulitnya cukup keras karena kering. Oleh karena itu, sebelum dilakukan pembibitan perlu dilakukan  perendaman. Perendaman dilakukan guna membuat kulit bibit menjadi lembek, sehingga bibit tersebut mudah menjadi kecambah.
Penanganannya adalah sebagai berikut. Benih direndam dalam air hangat selama 12 jam.  Kemudian, setelah dilakukan perendaman, dipersiapkan agar benih tumbuh menjadi kecambah.

2. Pembuatan Kecambah
Menumbuhkan benih melon untuk tumbuh menjadi kecam bah sama dengan pembuatan kecambah lainnya. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

a. Alat dan bahan:
1) wadah
2) kapas
3) kain lap
4) Semprotan air

b. Langkah kerja:
1) Siapkan sebuah wadah yang berukuran lebar. Lebar wadah disesuaikan dengan banyaknya benih yang akan dibuat kecambah.


2) Siapkan pula kapas. Celupkan kapas ke dalam air. Lalu, letakkan kapas tersebut di permukaan wadah. Simpan hingga merata di seluruh permukaan wadah.


3) Langkah selanjutnya, tebarkan benih yang telah direndam di atas kapas yang basah tersebut. Tebarkan hingga merata.



4) Setelah benih diletakkan di dalam wadah, tutuplah wadah dengan kain lap yang lembap.











Gambar wadah ditutup dengan kain lembap

5) Setiap beberapa jam, semprotlah dengan menggunakan air pada benih tersebut.


6) Keesokan harinya, benih akan tumbuh menjadi kecambah


3. Penanaman Benih dalam Polibag
Setelah benih menjadi kecambah, benih tersebut siap di tanam. Namun, sebaiknya tidak ditanam di tanah terbuka. Untuk itu, benih ditanam di dalam polybag atau pelastik. Plastik yang banyak digunakan untuk pembibitan adalah plastik es.
Sebelum plastik diisi media, sebaiknya pada bagian dasarnya diberi lubang terlebih dahulu. Hal ini guna menghindari penuhnya air dalam plastik. Kemudian, benih biasanya akan cepat tumbuh bila dasar kantong diberi lubang.

Selain menggunakan poly bag dapat pula digunakan pot-pot kecil. Penggunaan pot dilakukan guna memudahkan pembibitan. Selain itu, pot dapat digunakan kemudian hari.

Kini bibit sudah siap ditanam. Namun, sehari sebelum pindah dipindahkan untuk ditanam, kantong plastik digeser sehingga akar putus. Saat itu, bibit akan stress, tetapi tidak akan lama. Pada akan yang putus, kelak pada saat ditanam akan muncul cabang-cabang akan yang nantinya akan memudahkan tumbuhan itu menyerap unsur hara yang terdapat dalam tanah.
Kemudian, bibit disimpan di bedengan khusus yang ditutupi plstik transparan. Saat itu, bibit dilatih untuk beradaptasi terkena sinar matahari langsung. Caranya dalah, setiap pagi sungkupbagian bawah dibuka hingga pukul 10.00. Pada pukul 14.00, plastik disingkapkan kembali. Saat menyingkap, lakukan penyiraman. Pada saat mulai keluar daun, (3 hari) bibit disemprot dengan pestisida Decis, Antracol, dan Dithane, dnegan konsentrasi 0,5 ml liter air. Plastik bisa dibuka lebih lama . Pada umur 7-8 hari atau ketika bibit telah memiliki daun sejati sebanyak 2-3 lembar, bibit melon dapat dipindahkan ke lahan pertanian.













Penanaman

Kini, saat bertanam pun tiba. Lahan telah tersedia, benih telah disemai tinggal ditanam. Lalu, bagaimana cara bertanamnya sedangkan gundukan tanah sebagai lahan bertanam ditutup plastik. Untuk itu, perlulah diberi lubang.
Sebelum ditanam, pada plastik yang menutupi gunukan lahan dibuat lubang selebar kaleng susu. Untuk melubangi plastik tersebut gunakan alat yang panas. Misalnya kaleng susu dipanaskan dan ditempelkan pada plastik tersebut. Jika membuat lubang  tidak dengan menggunakan benda yang panas, dikhawatirkan plastik akan sobek ke mana-mana.

Jika diukur, diameter lubang kira-kira sebesar 10 cm. Adapun jarak lubang tersebut adalah  60 x 60 cm atau 60 x 70 cm. Kemudian, lubang teresebut dibuat zigzag. Perhatikan gambar berikut


a. Waktu Penanaman
Waktu penanaman bibit yang baik adalah pada sore hari. Pada sore hari cuaca tidak terlalu panas. Dengan demikian, saat bibit ditanam tidak akan stres akibat kepanasan akibat sinar matahari.
Namun, penanaman pada pagi hari pun dapat dilakukan. Asalkan, setelah bibit ditanam, kita harus  segera melakukan penyiraman, sehingga pada saat siang hari, tanah masih lembap. Dengan demikian, tidak akan terjadi stres pada bibit.
Selain itu, usahakan agar  batang tanaman tidak menyentuh pinggir mulsa. Di siang hari yang panas, mulsa/plastik akan menjadi panas.  Jika batang terkena panas, akibatnya tanaman akan menjadi layu dan akhirnya mati.
Karena tidak semua tanaman tumbuh baik, lakukan penyulaman, paling lambat satu minggu kemudian. Semakin cepat, semakin bagus. Bila tanaman mati karena penyakit, maka tanah tempat tumbuh itu digali dan diganti dengan media baru, lalu siram dengan fungisida.

B. Pengikatan Tanaman ke Ajir
Di bagian awal telah dijelaskan bahwa ajir adalah tempat merambatnya ponon melon. Namun, pohon melon tidak dapat merambat begitu saja. Untuk itu kita harus membantunya. Adapun caranya sebagai berikut.
a. Ikatlah batang melon  ke ajir dengan menggunakan tali plastik.
b. Cara mengikatnya batang melon harus dapat bergerak bebas. Untuk itu tali dibuat seperti angka delapan. Bagian yang terikat pada ajir harus kuat. Sementara itu, bagian yang melingkar pada batang melon harus longgar. Dengan demikian, pohon melon dapat tumbuh. Jika pengikatan terlalu kuat, kemungkinan besar batang tanamannya akan terluka sehingga akan menghambat pertumbuhan.
c. Jika batang semakin meninggi, lakukan kembali pengikatan













PEMELIHARAAN


Pemeliharaan tanaman merupakan kegiatan yang membutuhkan ketekunan. Dalam kegiatan ini kita harus disiplin dalam segi waktu dan melaksanakan segala sesuatu yang harus dilakukan.
Pada dasarnya, pemeliharaan tanaman melon cukup banyak, yaitu:
a. penyiraman
b. pemotongan tunas dan penyeleksian calon buah
c. pemupukan tambahan
d. penanggulangan hama dan penyakit.

a. penyiraman
Pada fase vegetatif, penyiraman dilakukan setiap 3 hari. Adapun banyaknya air yang perlu disiram adalah  200 cc untuk setiap tanaman.
Jika di daerah tempat kita memelihara melon terdapat sumber air, sebaiknya dilakukan perendaman gundukan. Air dialirkan ke parit-parit yang telah dibuat. Akan tetapi, janganlah air merendam seluruh gundukan tanah. Tumbuhan tersebut tentunya akan mati.
Perendaman tentunya akan menjadikan tanaman melon tumbuh lebih baik dari pada tanaman yang tidak dilakukan perendaman. Hal ini sangat jelas mengingat melon merupakan buah-buahan yang banyak mengandung air. Dengan demikian, tumbuhan ini akan membutuhkan air cukup banyak.
Selain dilakukan perendaman, airpun harus disiramkan ke arah batang pohon melon.
Setelah gundukan tanah direndam selama tiga minggu, penyiraman pada tanaman dikurangi. Kita cukup menyiramnya antara 5 hingga 7 hari sekali. Mengapa hal ini dilakukan? Halini dilakukan guna merangsang pembungaan pada tumbuhan melon.

Selang beberapa hari, tumbuhlah bunga. Setelah bunga tumbuh, penyiraman dilakukan 3 hingga 4 hari sekali. Semua itu dilakukan berkat hasil penelitian para ahli.
Hal lainyang perlu diperhatikan adalah menjaga parit saat turun hujan. Hindari  air di dalam parit jangan sampai meluap menutup gundukan tanah tempat memelihara melon. Jika hal ini terjadi akan terjadi pembusukan.
Tanah yang lembap akan menyebabkan tumbuhnya jamur. Jamur tersebut akan menyerang tanaman melon.
Setelah bunga menjadi buah dan jaring terbentuk pada buah melon, penyiraman tanaman dilakukan lebih sering, yaitu 3-4 hari sekali. Namun, tanaman tidak boleh diberi air dalam jumlah yang banyak sekaligus, melainkan perlu dilakukan secara perlahan-halan/sedikit demi sedikit.

b. pemotongan tunas dan penyeleksian buah

Dalam pertumbuhannya, tanaman melon tidak dibiarkan begitu saja. Ada cara-cara khusus untuk menghasilkan buah melon yang besar dan manis. Cara tersebut adalah dengan pemotongan tunas dan penyeleksian buah.
1. Pemotongan Tunas
Tanaman melon  akan tumbuh tunas-tunas baru dari ketiak daun.Namun, tumbuhnya tunas dari ketiak daun hingga 9 perlu dipotong.  Tunas yang perlu kita pelihara adalah tunas pada ruas ke-10 hingga ke-14. Pada tunas itu akan keluar tunas bunga. Biarkan bunga tersebut melakukan penyerbukan secara alami.
Akan tetapi, bila hari mendung, penyerbukan bunga perlu kita bantu. Caranya adalah sebagai berikut.
a. Siapkan sebuah kuas kecil untuk melukis. Kuas tersebut digunkan untuk mengoleskan tepung sari ke putik.  Lakukan penyerbukan itu pada pagi hari.
b. Serbukkanlah tepung sari ke kepala putik sebanyak-banyaknya. Adapun penyerbukannya dilakukan pada bunga ke-10 hingga bunga ke-14.

Sebenarnya, penyerbukkan dapat saja dilakukan pada bunga ke-9 hingga bunga ke-16. Buah yang dihasilkan pun akan manis. Namun, tentunya umur tanamnya akan lebih panjang. Akibatnya, kita akan memerlukan biaya yang lebih besar.
Penyerbukan dikatakan berhasil apabila terjadi pembesaran pada bakal buah. Namun, bila penyerbukan tidak berhasil, bakal buah akan menghitam dan mati.
2. Penyeleksian Buah
Untuk menghasilkan melon yang berkualitas baik, yaitu manis dan berukuran besar, pada sebuah pohon hanya dipertahankan satu buah  melon saja yang dibiarkan tumbuh. Namun, ada juga yang mempertahankan pertumbuhan melon dalam satu pohon hingga dua buah. Akibatnya, ukurannya akan lebih kecil.  Ukuran buahnya dapat mencapai 2 kg.

c. pemangkasan
Pemangkasan juga dilakukan pada tangkai tangai yang terjadi. Tangkai yang dipelihara hanya satu. Jika dalam satu pohon dipertahankan dua tangkai, buah melon akan berukuran kecil. Kemudian, ujung cabang tempat tumbuhnya buah dipangkas. Sisakan satu lembar daun saja. Adapun daun yang dipelihara setiap pohon sebanyak 25-30 lembar. Ujang tanaman pun dipotong. Hal ini dilakukkan guna menjaga kelembapan agar tidak terlalu tinggi.


d. mengggantungan buah
Semakin lama, buah melon akan tumbuh menjadi besar. Akibatnya, melon pun akan semakin besar. Sementara itu, tanaman melon memiliki kemampuan terbatas untuk menahan melon bergelantungan. Untuk itu, perlu dilakukan penggantungan. Caranya adalah sebagai berikut.
Melon sudah harus mulai digantung saat berukuran sekepal tangan. Penggantungan dilakukan dengan mengikat tangkai melon dengan seutas tali pada gelagar. Namun, pengikatan pada tangkai melon tidak boleh terlalu ketat, bahkan harus longgar. hal ini guna menjaga agar pertumbuhan tangkai tidak tertahan oleh ikatan. Dengan demikian, pertumbuhan melon akan terus berlangsung.

e. pemupukan
Pemupukan adalah hal penting yang perlu kita lakukan. Adapun langkah pemupukan adalah sebagai berikut.
Saat tumbuhan berumur 7 hingga 24 hari, tanaman tersebut diberi pupuk yang mengandung nitrogen (N) lebih tinggi  dari pada pospor dan kalium.
Namun, setelah tumbuhan berumur 25 hari, pupuk berunsur nitrogen dikurangi. Saat itu pupuk berunsur posfor dan kalium ditambah.  Penambahan unsur kalium dilakukan guna meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap penyakit. Adapun unsur N yang diberikan yaitu dalam bentuk nitrat.
Kemudian agar buah melon yang dihasilkan sangat manis, tanaman perlu diberi pupuk daun dengan kandungan Magnesium tinggi. Sebagai penggantinya, umumnya para petani menggunakan kecap inggris pada tanaman tersebut. Atau kita dapat pula menggunakan kalmag untuk memenuhi kandungan Magnesiumnya.
Kandungan Magnesium diberikan guna pembentukan klorofil pada daun. Jika pada daun banyak terdapat klorofil, proses fotosintesis akan berlangsung dengan baik. Akibatnya, kebutuhan tanaman akan bahan  yang diperlukannya dapat terpenuhi.
Langkah selanjutnya, pada umur 20,30,40 hari, tanaman diberi unsur mikro. Pupuk tambahan lainnya adalah sebagai berikut.
1. Pada umur  7 hari tanaman dipupuk dnegan 1 kg NPK dengan perbandingan 15:15:15. 1 kg per 200 l air.
2. Pada umur 14 hari tanaman dipupuk dengan 2 kg NPK dengan perbandingan 15:15:15. 2 kg per 200 l air.
3. Pada umur 21 hari, tanaman dipupuk dengan 3 kg NPK
perbandingan 15:15:15. 3 kg per 200 l air.
4. Pada umur 28 hari tanaman dipupuk dengan 3 kg NPK
perbandingan 15:15:15 3 kg per 200 l air.
5. Pada umur 35 hari 3 kg NPK ditambah 1 kg KNO3
6. Pada umur 42 hari 2 kg NPK ditambah 2 kg KNO3
7. Pada umur 50 hari 3 kg KNO3

F. HAMA DAN PENYAKIT
Hama dan penyakit adalah pengganggu dalam berbagai jenis tanaman. Budidaya apapun akan berakibat gagal bila hama dan penyakit dibiarkan menyerang tumbuhan yang kita tanam. Begitu pula halnya dengan melon. Melon adalah tanaman yang mudah terserang penyakit.
Untuk mendapatkan melon yang berkualitas baik, yaitu manis, kita harus dapat mengatasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman melon. Melon tidak akan terasa manis bila pada tanaman tersebut, daunnya gundul. Untuk itu, menjaga daun melon merupakan sebuah tantangan dalam bertanam melon.
Mengapa daun melon perlu dijaga? Tentu saja perlu. Jika daun melon rusak. Tentunya tumbuhan tersebut tidak dapat melaksanakan proses fotosintesis dengan sempurna. Telah kita ketahui bahwa buah merupakan tempat cadangan makanan bagi tumbuhan. Cadangan makanan itu akan berkurang jika proses fotosintesis terganggu.
Jika tanaman terserang hama dan penyakit, jalan keluarnya adalah melakukan penyemportan pestisida. Alangkah baiknya penyemprotan dilakukan saat tanaman masih kecil. Penyemprotan dilakukan pada seluruh daun.
Menurut Yan Wahyu seorang ahli dalam bertanam melon penyemprotan dilakukan dengan mengkombinasikan pestisida kontak-sistemik-kontak.  Atau dapat pula dengan kombinasi sistemik-kontak-sistemik. Adapun waktu penyemprotan dilakukan setiap 4 hari sekali. Penyemprotan dihentikan 4 minggu menjelang panen.
Melon adalah jenis tanaman yang banyak disenangi hama. Berikut ini adalah berbagai jenis hama yang sering menyerang melon.
1. Lalat buah
Lalat buah (Bacterocera cucurbitae) adalah hama yang sering menyerang tumbuhan melon. Beberapa genus dari keluarga ini yang sangat berpotensi sebagai hama penting adalah Ceratitits, Anastrepha, Dacus, dan Rhagoletis. Di Indonesia, Dacus spp merupan genus lalat buah yang potensial sebagai perusak tanaman hortikultura. Jenisnya tak kurang dari 40 spesies. Tiap spesies bisa menyerang beberapa macam tanaman buah-buahan.
Lalat buah sangat tertarik oleh segala sesuatu yang berwarna kuning. Selain warna ia menyukai aroma buah dan ekstraksi ester dan asam organik yang keluar dari buah-buahan menjelang masak. Dengan demikian, lalat buah betina merupakan pengganggu utama saat musim panen tiba.


Gejalanya adalah munculnya titik noda hitam atau benjolan pada kulit buah. Noda hitam itu terkadang tidak langsung terlihat seakan buah yang dihasilkan tetap mulus. Namun, bila buah tersebut dibelah,akaan tampak belatung atau larva. Bintik hitam itu merupakan bekas tusukan sekaligus tempat peletakan telur. Telur tersebut kemudian akan berubah menjadi larva dan menggerogoti daging buah. Akibatnya, melon akan menjadi busuk.
Selain melon, lalat ini juga menyerang belimbing, jambu air, jambu biji, jeruk, nangka, cempedak, mangga, pisang, dan semangka.
Adapun cara mengatasihama ini adalah dengan adalah sebagai berikut. Lakukan sanitasi kebun.  Selain penyemprotan, dapat pula dilakukan dengan memasang perangkap yang diisi dengan pheromona tiruan, seprti metil eugenol.

2. Ulat atau Larva Penggerek buah
Hama ini merupakan anggota dari bangsa atau ordo lalat (diptera), kupu-kupu dan ngengat (lepidoptera), kumbang (coleoptera), sikada, kutu, dan wereng (Homoptera).
Selain melon, hama ini juga menyerang belimbing, alpukat, rambutan, pisang, mangga, semangka, melon,jeruk, jambu biji, dan sirsak.
Adapun gejalanya adalah tampak gejala kerusakan pada permukaan buah, yaitu berupa bercak coklat sampai hitam berukuran kecil sampai besar.
Gejala lainnya adalah tampak cacat pada kulit buah, berlubang, berpuru, bahkan isi daging buah hampir habis, berkeriput, dan tidak mulus.
Adapun pengendaliannya adalah dnegan memberikan pestisida dan sanitasi kebun.

3. Layu Bakteri  (erwina tracheiphila)
Layu bakteri adalah bakteri pembusuk melon. Jika tumbuhan melon terserang penyakit ini akan tampak bercak kecil pada buah. Lama kelamaan, bercak ini akan membesar. Akhirnya terjadi perubahan warna  dari hijau menjadi kuning kehijauan pada melon. Selanjutnya, melon akan berwarna kuning, cokelat atau hitam. Setelah itu, timbul gejala nekrosa, yaitu matinya jaringan penyusun organ. Melon pun menjadi busuk.
Pembusukan yang terjadi merupakan busuk lunak dan basah. Hal itu ditandai dengan mudah pecahnya melon atau berlubang bila ditekan dengan jari. Akhirnya pembusukan terjadi keseluruh permukaan melon.
Adapun cara pengendaliannya adalah dengan sanitasi kebun dan  pemberian bakterisida yang sesuai. Adapun bakterisida yang digunakan Agrymicin dan agrept. Untuk tanaman disemprot, kemudian untuk benih direndam.
4. Bercak Bakteri (Pseudomonas lachrymans)
Bercak bakteri sering menyerang melon dan semangka. Ciri-ciri tanaman terserang penyakit ini adlah timbulnya bercak-bercak kecil, cokelat muda pada buah. Kemudian, bercak itu mengering dan mengeras. Kondsistensi daging buah juga ikut berubah menjadi kering danmengeras. Jika udara lembap, melon dapat dilapisi massa spora. Kondisi busuk keras dankering dapat terjadi pada ujung atau pangkal buah saja.
Adapun pengendaliannya yaitu dengan melakukan sanitasi lahan dan pemusnahan buah yang terserang, kemudian perlu pula dilakukan pemberian fungisida dan bakterisida yang sesuai.

5. Cendawan (Phytopthora nocotianae)
Penyakit yang disebabkan oleh cendawan memiliki ciri munculnya bintik kecil pada buah.  Bintik ini lama kelamaan jadi membesar dan terjadi perubahan warna. Kemudian, sama dengan disebabkan oleh bakteri timbul gejala nekrosa, yaitu matinya jaringan penyusun organ. Kemudian buah menjadi busuk.
Pada permukaan buah sring pula  timbul lapisan tepung masa spora. Kemudian, pada suhu tinggi, warnanya akan berubah menjadi hitam, terkadang berbau busuk yang menyengat.

6. Cendawan (Cladosporium cucumerinum)
Pada melon terjadi bercak melekuk dalam dan ditepinya ada cairan yang mengering seperti karet. Adapun cara pengendaliannya adalah pemberian fungisida yang sesuai dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang.






















PEMANENAN


Setelah sekian lama bertanam melon, tibalah saat memanen. Dalam bertanam melon waktu yang dipemeliharaan melon berbeda-beda berdasarkan ketinggian daerahnya. Di dataran rendah, waktu untuk memanen melon sangat singkat biasanya selama 55 hari dari benih mulai ditanam. Namun, didaerahtinggi panen baru dapat dilakukan setelah 60-65 hari. Itupun bergantung varietas.

A. PENENTUAN MELON YANG TELAH SIAP PANEN
Untuk menghasilkan melon yang berkualitas tinggi, panen disarankan jika melon telah tua. Adapun ciri-ciri melon yang telah tua adalah sebagai berikut.
1. Buah telah membentuk jaring sempurna
2. Terdapat lingkaran merekah pada sekeliling tangkai buah
3. Warna kulit melon telah menguning secara merata.

B. CARA MEMANEN MELON
Untuk memanen melon diperlukan cara-cara khusus. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
1. Lakukan panen secara bertahap berdasarkan buah yang telah matang.
Ciri-ciri buah yang telah matang telah dijelaskan sebelumnya. Jika kita telah mengetahui ciri-ciri tersebut, dahulukan pemanenan pada buah yang telah matang. Buah yang belum matang jangan dulu dipanen, kecuali buah tersebut diserang hama.

2. Untuk pengiriman ke tempat yang jauh, lakukan pemanenan melon sekitar 90% dari kematangan.
Untuk pengiriman jarak jauh, janganlah memanen melon ketika telah benar-benar matang. Lakukan pemanenan saat melon sekitar 90% matang.  Ciri-ciri melon yang 90% matang adalah dagingnya masih keras, dan sudah renyah. Dengan kondisi demikian, melon akan mampu bertahan selama 15 hari. Dengan demikian, saat sampai ditujuan, melon telah matang.
3. Lakukan pemotongan dengan baik
Ada cara khusus untuk memetik buah melon. Cara tersebut dilakukan agar melon tidak mudah membusuk. Caranya adalah dengan memotong tangkai melon berbentuk T. Selain agar tidak mudah busuk tangkai melon dapat ditempel laber merek dagang.


c. cara mengangkut melon
Selain cara memanen, cara mengangkut melon ke tempat tujuan merupakan penentu kualitas melon. Amat disayangkan apabila hal ini tidak diperhatikan. Kita telah bersusah payah memelihara melon dengan varietas yang baik, tetapi saat dipanen pengangkutannya tidak diperhatikan. Melon yang semula berkualitas baik, setelah sampai ditujuan jadi rusak. Akibatnya kualitas menurun. Lalu, harganya pun akan menjadi jatuh.
Kerugian semacam ini harus kita hindari. Sekarang ini konsumen sangat kritis tentang barang-barang yang dibelinya. Mereka menuntut/menghendaki barang yang berkualitas baik. Terkadang, harga tidak akan jadi masalah asalkan barang yang mereka beli berkenan dihati.
Berikut adalah cara mengangkut melon yang baik.

1. Jangan mengangkut melon dengan menggunakan jerami padi sebagai bantalan.
Terkadang ada saja petani yang mengambil jalan mudah untuk mengangkut melon. Agar melon yang mereka angkut tidak berbenturan, mereka menggunakan barang yang ada. Di sekitar lahan pertanian terdapat jerami. mereka menggunakan jerami sebagai bantalan untuk mengangkut melon.

Cara diatas sangat tidak dianjurkan. Alasannya, jerami adalah tanaman padiyang telah mengering. Jerami memiliki bau yang menyengat. Dengan mengangkut melon dengan bantalan jerami, kemungkinan melon tersebut akan terserap wanginya. Akibatnya, aroma melon yang sangat menggugah selera akan sirna.
Untuk bantalan melon, sebaiknya, gunakanlah potongan kertas. Potongan kertas tidak berbau dan tidak akan menyerap aroma melon.

2. Tumpuklah melon dengan posisi miring
Mengapa melon harus ditumpuk miring? Buah disusun secara miring agar tangkai tidak teputus saat melon ditumpuk. Bayangkan saja, sebuah truk dapat mengangkut melon seberat 6 ton.  Dapat dibayangkan bagai mana kondisi melon yang tergencet di bawah. Untuk itu, lakukan penumpukan dimulai dari melon yang tidak terlalu matang. Hal ini agar melon tersebut tidak bonyok karena menahan beban. Kemudian, pada bagian atas dimulai dengan melon yang matang dan terakhir yang sangat matang.
Pada tumpukan pertama, melon disusun miring. Hal ini dilakukan agar tangkai tidak tergencet melon dan menjadi putus.
Setelah disusun lapisan pertama diberi kertas karton. Kertas karton yang digunakan sebaiknya kertas bekas dus. Kertas bekas dus memiliki daya tahan yang kuat. Apalagi dus tersebut terdiri dari dua gelombang.

Lalu baru disusun lapisan kedua. Begitu seterusnya agar kualitas melon terjaga. Guncangan truk yang mengankut melon tidak akan membuat melon itu menjadi hancur.
















pertanian: MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN GMP (CARA PRODUKSI Y...

pertanian: MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN GMP (CARA PRODUKSI Y...: MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN  GMP (CARA PRODUKSI YANG BAIK) TERKAIT  DENGAN KERJAAN SENDIRI A.    Ruang Lingkup 1.     Sumber infor...

pertanian: Memantau Induk Sapi Menjelang Beranak

pertanian: Memantau Induk Sapi Menjelang Beranak: Memantau Induk Sapi Menjelang Beranak Memantau induk sapi menjelang beranak merupakan langkah awal untuk mengantisipasi kegagalan dalam men...

pertanian: MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN GMP (CARA PRODUKSI Y...

pertanian: MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN GMP (CARA PRODUKSI Y...: MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN  GMP (CARA PRODUKSI YANG BAIK) TERKAIT  DENGAN KERJAAN SENDIRI A.    Ruang Lingkup 1.     Sumber infor...

Memantau Induk Sapi Menjelang Beranak

Memantau Induk Sapi Menjelang Beranak
Memantau induk sapi menjelang beranak merupakan langkah awal untuk mengantisipasi kegagalan dalam menolong kelahiran. Dengan pemantauan ini, akan diketahui ketidak normalan kebuntingan atau kondisi lingkungan dengan cepat sehingga dapat ditentukan cara penanggulangannya, baik masalah induk maupun lingkungan yang tidak mendukung tesebut.
Penyebab induk melahirkan karena pengaruh dari dalam tubuh induk, yaitu sebagai berkut.
1. Pengaruh hormon edterogen.
2. Keterbatasan perluasan dan pertumbuhan fetus (janin).
3. Meningkatnya tekanan dalam uterus.
Adapun tanda-tanda induk sapi akan melahirkan, yaitu:
1. Ligamentum (jaringan ikat yang kuat yang mengikat tulang-tulang pada persendian) mengendur.
2. Vulva (kelamin bagian luar) membengkak dan lendir menggantung.
3. Kelenjar mamae atau kelenjar susu (ambing ) berisi penuh dan membengkak, diiikuti ke luarnya kolostrum (air susu yang bewarna kekuningan) menjelang kelahiran.
4. Sapi menyendiri memisahkan diri dari kelompok.
5. Adanya tanda-tanda dolores.
6. Kantong fetus ke luar masuk seperti balon berisi air.
7. Selaput fetus pecah.
8. Cairan fetus ke luar
Untuk keberhasilan melahirkan, cara-cara pemantauan induk menjelang beranak adalah sebagai berikut.
1. Memeriksa dan menjaga sapi dalam kondisi lingkungan yang tidak menimbulkan stres.
Sapi-sapi yang akan melahirkan harus dijaga kondisi lingkungannya agar sapi yang akan beranak tidak stres. Keadaan stres pada sapi tersebut, akan menimbulkan masalah pada saat melahirkan. Dengan demikian, induk yang bunting tua harus diperlakukan dengan hati-hati dan penuh perhatihan.
Lama kehamilan sapi rata-rata 282 hari. Dengan diketahui umur kebuntingan sapi, maka akan dapat diperkirakan dan dipersiapkan ala-alatnya, termasuk kandang untuk menolong induk sapi yang akan melahirkan.
2. Mengindetifikasi dan memantau sapi yang beresiko tinggi.
Sapi yang beresiko tinggi adalah sapi yang kesulitan dalam melahirkan. Hal ini dapat terjadi karena pada masa bunting mengalami kelainan, seperti berikut.
a. Letak fetus sungsang
Letak fetus susang, yaitu sebagian besar bagian belakang (pantat) fetus terletak pada bagian serviks, sehingga yang pertama ke luar bukan kaki depan melainkan kaki belakang.
Distokia adalah kesulitan melahirkan sehingga membahayakan pedet yang akan lahir maupun induknya. Penyebab distokia, yaitu air ketuban dalam kantong fetus sudah pecah dan habis sehingga kering, merah, dan bengkak, sedangkan letak fetus sudah masuk dan uterus telah berkontraksi sehingga tangan kita sulit masuk untuk menolong.
b. Fetus terlalu besar
Fetus yang terlalu besar akan menyulitkan jalannya kelahiran dan harus dibantu dengan cara menarik.
c. Kesalahan letak kepala fetus
Letak kepala yang salah pada fetus akan menyulitkan kelahiran dan sangat membahayakan karena penarikan (extraction force) dapat melukai dan membahayakan induk.
Kelainan letak kepala fetus ada beberapa macam, yaitu:
1) Kepala membengkok ke arah lateral (ke pinggir).
2) Kepala membengok ke arah dada atau antara dua kaki.
Kelainan kaki depan fetus, yaitu bila kaki depan bersama kepala terjepit di dalam pelvis (tulang panggul), sedangkan kelainan kaki belakang fetus, yaitu kaki belakang fetus bengkok dalam pelvis inlet sehingga tarsus dari kaki terjepit jauh dalam pelvis.
Kesalahan letak bahu. Jika bahu fetus yang ke luar lebih dahulu sangat menyulitkan, harus dibetulkan dengan menarik  atau mendorong ke arah kanan atau kiri sesuai kesalahan letak bahu.
3. Memantau dan mengusahakan sapi beranak secara alamiah.
Sapi-sapi yang kebutingannya normal dan tidak ada kelainan, harus dijaga dan diusahakan supaya bisa melahirkan secara alamiah. Dengan kelahiran normal, akan memberi keuntungan bagi peternak, yaitu sebagai berikut.
a. Pedet yang dilahirkan akan lebih baik dan  tidak cacat karena perlakuan saat menolong kelahiran.
b. Lebih ekonomis karena tidak mengeluarkan biaya untuk menolong kelahiran.
c. Induk yang melahirkan lebih terjamin keselamatannya.
d. Tidak ada trauma melahirkan bagi induk yang dapat berakibat turunnya kemampuan reproduksi maupun produksi.

MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN GMP (CARA PRODUKSI YANG BAIK) TERKAIT DENGAN KERJAAN SENDIRI

MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN  GMP (CARA PRODUKSI YANG BAIK) TERKAIT
 DENGAN KERJAAN SENDIRI

A.   Ruang Lingkup

1.    Sumber informasi menyangkut persyaratan GMP ditetapkan.
2.    Persyaratan GMP dan tanggung jawab terkait pekerjaan diidentifikasi.

B.   Materi Pemelajaran

Beberapa aspek GMP yang harus diperhatikan adalah :
1. Aspek Lingkungan Produksi (Lokasi)
Pertimbangan dalam pemilihan lokasi:
   Lingkungan yang dapat menjadi sumber pencemaran.
   Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.
   Kemungkinan perluasan.
   Keberadaan sarana & prasarana lain.
   Sumber air dan bahan.
Lokasi bebas dari : sumber pencemaran dari industri, daerah tidak tergenang air/banjir, sampah/ limbah, pemukiman padat dan kumuh.
Sarana jalan : dikeraskan, ada saluran air dan mudah dibersihkan, tidak berdebu.
Lingkungan : sampah dan bahan buangan ditangani, pengaturan halaman dan tanaman.
 
                           Lingkungan produksi hasil pertanian

2. Aspek Bangunan Dan  Fasilitas
Bangunan secara umum harus memenuhi hal-hal berikut ini :
   Bangunan dan ruangan sesuai persyaratan teknik dan higiene : jenis makanan dan urutan proses.
   Mudah dibersihkan, mudah dilakukan kegiatan sanitasi, mudah dipelihara dan tidak terjadi kontaminasi silang.
   Bangunan terdiri dari ruang pokok (proses produksi), ruang pelengkap (administrasi, toilet, tempat cuci dll).
   Ruang pokok dan ruang pelengkap harus terpisah untuk mencegah pencemaran terhadap makanan.
   Ruangan proses produksi : cukup luas, tata letak ruangan sesuai urutan proses, sekat antara ruang bahan dan proses/pengemasan.
 
Fasilitas pengolahan hasil pertanian
3.   Aspek Peralatan Produksi
Persyaratan peralatan produksi :
         Adanya petunjuk penggunaan peralatan.
         Peralatan dapat digunakan sesuai fungsinya
         Tidak membahayakan makanan dan pekerja.
         Bagian peralatan yang kontak langsung harus halus, rata, tidak berlubang, tidak mengelupas.
         Pencegahan terhadap kontaminasi dari baut, pelumas, bahan bakar dll.
         Alat mudah dibersihkan dan didesinfeksi khususnya yang kontak langsung dengan  bahan/makanan.
         Peralatan terbuat dari bahan yang tahan lama, tidak beracun (contoh baja tahan karat). Bahan akan tergantung jenis makanan atau proses.
         Tata letak peralatan harus memudahkan proses, pemeliharaan, pencucian, pembersihan, kemudahan dan keamanan kerja.
         Peralatan harus diawasi, diperiksa, dipantau, dikalibrasi
         Peralatan untuk memasak, memanaskan, mendinginkan, menyimpan atau membekukan harus sedemikian rupa sehingga suhunya tercapai.
         Suhu peralatan mudah dipantau dan diawasi.
         Untuk alat tertentu dilengkapi pengatur kelembaban, aliran udara dll.
         Pengukur waktu diperlukan pada alat tertentu
Peralatan proses produksi

4.  Aspek Fasilitas Dan Kegiatan Higiene Sanitasi
§  Fasilitas sanitasi : sarana penyediaan air bersih, pembuangan limbah cair dan padat, saran pencucian/pembersihan, saran toilet/jamban dan sarana higiene karyawan.
      
                               Peralatan sanitasi                     Tempat pencucian
§  Sarana penyediaan air : sumber air, pipa-pipa, penampungan air.
§  Air minum : kualitas sesuai permenkes RI no. 416/menkes/per/ix/1990.
§  Air proses yang kontak langsung dengan bahan/makanan harus memenuhi syarat air minum.
§  Air yang tidak dikonsumsi, tidak kontak langsung misal untuk produksi uap, pemadam, pendingin sistimnya harus terpisah (pipa) dari air proses dan ada penandaan.

5.   Aspek Penanganan Bahan Baku Dan Produk Akhir (Pengendalian Proses)
Bahan Baku
§  Menetapkan spesifikasi bahan (sifat kimia, fisik, sensorik, mikrobiologis).
§  Bahan yang rusak, busuk atau mengandung bahan berbahaya yang
       Kerusakan bahan dan produk
§  Jenis bahan dan komposisi mempengaruhi kerusakan.
§  Kerusakan ada tiga jenis :
o   Kerusakan kimia
o   Kerusakan fisika
o   Kerusakan biologi/mikrobiologi.
  Pengendalian Proses
§  Formulasi Bahan Sesuai Rencana Dan Tidak Melanggar Peraturan.
§  Bahan Ditangani Dengan Benar : Dicuci, Dibersihkan, Disimpan Pada Kondisi Yang Tepat, Dll
§  Jaminan Mutu Bahan Dari Pemasok

          Penanganan selama proses pengolahan

Bahan Tambahan Makanan
·         Sering digunakan dalam pengolahan pangan.
·         Harus tepat jenis (yang diizinkan) dan jumlahnya tidak melebihi batas maksimal.
·         BTP yang banyak digunakan pada IKM yaitu pengawet, pewarna, flavour (essen).
·         Penggunaan pengawet dapat diminimalkan dengan penerapan GMP yang baik.

       Produk Akhir
·      Spesifikasi produk akhir.
·      Pengujian produk akhir dan kesesuaian dengan spesifikasi serta persyaratan (standar).
·      Pencatatan bahan yang digunakan, kondisi proses dan produk akhir, harus mampu telusur.

      Produk Kadaluwarsa
·      Kedaluarsa ditetapkan oleh perusahaan
·      Produk yang sejenis memiliki daya simpan/kedaluarsa yang berbeda tergantung kondisi bahan dan prosesnya
·      Kedaluarsa ditentukan dengan melihat kerusakan/bahaya yang mungkin terjadi
·      Tanggal kedaluarsa biasanya ditentukan lebih singkat daripada waktu simpan yang sebenarnya (untuk jaminan keamanan atau kepuasan pelanggan)

6.   Aspek Karyawan
- Kesehatan Karyawan
- Kebersihan Karyawan
- Kebiasaan Karyawan
- Pelatihan Karyawan
7.   Sarana Dan Rancang Bangun
Lokasi
Perusahaan harus berlokasi di daerah yang bebas dari kotoran yang bersifat bakteriologis, biologis, fisis dan kimia (seperti daerah rawa, pembuangan sampah, perkampungan yang padat penduduk dan kotor, daerah kering dan berdebu, dekat industri yang menyebabkan pencemaran udara dan air, dekat gudang pelabuhan dan sumber pengotoran lainnya), sehingga tidak menimbulkan penularan dan kontaminasi terhadap produk dan bahaya bagi masyarakat.

     Ruang Produksi
a.      Ruang kerja harus cukup luas agar semua proses dapat berjalan dengan baik.
b.      Rancang bangun harus sedemikian rupa, sehingga memudahkan dalam pembersihan dan pengawasan higiene produk.
c.        Bangunan dan peralatan harus dirancang untuk mencegan       masuknya tikus dan kontaminan lainnya seperti asap, debu, dan sebagainya.
d.       Bangunan dan peralatan harus dirancang agar diperoleh higiene yang baik, dengan cara mengatur aliran proses dari saat bahan tiba sampai produk akhir.

     Laboratorium
Laboratorium harus merupakan ruang khusus yang terpisah dari kemungkinan terjadinya kontaminasi dari luar. Letak laboratorium harus dekat dengan penyediaan air bersih, listrik dan gas.
a.      Tinggi ruang laboratorium minimal 3 meter. Lantai dan meja diberi lapisan penutup yang tahan terhadap senyawa kimia, mudah dibersihkan dan dicuci. Dinding ditutup dengan lapisan ubin/porselin minimal hingga ketinggian 2 meter, selebihnya harus dicat tahan air.
b.      Bentuk pintu dalam yang baik adalah swing type.
c.      Penyediaan air harus bertekanan konstan tidak kurang dari 2 kg per cm2 dengan laju aliran 30 liter per menit.
d.      tegangan listrik harus konstan. Variasi tegangan harus dibawah 5%, supaya pembacaan alat-alat elektronik cukup teliti. Untuk itu laboratorium perlu dilengkapi dengan automatik transformer stabilizer yang menghasilkan variasi voltage sekecil mungkin.  

e.      Harus disediakan air dan listrik darurat.
f.       Perlu adanya penyediaan gas, baik yang berasal dari perusahaan umum maupun gas petroleum cair dalam tabung, yang ditempatkan pada stasiun gas yang terletak di luar bangunan dan disalurkan melalui jaringan pipa ke dalam lab.
g.      Instalasi air, listrik dan gas harus dicat dengan warna yang berbeda agar mudah dikenal dan harus dipasang pada dinding, bukan di dalam dinding (build in).
h.      Laboratorium harus dilengkapi dengan system pengaturan udara(air conditioning). Suhu laboratorium harus selalu berada dalam kisaran 15-250 C.
i.       Laboratorium harus diberi penerangan yang cukup, yaitu sekitar 7000-1000/1m/m2.
j.       Kran gas, uap dan udara harus dari tipe yang cepat bila klep dibuka.
k.      Pusat pengamanan listrik, gas dan uap dari sebuah laboratorium harus diletakkan di luar ruang laboratorium.
l.       Udara yang dikeluarkan dari dalam laboratorium harus tidak diedarkan kembali ke dalam system air conditioning atau tempat lain.

m.    Setiap laboratorium harus dilengkapi dengan minimal satu selimut api.